
Setelah melihat foto-foto nya yang terjatuh dan terbagi menjadi dua, Genzy pun langsung membawa foto tersebut ke dalam kamar nya.
Dia membuka bingkai foto nya dan mengambil foto nya.
"Kenapa foto nya bisa terjatuh dan terbelah seperti ini yaa, padahal tidak ada apa-apa."
Genzy menyimpan foto tersebut di meja tempat Kimora berias diri, dia pun langsung memejamkan mata nya untuk beristirahat tapi sesuatu seperti terjadi.
Genzy merasa ada seseorang di samping tempat tidur nya, dia seperti di temani oleh seseorang.
Genzy pun mencoba untuk membuat mata nya secara perlahan, tapi tidak ada apa-apa di sebelah tempat tidur nya tersebut.
Genzy pun langsung terbangun di merasakan ketidaknyamanan di malam ini.
"Kenapa aku jadi tidak nyaman tidur di kamar ini yaa, padahal biasanya biasa-biasa saja."
Genzy beranjak dari tempat tidurnya dia meninggalkan kamar tersebut pindah ke kamar Mama Sarrah.
Ketika dia mau membuka pintu kamar dia seperti melihat bayangan putih di depan kamar Ayana.
__ADS_1
Genzy terus-menerus memperhatikan nya dia hendak menghampiri bayangan putih tersebut tapi bayangan itu seketika menghilang.
"Apa ini apakah aku sedang berhalusinasi malam ini, seperti semua karena Kimora yang mau meninggalkan aku."
Genzy melangkah kaki nya dia masuk ke dalam kamar Mama Sarrah dan dia mulai bisa beristirahat dengan tenang di sana.
***
Keesokkan harinya Alena terbangun sangat pagi sekali dia langsung mengecek kehamilan nya.
"Hmmmmm, semoga saja hasilnya positif dan aku akan langsung membawa hasil nya pagi ini juga ke rumah Genzy."
"Ini kalau di tunggu lagi sampai tiga hari ke depan hasilnya pasti positif, dan akhirnya aku bisa memiliki Genzy. Dia tidak bisa berkutik lagi."
Alena pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah Genzy membawa kabar tersebut dan setelah itu dia pergi ke rumah sakit.
Setelah selesai berdandan Alena berniat untuk memberitahu kabar tersebut kepada Mama Sarrah dan Kimora agar Genzy dan Kimora bisa segera bercerai.
"Mereka harus tau kabar baik ini yang bisa membuat mereka yakin jika aku tidak main-main."
__ADS_1
Alena pergi ke Apartemen Mama Sarrah dan di buka kan oleh Suster Diana, wajah Suster Diana sangat datar ketika melihat wajah Alena.
"Silahkan masuk," ucap Suster Diana yang jutek nya.
Alena langsung masuk dan menghampiri Kimora dan Mama Sarrah yang sedang sarapan pagi.
Mereka pun mengetahui maksud dari kedatangan Alena tersebut.
"Bagaimana dengan hasil nya Alena,? apakah positif aku yakin pasti positif."
Kimora terlihat tersenyum manis sambil memandangi wajah Alena dan membuat Alena sangat risih.
"Yaa tentu saja hasilnya positif dan itu tanda nya kamu harus siap-siap bercerai dengan Genzy. Karena aku yang akan menjadi istri sah nya."
Mama Sarrah merasa sangat emosional sekali mendengar perkataan Alena tetapi di tahan oleh Kimora.
"Yaa, jika itu yang kamu inginkan aku siap meninggalkan Mas Genzy. Dan semoga hidup mu bisa sangat damai yaa Alena Renita perempuan murahan perebutan suami sahabat nya sendiri."
Kimora pun membuang air minum tepat di depan wajah Alena dia sangat emosional sekali melihat wajah Alena.
__ADS_1