
Kimora di bawa ke sebuah restoran yang tidak jauh dari rumah itu, Dokter Rian masih di buat kebingungan apa maksud dari kedatangan Kimora untuk pergi ke rumah itu.
"Kimora ayo kita bersantai terlebih dahulu yaa, perasaan dan pikiran aku masih sangat kacau ketika melihat kejadian tadi."
Dokter Rian langsung meminum jus buah yang ada di hadapannya untuk sedikit membuat hati nya sedikit tenang.
Kimora memperhatikan terus handphone yang di tangan nya di seperti ingin menghubungi seseorang.
Dokter Rian terus memperhatikan Kimora dia takut tiba-tiba Kimora despresi karena sudah pulang dari rumah tersebut.
Dokter Rian, memberikan jus strawberry untuk Kimora dan Kimora pun langsung meminum nya.
"Terimakasih Dokter Rian," ucap Kimora tapi matanya tetap memandangin handphone.
"Apa itu adalah handphone baru,? kamu belum untuk mengoperasikan nya.?"
Dokter Rian mencoba untuk mendekati Kimora, tapi Kimora memilih untuk memasukkan handphone tersebut ke dalam tas nya.
__ADS_1
"Ini adalah handphone baru pemberian dari Mama Sarrah, dia begitu sangat baik sekali dengan aku."
Kimora melihat mobil yang lewat di hadapan nya, seperti dia mengenal mobil tersebut.
Dokter Rian langsung menyadari jika mobil yang berjalan di hadapan mereka itu adalah mobil Dokter Alena.
Dokter Rian langsung melirikan mata kepada Kimora, dia langsung berpikir jika Dokter Alena pergi menuju rumah tersebut.
Dokter Rian merasa ini adalah saat Kimora tau tentang penghianat cinta yang di lakukan oleh sahabat nya sendiri, tapi Dokter Rian hawatir kondisi Kimora akan kembali ke awal pertama dia despresi.
"Kimora ada apa,? seperti nya kamu sedang memperhatikan sesuatu,?"
"Hmmmm, tidak ada aku hanya merasa kenal dengan mobil yang tadi melewati di depan kita."
Kimora mulai merasa tidak nyaman dia meminta Dokter Rian untuk segera pergi dari restoran ini dan melanjutkan perjalanan ke rumah nya itu.
"Dokter Rian, aku ingin kita pergi kembali ke rumah itu. Entahlah aku merasa ingin sekali ke sana."
__ADS_1
Dokter Rian langsung menduga jika perasaan peka nya seorang istri yang sangat kuat sekali terhadap suaminya.
Dokter Rian mengikuti apa yang di katakan oleh Kimora, dia pun langsung bergegas pergi ke dalam mobil nya kembali.
Wajah Kimora terlihat sangat tegang sekali, dia seperti sedang mengalami kecemasan yang sangat luar biasa.
Dokter Rian meminta Kimora untuk menenangkan pikiran dan perasaan nya terlebih dahulu karena dia takut terjadi sesuatu antar Dokter Alena dan Suaminya.
Dokter Rian berharap Dokter Alena tidak lama di dalam rumah itu dan segera pulang ketika Kimora datang ke rumah itu.
Dokter Rian sengaja memperlambat laju kecepatan mobilnya, dia ingin mengulur-ulur waktu agar tidak cepat sampai ke rumah itu.
"Kimora apa yang akan kamu lakukan ketika sampai di rumah itu,? apa kamu akan bertemu dengan suami dan membicarakan tentang hubungan kalian ke depannya."
Kimora menggeleng kan kepalanya.
"Tidak, aku ingin masuk ke ruangan itu ruangan yang ada di belakang rumah itu. Ruangan yang menyimpan semua rahasia yang selama tidak pernah terbongkar kan,"
__ADS_1
Dokter Rian menghelakan nafas panjang nya, dia tidak habis pikir dengan apa yang di katakan oleh Kimora. Terlihat dari depan saja rumah itu sudah sangat menyeramkan sekali apalagi harus pergi ke belakang rumah itu.