Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 34


__ADS_3

Alena berpamitan pergi kepada Kimora.


"Kimora aku pulang dulu ya,kamu tidak apa-apa kan aku tinggal pergi".


Alena melihat keadaan kimora semakin pendarahan sudah mulai berhenti.


"Alena boleh aku masih ingin di rawat di sini aku masih belum siap untuk kembali ke rumah itu".


"Kamu akan pulang ke mana ? ke rumah suami mu lagi ?".


Alena menggelengkan kepalanya.


"Yaa,aku pulang kemana lagi alena ibu pasti tidak mau menerima kehadiran ku di rumah".


Alena terdiam dia merasa sangat kasian kepada teman baik nya itu.


"Semua terserah kamu kimora,jika besok ke adaan mu semakin membaik kamu bisa langsung pulang besok".


Kimora tersenyum manis kepada alena.


"Terimakasih,Alena kamu telah merawat ku di sini'.


Tak kuasa menahan air mata alena langsung bergegas pergi.


"Aku, pamit pulang dulu ya kimora".


Alena langsung membuka pintu kamar itu dan segera pergi.


"Kimora kenapa nasib begitu pedih.malam ini aku harus datang ke rumah genzy dan menjelaskan semuanya kepada mereka".


Alena langsung pergi ke rumah genzy.alena mengetahui alamat rumah genzy dari ibu rossa.

__ADS_1


Di perjalanan alena terus memikirkan Kimora.


Sampai akhirnya alena sampai di depan rumah mewah genzy.


"Besar sekali rumah nya,pantas saja tante rossa memaksa kimora untuk menikah dengan lelaki itu".


Alena turun dari mobil nya dan dia melihat genzy yang mau keluar dari gerbang.


Alena langsung menghentikan mobil genzy.


Genzy langsung turun dari mobil nya.


"Dokter Alena Renita ?"


Genzy menurunkan sedikit kaca mata nya.


"Iya benar sekali saya Alena Renita dokter spesialis yang menangani Kimora letica".


"Ada perlu apa dokter ke sini".


"Saya, datang ke sini ingin memberitahu tentang keadaan kimora sekarang.boleh kah kita bicara di dalam rumah ?".


Mata alena terus tertuju ke arah pintu rumah.


"Oh, baik lah silahkan dokter kita bicara kan semuanya di dalam rumah saja".


Alena dan genzy langsung masuk ke dalam rumah itu.


Tidak ada yang aneh yang alena rasakan tidak seperti apa yang di bicarakan kimora.


Alena di persilahkan duduk menunggu genzy yang sedang memanggil mama sarrah.

__ADS_1


Alena terus memandangi setiap sudut rumah dan ruang.


Sampai akhirnya mama sarrah dan genzy datang menghampiri Alena.


"Selamat malam,Tante maaf saya malam-malam begini mengganggu istirahat kalian'.


Alena berbicara sambil tersenyum manis.


"Tidak menggangu sama sekali dokter.ada apa dokter dan bagaimana dengan kimora".


Alena melihat mama sarrah seperti nya sangat perhatian kepada kimora.


"Kimora ke adaan nya semakin membaik dia sudah tidak mengalami pendarahan lagi dan bisa jadi besok kimora sudah bisa pulang ke rumah ini".


Mama sarrah ngusap tangan di dada nya se akan menandakan dia sedikit tenang.


"Tapi,tante sebenarnya pendarahan di awal kehamilan itu sangat tidak baik.jadi Kimora harus extra menjaga kesehatan kandungan nya


Kimora harus selalu happy dia tidak boleh stres apalagi sampai menangis itu sangat berpengaruh terhadap kandungan".


Alena melirik ke arah genzy yang dari sejak dia menunduk kepala nya dan se akan dia yang bersalah.


"Iyaa,dok saya akan mencoba sebisa saya untuk menjaga Kimora lebih baik lagi dan saya pun akan minta suster untuk membantu kimora".


Alena langsung berdiri dan berpamitan untuk pulang.


"Yasudah hanya itu saja yang saya sampaikan saya pamit pulang karena sudah malam sekali".


Genzy masih saja menundukkan kepalanya tidak bergerak sama sekali.


Mama sarrah langsung menemani alena sampai ke gerbang.

__ADS_1


Alena membalikkan tubuhnya dan memandangi ke arah belakang rumah itu.


"Kimora aku akan membantu untuk membuka rahasia apa yang genzy simpan".


__ADS_2