
Putri Kimora terdiam di hadapan pintu tersebut, Putri Kimora seperti patung yang tidak bisa bergerak sama sekali.
Putri Kimora hanya terdiam dan tatapan mata nya memandangi pintu yang ada di hadapannya tersebut.
Genzy terus saja mencari Putri Kimora dia sudah tidak tahu lagi harus mencari Putri Kimora kemana karena halaman rumah yang sangat luas sekali.
Pintu yang tertutup rapat pun tiba-tiba terbuka begitu saja tampa di sentuh oleh Putri Kimora.
Genzy yang akhirnya melihat Putri Kimora pun langsung berlari dengan kencang menuju ke gudang belakang rumah tersebut.
Ketika Putri Kimora hendak masuk ke dalam ruangan tersebut, Genzy menarik tangan Putri Kimora dia pun terkejut ketika melihat tangan mungil yang berwarna merah.
Tatapan mata Genzy pun langsung tertuju pada pintu yang sudah di kunci rapat tiba-tiba bisa terbuka begitu saja.
Genzy menutup kembali pintu tersebut dan mencari kunci yang dia sembunyikan.
Putri Kimora melihat Papa nya yang seperti sangat panik sekali.
Setelah mengunci pintu gudang tersebut, Genzy pun kembali menghampiri Putri Kimora.
"Sayaaaaang, kamu kenapa tangan kamu ini kenapa terluka seperti ini."
Genzy sangat panik sekali tapi dia tidak melihat wajah Putri Kimora yang terlihat kesakitan.
Genzy pun langsung mencium tangan Putri Kimora yang memang seperti bau darah manusia.
"Sayaaaaang, kamu merasa sakit tidak ? kamu merasa perih tidak tangan kamu ini."
Putri Kimora menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Aku tidak merasakan apa-apa koo Papa, aku tidak sakit dan aku tidak perih."
Genzy pun membawa Putri Kimora untuk mencuci tangan nya.
Genzy melihat tidak ada sedikit pun luka goresan di tangan mungil Putri Kimora.
"Papa, apa yang papa sembunyikan di dalam ruangan tadi?. Kenapa Papa seperti sangat panik sekali ketika pintu ruangan itu tiba-tiba langsung terbuka tanpa harus aku menyentuh nya."
Genzy langsung terkejut mendengar pertanyaan dari Putri Kimora, dia tidak pernah menyangka jika Putri Kimora bisa bertanya seperti itu kepada nya.
"Papa menyimpan barang yang sangat berharga di ruangan tersebut, dan Papa sangat ketakutan sekali barang tersebut menghilang makanya Papa menyimpan nya di sana agar tidak ada seseorang yang menemukan nya."
__ADS_1
Selesai membersihkan tangan Putri Kimora, Genzy pun langsung mengendong Putri Kimora untuk menuju ke dalam mobil nya.
"Tapi di dalam ruangan itu ada wanita loh Pap, dia memakai baju putih seperti pengantin wajah nya sangat pucat sekali Pap dia seperti nya sangat sedih sekali berada di dalam ruangan itu."
Genzy tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Putri Kimora, tidak ada satu pun wanita yang ada di dalam rumah nya.
Semenjak mereka pindah rumah yang menjaga rumah tersebut adalah semuanya lelaki
Genzy pun langsung melamun seketika ketika mendengar perkataan dari Putri Kimora.
Melihat Papa nya yang seperti kebingungan Putri Kimora pun mencoba mengalihkan pembicaraan nya.
"Papa ini rumah siapa Pap,? rumah ini sangat mewah sekali Pap. Apakah ini adalah rumah Papa juga?."
Genzy merasa sudah seharusnya Putri Kimora mengetahui nya tentang rumah ini.
"Ini adalah rumah Papa dan Ibu setelah menikah dan sampai Ibu hamil 8 bulan kamu sayaaaaang."
Putri Kimora terus saja memperhatikan rumah tersebut walaupun hanya dari luar.
"Papa di kamar itu juga wanita itu sering sekali berdiri di depan jendela kamar itu, wanita itu sering sekali memandangi yang ada di sekitarnya."
Genzy merasa ada keanehan yang di miliki oleh Putri Kimora.
"Ayoo Pap kita pulang sekarang juga yaa, kasihan Ibu menunggu aku pulang."
Genzy pun langsung membawa Putri Kimora pulang, dan pandangan mata Putri Kimora tertuju pada kamar tersebut.
Kamar yang pernah di pakai tidur oleh Ibu nya dan Alena.
Wanita bergaun putih tersebut melambaikan tangan nya kepada Putri Kimora sambil tersenyum.
Putri Kimora langsung terkejut sekali ketika melihat wanita yang sering dia lihat bersedih sekarang bisa tersenyum manis kepada nya.
Putri Kimora melambaikan tangan nya dan juga ikut tersenyum.
Genzy merasa tidak nyaman sekali ketika dia melihat sikap Putri Kimora.
Dia melambaikan tangan nya dan mata tertuju pada kamar yang jelas-jelas kosong tidak ada siapapun.
Tapi Genzy pun langsung terkejut ketika melihat jendela kamar tersebut yang tiba-tiba saja terbuka lebar.
__ADS_1
"Putri Kimora, apakah kamu baik-baik saja sayaaaaang. Apa kamu sedang demam sampai kamu berhalusinasi seperti itu."
Genzy memegang kening Putri Kimora yang tidak demam sama sekali, Genzy pun berpikir sejenak jika mungkin Putri Kimora sedang berhalusinasi seperti selayaknya anak di usia nya.
Genzy kembali memegang ke dua tangan Putri Kimora, dia kembali memastikan jika tidak ada luka di tangan Putri nya tersebut.
"Papa, apakah Tante Alena pun pernah tidur di kamar itu. Kamar itu di tidurkan oleh banyak wanita dan mungkin dia merasa sangat marah sekali."
Perkataan Putri Kimora yang semakin tidak masuk akal karena Putri Kimora tidak pernah tahu dengan apa yang pernah terjadi sebelumnya di dalam rumah tersebut.
Tatapan mata Genzy pun langsung tertuju pada pintu yang sudah di kunci rapat tiba-tiba bisa terbuka begitu saja.
Genzy menutup kembali pintu tersebut dan mencari kunci yang dia sembunyikan.
Putri Kimora melihat Papa nya yang seperti sangat panik sekali.
Setelah mengunci pintu gudang tersebut, Genzy pun kembali menghampiri Putri Kimora.
"Sayaaaaang, kamu kenapa tangan kamu ini kenapa terluka seperti ini."
Genzy sangat panik sekali tapi dia tidak melihat wajah Putri Kimora yang terlihat kesakitan.
Genzy pun langsung mencium tangan Putri Kimora yang memang seperti bau darah manusia.
"Sayaaaaang, kamu merasa sakit tidak ? kamu merasa perih tidak tangan kamu ini."
Putri Kimora menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Aku tidak merasakan apa-apa koo Papa, aku tidak sakit dan aku tidak perih."
Genzy pun membawa Putri Kimora untuk mencuci tangan nya.
Genzy melihat tidak ada sedikit pun luka goresan di tangan mungil Putri Kimora.
"Papa, apa yang papa sembunyikan di dalam ruangan tadi?. Kenapa Papa seperti sangat panik sekali ketika pintu ruangan itu tiba-tiba langsung terbuka tanpa harus aku menyentuh nya."
Genzy langsung terkejut mendengar pertanyaan dari Putri Kimora, dia tidak pernah menyangka jika Putri Kimora bisa bertanya seperti itu kepada nya.
"Papa menyimpan barang yang sangat berharga di ruangan tersebut, dan Papa sangat ketakutan sekali barang tersebut menghilang makanya Papa menyimpan nya di sana agar tidak ada seseorang yang menemukan nya."
Putri Kimora hanya terdiam saja ketika dia mendengar penjelasan dari Papa nya.
__ADS_1