
Di perjalanan menuju rumah orang tua kimora.
Kimora tidak berbicara sama sekali dengan suaminya itu.
"Kimora,apa kamu tidak senang pergi ke rumah orang tua mu bersama suami mu ini".
Kimora langsung melirik ke wajah suaminya itu.
"Aku, merasa aneh aja.biasanya kamu lebih mementingkan pekerjaan mu.kalau mau ke rumah ibu dan ayah pasti aku duluan yang datang kamu menyusul pulang kerja".
Genzy tersenyum kepada istrinya itu.
"Kenapa,apa tidak boleh meluangkan waktu banyak-banyak untuk istri ku yang sedang hamil".
Kimora langsung tersenyum mendengar perkataan suami nya itu.
Sesampainya di rumah orang tua kimora.
Kimora merasa ragu untuk masuk ke dalam rumah orang tua nya itu.
"Aku takut mas,ibu masih marah sama aku".
Kimora terdiam di dalam mobil seperti tidak ingin turun.
"Ayoo,kita ke dalam tidak baik kamu bersikap seperti itu kepada orang tua kamu".
Genzy langsung membukan pintu mobil nya itu.
__ADS_1
Kimora langsung turun dengan langkah kaki yang pelan.
Genzy langsung merangkul Kimora untuk bisa lebih tenang.
Genzy langsung mengetuk pintu rumah orang tua kimora.
Dan ibu kimora langsung membuka kan pintu nya.
"Genzy, kimora ayo silahkan masuk".
Genzy menuntun tangan kimora dan segera masuk ke dalam rumah.
Mereka pun langsung mengobrol di ruangan tamu.
Kimora hanya terdiam saja dia bicara bila ada yang bertanya kepada nya.
Alena langsung berniat pergi ke rumah kimora.
"Pasti ada sesuatu yang genzy rencana kan.aku harus segera pergi ke sana sebelum kimora dan genzy datang ke rumah sakit".
Alena langsung berangkat pergi ke rumah genzy dengan mobilnya.
"Aku harus cepat,suster diana pasti ada di rumah itu".
Sesampainya Alena di depan rumah genzy dia memparkirkan mobil nya di depan gerbang rumah genzy.
Alena beralasan datang untuk menemui suster diana agar satpam bisa mempersilahkan dirinya masuk.
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa masuk juga ke dalam rumah misterius ini.sebenarnya aku malas sekali datang ke rumah ini lagi.mengerikan sekali di balik rumah mewah ini.mereka menyimpan dua peti mati di belakang rumah nya".
Alena langsung berjalan menuju ke arah belakang rumah itu.
Baru sampai taman bunga mama sarrah.
Alena melihat banyak orang yang sedang ada di belakang rumah itu.
Alena melihat dari arah kejauhan.
"Apa itu yang mereka masukan ke dalam ruangan itu".
Alena memperhatika dengan teliti sekali.
Ternyata mereka mengeluarkan tumpukan bunga-bunga yang sudah layu dan mengganti nya dengan bunga-bunga yang segar.
"Bunga mawar putih, sebanyak itu untuk apa yaa.jadi sekarang genzy sudah tidak lagi memberikan mawar putih setiap hari nya".
Alena semakin mendekat tapi mata tertuju pada sebuah ruangan seperti kamar yang di gembok di samping taman bunga mama sarrah.
"Ini kamar yang pernah di ceritakan Kimora.memang sedikit aneh tapi kenapa harus di gembok segala".
Alena mengabaikan kamar itu dia tetap fokus melihat apa yang terjadi di ruangan belakang rumah itu.
"Begitu berarti kah ruangan itu.sampai harus di masukan bunga-bunga segar selalu.waktu itu aku lihat bunga-bunga itu di masukkan ke dalam peti mati itu.apa itu ruangan yang penuh kenangan buat Ayana dan almarhum ayah genzy.".
Alena masih terus memandangi dari jarak jauh.
__ADS_1