
Keesokan harinya demam Alena masih saja sangat tinggi, sedangkan Kimora tidak ada di Apartemen. Hal membuat Suster Diana terpaksa untuk memberikan Tiara kepada Sarrah karena harus membawa Alena ke Rumah Sakit.
"Maafkan saya harus menitipkan Tiara untuk hari dan sampai Dokter Alena sembuh pulang dari Rumah Sakit."
Suster Diana begitu sangat berat memberikan Tiara kepada Sarrah, karena sudah menyuruhnya dari sejak bayi.
Sarrah dengan senang hati langsung menerima kehadiran Tiara.
"Akan saya urus Tiara bersama dengan Kimora di Apartemen ini, apalagi hari ini saya dan Kimora akan pergi ke rumah orang tua Kimora mereka pasti akan sangat senang dengan kehadiran Tiara."
Suster Diana pun menitipkan kunci Apartemen nya kepada Sarrah karena keperluan Tiara ada di sana.
Kimora mersa sangat senang sekali ketika Apartemen itu menjadi kosong dia bisa merencanakan sesuatu dengan lancar tampa takut ketahuan.
Suster Diana segera pergi dari Apartemen Sarrah dan langsung membawa Dokter Alena ke rumah sakit menggangukan ambulance.
Ketika Suster Diana pergi, Kimora langsung menghampiri Mama Sarrah dan mengendong putri cantik nya.
__ADS_1
"Sayang kamu jaga Tiara yaa, Mama mau mempersiapkan yang harus kita bawa ke sana."
Mama Sarrah sibuk dengan merapikan barang-barang Tiara yang harus di bawa, Kimora memandangin wajah putri nya.
"Kamu harus bahagia, ibu akan membuat mereka hancur."
Mama Sarrah sudah selesai mempersiapkan semuanya, dia langsung mengajak Kimora untuk keluar dari Apartemen dan berjalan menuju ke mobil nya.
Kimora dengan hati-hati mengendong Tiara, Tiara terus memandangi wajah Ibunya seperti terlihat ikatan batin yang sangat kuat antara ibu dan anak nya.
"Sayang, kamu happy kan sekarang kita mau ketemu dengan nenek dan kakek kamu yaa sayaaaaang."
Mama Sarrah begitu sangat semangat sekali, dia melihat Kimora yang terus tersenyum sepanjang perjalanan.
Setibanya di rumah orang tua nya, Kimora hanya terdiam di kursi panjang dekat pohon rindang yang besar dia lebih memilih untuk duduk bersama dengan putri di situ dan tidak mau masuk ke dalam rumah nya.
Mama Sarrah tidak bisa memaksa Kimora, dia pun memilih untuk masuk sendiri an ke dalam rumah Kimora.
__ADS_1
Mama Sarrah mulai mengetuk pintu rumah nya, dan langsung di buka oleh Rossalinda ibu Kimora.
Rossalinda sangat terkejut sekali dengan keadaan Sarrah ke rumah nya yang hanya sendirian.
"Ibu Sarrah ada apa yaa ke sini, kenapa hanya sendirian saja di mana Kimora dan Tiara,?"
tanya Rossalinda dan langsung di jawab oleh oleh Sarrah dengan menunjukkan Kimora yang sedang duduk di bawah pohon rindang yang besar.
"Hmmmm, itu adalah tempat favoritnya Kimora di selalu duduk di bangku panjang itu ketika dia menenangkan diri nya."
Rossa pun langsung mengajak Sarrah untuk segera masuk ke dalam rumah nya dan mempersilahkan duduk dengan pintu yang terbuka lebar agar bisa memantau Kimora dari dalam rumah nya.
Kimora terlihat sangat bahagia sekali dengan bisa memandangi wajah putri nya dan udara yang sangat sejuk dan segar membuat nya sangat nyaman berada di tempat itu.
Kimora mencium kening putri cantik nya, dia memeluk erat tubuh Tiara dengan penuh perasaan sekali.
"Ibu sangat sayang sekali dengan kamu nak."
__ADS_1