Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *349*


__ADS_3

Genzy kembali ke tempat di mana Alena melukai Kimora, dia mencari gunting tersebut hingga akhirnya ketemu.


"Astagaaaa, dari mana Alena mendapatkan gunting ini. Ini harus aku pertanyakan."


Genzy pun kembali dengan membawa gunting yang di bungkus dengan plastik.


Ketika Genzy datang Dokter Rian turun dari mobil nya dan berniat untuk membawa pergi Alena.


Dokter Rian tidak tega melihat wajah Putri Kimora, dia pun menghampiri Putri Kimora.


"Om Dokter, kemana yaa Ibu kuuu. Kenapa Ibu tidak ada dari awal acara sampai sekarang acara nya berakhir."


Dokter Rian tidak kuasa melihat tatapan mata yang berkaca-kaca menahan air mata nya.


"Sayaaaaang, Ibu Kimora seperti nya dia sibuk sekali. Dia harus berada di rumah sakit sampai tiga hari lama nya karena ini sudah tugas Ibu Kimora, tapi tenang saja Ibu Kimora masih bisa video call dengan Putri Kimora."


Suster Diana semakin penasaran sekali dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Genzy pun langsung menghampiri Putri Kimora sambil tersenyum manis.


"Sayaaaaang, kamu sekarang bisa bermain-main dulu yaa dengan Dokter Rian. Kamu bisa berkeliling sambil membeli ice cream atau yang lain nya."


Genzy menatap tajam Dokter Rian dan Dokter Rian pun langsung membawa Putri Kimora untuk ikut bersama nya.


"Ayooo sayaaaaang, Om Dokter kangen banget sama Putri Kimora. Ayooo kita bermain bersama-sama."


Putri Kimora akhirnya mau bermain bersama dengan Dokter Rian.


"Papa dan Suster Diana, aku pergi dulu yaa dengan Dokter Rian. Tante Jahat aku tidak suka kamu lebih baik kamu pergi saja sana."


Putri Kimora terlihat sangat membenci sekali Alena, padahal dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Kimora.


Setelah melihat Putri Kimora dan Dokter Rian sudah masuk ke dalam mobil nya, Genzy pun langsung menghampiri Alena dengan penuh emosional.


"Alena darimana kamu mendapatkan gunting ini,? ini adalah gunting yang aku simpan di tempat tertentu di dalam rumah kuu yang dulu kenapa gunting ini bisa ada bersama dengan kamu."

__ADS_1


Alena menundukkan kepalanya dia tidak mau berbicara sedikit pun dengan Genzy.


Suster Diana langsung menghampiri Genzy dan melihat gunting tersebut.


"Ini adalah gunting yang di temukan oleh Putri Kimora di dekat gudang belakang rumah, dan aku langsung memberikan gunting tersebut kepada Dokter Rian."


Genzy terkejut mendengar perkataan dari Suster Diana.


"Putri Kimora menemukan gunting ini di belakang rumah,? tapi kenapa aku tidak melihat Putri Kimora membawa gunting tersebut dan tidak mungkin juga Putri Kimora berani mengambil benda tajam seperti ini."


Suster Diana terdiam dia tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Genzy, jika gunting tersebut tiba-tiba ada di dalam Apartemen nya.


Dan Suster Diana melihat jika gunting yang sebelumnya bersih tiba-tiba banyak darah segar di sekeliling nya.


"Hmmmmm, memang gunting itu punya siapa?. Dan sebernarnya apa yang sudah terjadi dengan Bu Kimora, sekarang di mana Buu Kimora kenapa dia tiba-tiba menghilang begitu saja."


Suster Diana mengalihkan pembicaraan mereka.


"Kimora sekarang sedang berada di rumah sakit, tangan dia terluka sampe sobek karena menahan gunting yang akan menusuk wajah nya."


"Apaaaaaaaa, Bu Kimora terluka maksud nya gimana ini. Siapa yang melakukan itu semua nya kepada Bu Kimora."


Genzy hanya bisa terdiam saja dia hanya menginginkan pengakuan dari Alena langsung.


Tapi Alena hanya bisa terdiam saja dan menundukkan kepalanya.


Suster Diana melihat wajah Genzy yang sejak awal begitu sangat kesal sekali dengan Alena, membuat Suster Diana mencurigai Alena.


Dengan penuh emosional sekali Suster Diana menghampiri Alena.


"Alenaaaaa, apa kamu yang sudah melakukan ini semua. Kamu yang melukai Bu Kimora hah jawab jangan diam seperti ini."


Suster Diana terlihat sangat emosional sekali dengan Alenaa, Genzy memilih untuk membiarkan apa pun yang di lakukan Suster Diana terhadap Alena.


Tapi Alena masih saja diam dan menundukkan kepalanya dia tidak mau menatap wajah Alena.

__ADS_1


Suster Diana pun menjambak rambut Alena dia sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya.


Alena yang merasa sangat kesakitan sekali akhirnya menjawab pertanyaan dari Suster Diana.


"Lepaskan aku kesakitan sekali Dianaaaa, Yaa aku yang melakukan semua nya. Tapi sayang nya aku gagal melakukan nya dan Kimora masih hidup."


*Plaaaakkkkkkk, Plaaaakkkkkkk.*


Suster Diana yang sangat emosional sekali dia menampar pipi Alena berkali-kali sampai pipi Alena lebab berwarna merah.


"Kenapa kamu begitu sangat sayang kepada Kimora hah? apa yang sudah Kimora kepada muu selama ini, kamu hanya membuang-buang masa muda muu untuk mengurus Putri Kimora sampai kamu lupa menyiapkan masa depan kamu seperti apa."


Alena meluapkan emosi nya kepada Suster Diana, dia merasa sangat kesal sekali karena banyak orang yang lebih membela Kimora daripada dirinya.


"Kenapa ? karena Dokter Kimora dia sangat baik hati sekali, tidak seperti kamu yang berhianat menjalin hubungan terlarang dengan suami sahabat kamu sendiri dan sekarang berharap bisa memiliki hubungan yang baik dengan Pak Genzy."


Suster Diana melirikan mata nya kepada Genzy.


"Kamu yang cinta sekali dengan Pak Genzy, dan berharap setelah melakukan ini semua nya bisa bersama kembali dengan Pak Genzy. Setelah Dokter Kimora tiada kamu berharap besar bisa menjadi pengganti nya, mimpi muu terlalu tinggi Alena yang ada kamu menjadi seorang pembunuh dan berakhir di dalam penjara."


Alena tidak memikirkan sampai se jauh itu jika dia membuat Kimora tiada dia akan mendekam di balik jeruji besi.


"Aku tahu Alenaaaaa kamu melakukan ini semua nya, memafkan kondisi kamu sekarang yang sedang despresi. Kamu lolos di kasus pencurian Putri Kimora dan Sekarang kamu juga bisa tenang karena dengan kondisi kamu yang sekarang tapi ingat yaa Alenaaaaa aku tahu jika kamu sekarang sudah sembuh dan membaik."


Genzy pun tiba-tiba menghampiri Alena dengan wajah yang sangat kesal sekali.


"Ingat kan perkataan kuu ini yaa Alenaaaaa Renita, Setelah apa yang sudah kamu lakukan dengan Kimora membuat aku semakin cinta dan sayang kepada Kimora dan aku berjanji aku akan melindungi Kimora walaupun aku harus mengorbankan nyawa kuu sendiri."


Genzy mendorong tubuh Alena sampai dia terjatuh dan sangat sakit hati sekali.


"Aku akan membalas semua dendam kuu kepada kamu Genzy, aku akan membuat kamu menangis ketika kamu kehilangan mayat Ayana . Aku akan menghancurkan nya dan membuat kamu menyesal seumur hidup muu."


Ucap Alena di dalam hati nya dia pun mencoba untuk bangkit dan menunggu kedatangan Mama nya untuk menjemput nya pulang.


Suster Diana hanya bisa memperhatikan Alena dengan rasa kesal di hati nya.

__ADS_1


__ADS_2