
Kimora menatapi wajah Dokter Rian yang memegang lembut tangan nya, dia seperti ini menyampaikan sesuatu kepada Kimora.
"Ada apa Dokter Rian,? apa maksud dari genggaman tangan ini."
Dokter Rian menundukan kepalanya dan dia pun memohon kepada Kimora.
"Aku ingin sekali bisa mengisi hari-hari kehidupan mu, bersama dengan kamu dan putri cantik kamu. Kamu adalah perempuan yang luar biasa kuat sekali kamu perempuan yang sangat tangguh sekali dan aku mempunyai perasaan yang lebih."
Mendengar perkataan Dokter Rian, Kimora langsung melepaskan tangan Dokter Rian.
"Ini bukan saat kamu menyatakan hal ini, aku masih berstatus istri sah Mas Genzy. Aku nggak mau semua jadi salah paham menilai aku yang ingin berpisah dengan Mas Genzy karena lelaki lain, lalu kalau seperti ini aku sama saja seperti Alena."
Kimora langsung keluar dari ruangan praktek Dokter Rian dan membuat Dokter Rian terdiam secara halus Kimora menolak perasaan hati nya.
Kimora menghampiri kembali ruangan tunggu dia pun duduk berdampingan dengan Mama Sarrah, menunggu hasil pemeriksaan Dokter.
__ADS_1
"Kimora, kamu sudah dari mana tadi ? kamu kelihatan seperti sudah menangis."
Mama Sarrah memperhatikan wajah Kimora dan begitu juga dengan Genzy yang langsung menghampiri Kimora.
"Aku tadi habis pergi ke ruangan praktek Dokter Rian, aku sedikit meluapkan perasaan hati aku."
Mendengar perkataan Kimora wajah Genzy seketika langsung memerah seperti menahan rasa cemburu nya terhadap Dokter Rian.
"Kenapa sih kamu masih saja bertemu dengan lelaki itu, bukan kah kamu sekarang sudah membaik dan tidak perlu lagi konsultasi dengan Dokter itu."
Genzy pun memilih untuk pergi meninggalkan Kimora dan Mama nya.
Kimora pun menatap wajah Mama Sarrah, dan bersandar di pundak nya sambil memegang erat tangan Mama Sarrah.
Ketika Kimora dan Mama Sarrah terlihat sangat kelelahan sekali tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kamar Dokter Alena.
__ADS_1
Kimora dan Mama Sarrah pun langsung terkejut dan beranjak dari tempat duduk nya.
Dokter pun langsung masuk ke dalam ruangan Alena dan mencoba untuk menenangkan nya.
Kimora mencoba untuk melihat Alena dari balik kaca pintu, ketika Alena melihat wajah Kimora seketika teriakan semakin sangat kencang. Wajah Kimora yang sekilas mirip dengan Ayana mengingat kembali Alena dengan jasad Ayana yang dia lihat.
Kimora yang menyadari hal tersebut langsung memilih untuk pergi dari pintu tersebut dan menghampiri Mama Sarrah.
"Ada apa dengan Dokter Alena, kenapa dia seperti kamu waktu dulu tidak sadarkan diri di rumah itu juga. Kenapa kalian bisa memiliki kesamaan seperti berteriak-teriak ketakutan seperti itu."
Kimora memilih untuk pergi dan mencari keberadaan Genzy, dia ingin memastikan kembali apa yang sebenarnya terjadi dengan Alena.
"Mam, aku mau mencari Mas Genzy dulu yaa. Karena Alena sudah sadar mungkin jika dia melihat Mas Genzy dia akan semakin membaik dan sedikit tenang."
Kimora mencari keberadaan suaminya yang ternyata sedang bersama dengan Dokter Rian, mereka seperti sedang berbicara serius dan membuat Kimora tidak berani untuk menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
"Apa yang mereka sedang bicarakan kenapa seperti sangat serius sekali, jangan sampai Dokter Rian mengatakan tentang perasaan nya terhadap aku."
Kimora terus memandangi mereka berdua dari jarak jauh.