Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *361*


__ADS_3

Dokter Rian memberhentikan mobil nya dan Alena pun sangat terkejut sekali ketika melihat mobil yang berhenti di depan nya.


"Alena kamu baik-baik saja kan,? kenapa kamu bisa keluar dari rumah itu."


Dokter Rian membukakan pintu mobil nya, agar Alena bisa masuk ke dalam mobil nya.


Alena hanya terdiam saja dia menahan rasa sakit di kaki nya.


Dokter Rian memilih untuk turun dari mobil nya, dan menghampiri Alena. Dia melihat kaki Alena yang terluka sampai berdarah.


"Kaki kamu terluka dan berdarah seperti ini kenapaaaaa,?"


Dokter Rian langsung membuka pintu belakang mobil nya dia menyuruh Alena untuk masuk ke dalam.


Dokter Rian mencoba untuk membersihkan luka yang ada di kaki Alena, Alena pun merasakan kesakitan sekali tapi dia mencoba untuk menahan nya.


Dokter Rian membersihkan nya dengan alkohol tapi aneh tidak goresan luka di kaki Alena, tapi darah itu terus saja ada.


"Alena apa yang sudah kamu lakukan di sana, di kaki kamu tidak ada luka sedikitpun. Tapi kenapa telapak kaki mu penuh dengan darah segar seperti ini."


Dokter Rian memilih untuk langsung memasang kan perban ke kaki Alena.


"Aku akan menikah dengan Genzy, aku akan bisa bersama dengan Genzy."


Ucap Alena dengan penuh semangat dan tersenyum manis.


"Apa maksud ucapan kamu itu Alena,? kamu sedang berhalusinasi kah?."


Dokter Rian seperti tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Alena.


"Aku akan menikah dengan Genzy secepatnya, Genzy tidak bisa menolak nya."


Ketika sudah di obati oleh Dokter Rian, Alena pun langsung keluar dari mobil itu dan mencoba untuk berjalan menuju ke mobil pribadi nya.


Dokter Rian hanya bisa terdiam saja dia pun memilih untuk pergi ke rumah Genzy.

__ADS_1


"Aku harus menemui Genzy apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua."


Dokter Rian pun memilih untuk pergi ke gerbang rumah tersebut tapi pegawai Genzy tidak memperbolehkan Dokter Rian untuk masuk ke dalam.


Dokter Rian mencoba untuk menghubungi nomer handphone Genzy tapi tidak ada jawaban nya.


"Nomber handphone nya aktif tapi kenapa dia tidak mau menjawab panggilan telephone ini, seperti nya memang terjadi sesuatu dengan mereka berdua."


Dokter Rian memilih untuk menunggu kedatangan Genzy keluar dari rumah nya.


"Genzy begitu sangat membenci Alena dan kenapa Alena bisa masuk ke dalam rumah itu, padahal yang masuk ke dalam rumah tersebut hanya Putri Kimora, Suster Diana dan Genzy dan kenapa Alena bisa masuk ke dalam."


Dokter Rian terus saja menuggu balasan dari Genzy, dan tiba-tiba gerbang rumah tersebut pun terbuka dan mempersilahkan Dokter Rian untuk bisa masuk ke dalam rumah tersebut.


Dokter Rian pun langsung memasukkan mobil nya ke dalam rumah tersebut.


Dokter Rian turun dari mobil nya dia tidak tahu harus pergi ke mana, tapi kecurigaan pun tertuju pada gudang belakang rumah tersebut.


"Seperti nya ini semua terjadi di dalam ruangan tersebut, dan sekarang Genzy pasti ada di dalam ruangan tersebut."


Dokter Rian memakai penutup telinga sehingga dia bisa fokus berjalan menuju ke gudang belakang rumah tersebut.


Di setiap jalan Dokter Rian menemukan gunting yang pernah di pakai Alena untuk melukai Kimora tapi dia mengabaikan nya.


Dokter Rian melanjutkan perjalanan nya dan tiba-tiba saja dia seperti melihat sosok wanita bergaun merah yang berjalan di hadapan nya.


Dokter Rian seketika langsung terkejut ketika melihat sosok wanita bergaun merah tersebut.


"Astaga siapa lagi itu bukan kah biasanya juga memakai gaun putih pengantin."


Dokter Rian berada di depan ruangan tersebut dia pun mencoba untuk membuka pintu gudang tersebut.


Dan Dokter Rian terkejut sekali dengan suasana di dalam ruangan tersebut.


"Astagaaaa indah sekali bernuansa putih bersih seperti kamar pengantin, bunga-bunga mawar putih yang sangat segar."

__ADS_1


Genzy mengetahui kedatangan Dokter Rian dan Dokter Rian menuju ke sebuah kamar yang di tutupi oleh tirai berenda bunga-bunga warna putih.


Dokter Rian membuka tirai tersebut dan langsung melihat Genzy yang menyenderkan tubuhnya di peti mati berwarna putih.


Langkah kaki Dokter Rian tiba-tiba saja langsung berhenti ketika melihat kondisi Genzy yang lemas seperti itu.


Genzy pun langsung mencoba untuk berdiri tegak dan menghampiri Dokter Rian.


"Terimakasih banyak kamu datang pada waktu nya, aku memang butuh teman untuk bercerita."


Dokter Rian pun menepuk pundak Genzy seperti mencoba untuk menenangkan pikiran Genzy.


"Tadi aku melihat Alena keluar dari rumah ini dengan kaki yang terluka dan banyak mengeluarkan darah segar, dan dia pun menceritakan semuanya jika dia akan segera menikah secepatnya dengan Genzy."


Genzy tidak kuasa menahan air mata dia pun membukakan peti mati tersebut ke hadapan Dokter Rian.


Dokter Rian sangat terkejut sekali ketika melihat jasad Ayana yang sudah di awetkan.


Dan Genzy pun yang sudah mengganti pakaian Ayana dengan yang baru dia memperlihatkan kedua kaki Ayana yang sudah terbakar.


Dokter Rian pun sangat terkejut sekali ketika melihat ada luka bakar di kedua kaki Ayana.


"Alena yang melakukan nya, dia mencoba untuk membakar jasad Ayana. Dan dia ngancam untuk ingin menikah dengan kuu dan dengan terpaksa aku pun mengikuti apa yang di inginkan."


Dokter Rian tidak percaya jika Alena bisa melakukan hal tersebut dia sangat berani sekali melakukan ini semua nya.


"Bagaimana bisa Alena masuk ke dalam rumah ini, bukan kah pengawalan di sini sangat ketat sekali."


Dokter Rian memilih untuk Genzy menutup kembali peti mati tersebut dia merasa tidak nyaman sekali melihat jasad Ayana.


Dokter Rian merasa sangat tidak tega sekali ketika melihat Ayana yang masih saja belum di kuburkan secara layak dan sekarang Alena berencana untuk membakar jasad Ayana.


"Alena datang dengan menyebut kan data Palsu, dia berkata kepada para pegawai yang menjaga jika dirinya adalah Kimora Letica seorang Dokter Specialis Kandungan di Rumah Sakit Sejahtera mantan istri Genzy. Dan itu yang membuat mereka mempersilahkan Alena untuk bisa masuk ke dalam rumah ini."


Dokter Rian merasa sangat salut sekali dengan kecerdikan Alena, Dokter Rian pun menyanyangkan kenapa dia tidak berhasil melakukan semua sampai selesai.

__ADS_1


Tapi Dokter Rian merasa ada yang di sembunyikan oleh Genzy, tidak mungkin hanya karena jasad Ayana yang terbakar dia sampai mau menikah dengan Alena.


Genzy terlihat sangat sedih sekali dia terus saja menangis di peti mati milik Ayana, menurut Dokter Rian Genzy sudah sangat parah sekali kondisi Genzy sudah tidak bisa di kendalikan lagi dia seperti sangat terpukul sekali.


__ADS_2