
Setelah melihat Mama nya keluar dari ruangan tersebut dengan penuh emosional. Genzy ngambil foto Ayana yang sedang tersenyum.
"Aku akan selalu mencintaimu karena kamu cinta pertama dan terakhir ku selama nya, aku tidak akan membiarkan siapapun yang mengatakan semua rahasia ku ini, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita berdua."
Genzy mencium foto Ayana dan menyimpan nya kembali, setelah kejadian itu Genzy seakan tidak peduli lagi terhadap Kimora dan bayinya dia sedikit pun tidak mau melihat istrinya tersebut.
Genzy lebih memilih untuk menyibukkan diri nya sendiri dengan mengambil banyak pekerjaan sampai harus pergi ke luar kota.
*****
Sarrah merasa sangat kecewa sekali dengan sikap putra nya tersebut, dia binggung harus berbuat apa.
"Seperti nya aku harus kembali ke Rumah Sakit, aku ingin melihat Kimora dan bayi nya. Bagaimana pun juga bayi itu adalah cucu pertama ku."
Sarrah bergegas untuk pergi kembali ke Rumah Sakit sejahtera dia tidak peduli jika harus di usir asalkan dia bisa melihat Kimora dan bayinya.
Di Rumah Sakit Alena terus memandangi wajah cantik bayi yang tidak berdosa itu.
__ADS_1
"Anak ku sayang, anak ku yang malang. Tante janji akan merawat kamu seperti anak ku sendiri sayaaaaang. Kamu harus bahagia yaa sayang bersama dengan Tante dan Ibu kamu."
Suster Diana menghampiri Dokter Alena, dia melihat Dokter Alena terlihat sangat sedih sambil memandangi bayi Kimora.
"Dok, kita harus memikirkan nama yang indah untuk bayi yang luar biasa ini."
Dokter Alena langsung terdiam sambil tersenyum manis.
"Nama apa yang bagus untuk anak perempuan ini yaa, aku sedang memikirkan nya."
"Bagaimana kalau kita nama kan saja Letica, nama belakang dari Ibunya Kimora Letica, karena jika kita dia bersama dengan Genzy pasti di beri nama Ayana atau Aliya."
Dokter Alena masih terdiam seakan masih memikirkan nama yang bagus untuk bayi itu.
"Hmmmm bagaimana dengan Mutiara Letica, kita bisa memanggil dengan sebutan Tiara karena dia begitu sangat berharga seperti Mutiara."
Suster Diana langsung tersenyum seakan menyutujui nama tersebut.
__ADS_1
"Mutiara Letica, cantik sekali nama nya Dokter nanti kita beritahu kepada Orang tua Kimora."
Ketika Suster Diana pergi meninggalkan Alena. Sarrah langsung mengambil kesempatan ini dia berlari menghampiri Alena.
Dokter Alena di buat terkejut dengan kedatangan Mama nya Genzy terus.
"Dokter Alena, bagaimana keadaan Kimora dan bayi nya. Maaafkan saya yang baru bisa datang ke sini yaa dan maafkan juga sikap dingin putra saya Genzy."
Alena langsung tersenyum sinis kepada Sarrah.
"Kenapa harus meminta maaf kepada saya, minta maaf kepada orang tua Kimora. Tante saya nggak tau apa yang terjadi yang bisa membuat Kimora menjadi histeris ketakutan ketika dia sadar saya nggak bisa menanyakan apa yang dia lihat di kamar itu karena ketika saya masuk ke ruangan itu hanya ada patung boneka perempuan yang berukuran seperti manusia. Tapi saya rasa bukan itu yang di lihat oleh Kimora seperti nya Genzy sudah menggantikan nya."
Alena langsung meninggalkan Sarrah di depan ruangan bayi. Sarrah langsung melihat bayi yang sedang di lihat oleh Alena.
"Apakah bayi mungil itu adalah putri Kimora, cucu pertama ku. ohhhh kamu cantik dan gemas sekali, lalu bagaimana dengan Kimora jika keadaan seperti itu dia belum bisa melihat anaknya tersebut."
Sarrah terus memandangi wajah cantik bayi mungil itu.
__ADS_1