
Alena mulai merasakan suasana yang sangat berbeda sekali dia masuk ke suatu ruangan, dan dia membalikkan badan nya.
Alena melihat baju yang berlumuran dengan darah yang sudah mengering di baju tersebut.
Tangan Alena pun langsung bergetar ketika memegang kemaja berwarna putih tersebut.
"Kemeja milik siapa ini yaa, ada yang sebenarnya terjadi dengan rumah ini. Ini pasti adalah darah manusia."
Alena melempar kemeja putih tersebut, dan dia pun merasa sangat ketakutan sekali.
"Apakah itu adalah kemeja putih milik Genzy,? apakah Genzy selama ini adalah seorang pembunuh berdarah dingin."
Alena menggelengkan kepalanya berkali-kali dia seperti tidak percaya dengan apa yang dia pikirkan.
"Tidak mungkin itu terjadi, Genzy tidak mungkin seperti itu. Itu mungkin adalah darah kucing yang sudah melahirkan di atas kemeja putih tersebut."
Alena mulai ingin sekali keluar dari ruangan tersebut, tapi dia tidak berani karena belum malam.
"Jika aku mulai melakukan aksi-aksi kuu di malam hari itu tidak akan membuat banyak orang yang memperhatikan kuu dan aku bisa lebih tenang."
Alena memilih tetap tinggal di dalam ruangan yang seperti gudang penyimpanan barang-barang bekas.
"Kenapa gudang ini tidak di kunci yaa atau mungkin hanya kelupaan saja yaa, aku merasa sangat penasaran sekali apa saja yang ada di dalam gudang ini."
Alena terus saja melihat apa saja yang di buang di dalam gudang tersebut.
Pandangan Alena tertuju kembali pada kemeja putih tersebut, dia seperti ini melihat nya kembali.
"Lebih baik aku masukkan saja ke dalam tas ku ini, mungkin saja ini bisa untuk mengancam Genzy dengan ini. Yaaa walaupun aku nggak tau hanya menebak-nebak saja."
Alena memasukkan kemeja putih tersebut ke dalam tas nya, dia membungkus nya dengan plastik hitam.
Alena melihat seperti ada lemari tua dia pun langsung membuka lemari tersebut, satu lembari bisa terbuka tapi yang satu nya tidak bisa.
Seketika aroma busuk terasa sangat menyengat sekali sehingga Alena seperti ingin muntah.
"Busuk apa ini yaa apa mungkin tikus, tapi aku rasa tikus tidak seperti ini."
Alena mencoba untuk menghindari dirinya dari lemari tua tersebut.
__ADS_1
Alena seperti mendengar suara hentakan kaki dia pun langsung mengintip nya dari lubang kunci.
Alena sangat terkejut sekali ternyata itu adalah Genzy yang berjalan menuju ke gudang belakang rumah tersebut.
Kedatangan Genzy membuat Alena semakin yakin jika Genzy masih menyimpan jasad Ayana di dalam ruangan tersebut.
"Aku tinggal menunggu Genzy pergi dari ruangan tersebut, dan bahkan meninggal kan tempat ini sehingga aku bisa membuka ruangan tersebut."
Alena melihat Genzy tidak masuk ke dalam dia hanya berdiri di depan pintu tersebut, sehingga Alena tidak bisa mengetahui di mana Genzy menyimpan kunci nya.
"Apa yang sebenar nya di lakukan oleh Genzy, kenapa di hanya berdiri di depan pintu saja kenapa sih dia tidak masuk saja."
Genzy merasa hati nya sangat tidak tenang sekali.
"Kenapa hati kuu seperti ini rasa takut kehilangan yang begitu sangat besar sekali, apa sebenar nya yang akan terjadi dengan diriku ini."
Genzy terus saja memandangi ruangan tersebut dari depan, dan dia merasa sangat tidak ingin meninggalkan tempat tersebut.
"Ayanaa aku pergi yaa aku sangat mencintaimu sampai kapan kuu akan selalu mencintaimu."
Genzy dengan berat hati harus meninggalkan tempat tersebut.
Pandangan mata Genzy terus saja memandangi semua sudut, tapi memang tidak ada apa-apa yang mencurigakan.
"Sudah ku tulis alamat nya yaa, simpan saja di tempat parkiran Apartemen."
Pegawai tersebut pun langsung pergi seperti perintah dari Genzy.
Karena merasa sangat merindukan Ayana, Genzy memilih untuk masuk ke dalam rumah nya dan tidur di kamar nya.
Genzy membuka pintu kamar tersebut dia langsung merasa sangat bersalah besar.
"Di kamar ini aku bersama dengan tiga wanita yang berbeda, Ayana Larasati Almarhumah Isteri kuu, Kimora Letica istri ku sayang dan Alena Renita cinta sesaat yang menyesatkan."
Genzy merasa sangat menyesali cinta sesaat yang menyesatkan bersama dengan Alena Renita.
"Bodoh nya aku pernah bersama dengan Alena dan ternyata dia adalah tipe wanita yang sangat pendendam dia terus saja ingin selaku bersama dengan kuu."
Genzy duduk di atas tempat tidur nya, dia selalu teringat dengan Kimora Letica.
__ADS_1
"Dari ke tiga wanita tersebut Kimora yang bisa memberikan keturunan untuk kuu, seorang Putri Kimora yang sangat cantik sekali."
Genzy terus merenungi kesalahan nya yang dia perbuat.
Alena mendengar suara mobil dan suara gerbang yang terbuka Alena pun mulai berani untuk keluar dari gudang tersebut.
Alena menutup rapat gudang tersebut seperti semula dia masuk ke dalam nya.
"Seperti nya Genzy sudah pergi dari tempat ini, aku bisa langsung masuk ke dalam ruangan tersebut."
Dengan sangat hati-hati sekali Alena berlari menuju ke gudang belakang tersebut, tapi tiba-tiba Alena terjatuh dan kaki nya terluka sampai mengeluarkan darah.
"Ahhhhhh, kenapa aku bisa terjatuh seperti ini dan kaki kuu menginjak benda tajam apa ini."
Alena pun melihat ada pisau kecil yang sangat tajam sekali.
Alena melihat pisau kecil tersebut berada di dalam lemari yang ada di dalam gudang tersebut.
"Ihhhhhhh, kenapa sih bisa ada pisau di sini. Persamaan aku cuma baja kemeja putih itu saja tidak untuk benda tajam seperti ini."
Alena pun langsung membuang pisau kecil tersebut dan mencoba untuk berdiri tegak walaupun dia merasa sangat kesakitan sekali.
Alena akhirnya dapat juga berada di depan ruangan tersebut, setiap langkah kaki Alena bertetesan darah luka di kaki.
"Ahhhhhh, kenapa nggak bisa di buka sih. Padahal tinggal sedikit lagi ini."
Alena terus saja memandangi ke setiap sudut untuk mencari kunci ruangan tersebut.
Alena terus saja mencari nya walaupun membuat lantai yang berwarna putih bersih berubah menjadi merah.
Genzy memilih untuk pergi dari kamar tersebut karena hanya membuat semakin merasa sangat bersalah dengan Kimora.
Ketika Genzy mau membuka pintu mobil nya tiba-tiba salah satu pegawai datang menghampiri Genzy.
"Maaaf Pak, seperti nya istri bapak belum keluar dari rumah ini. Saya hanya melihat Putri dan Baby Sister nya saja."
Genzy seketika langsung terkejut mendengar perkataan pegawai tersebut.
"Ibu Kimora Letica, Dokter Specialis Kandungan di Rumah Sakit Sejahtera. Dia datang terlambat dan langsung masuk ke dalam rumah ini."
__ADS_1
Genzy pun merasa jika itu yang membuat perasaan tidak nyaman sekali.
Genzy pun langsung berlari menuju ke ruangan cctv rumah nya.