
Alena masuk ke dalam kamar tersebut bersama dengan genzy tapi suster diana menunggu di luar kamar karena Alena sangat takut jika Genzy akan mengunci nya di dalam kamar tersebut.
Baru saja melangkah kan kakinya dia sudah terkejut dengan aroma bunga melati yang sangat menyengat dan membuatnya sedikit
pusing.
Alena terus memandangi wajah Genzy yang terlihat sangat tenang sekali kelihatan nya, seakan sudah menyiapkan sesuatu.
Alena terus melangkah kan kakinya, dia melihat nuansa putih di dalam ruangan tersebut. Dia melihat bunga-bunga mawar putih yang sangat segar sekali.
Dan tepat di depan nya sebuah kasur yang di tutupi dengan kelambu warna putih. Jantung Dokter Alena langsung berdegup sangat kencang.
Langkahnya semakin sangat berat sekali, pundak merinding begitu tangan nya yang mulai bergetar.
Dokter Alena memberanikan diri untuk membuka kelambu tersebut, dia buka perlahan-lahan dan terlihat seperti sepatu warna putih.
Dokter Alena mengatur nafas panjang dan langsung dengan cepat membuka kelambu tersebut.
Dokter Alena langsung terkejut melihat isi dalam kelambu tersebut, ternyata sebuah patung wanita yang berikan rambut serta memakai pakaian seperti manusia.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini, apa yang kamu lakukan dengan boneka tersebut. Apakah ini yang membuat Kimora pingsan dan harus mendapatkan perawatan khusus."
Dokter Alena bertanya kepada Genzy dengan sangat tegas sekali.
"Seperti nya seperti itu," ucap Genzy dengan sangat tenang sekali.
"Ahhhhhh, tidak mungkin hanya ini yang membuat Kimora terjatuh pingsan. Kamu pasti menyembunyikan sesuatu kan, aku tidak percaya."
Genzy tersenyum dan menyentuh manis bibir Dokter Alena.
"Kamu ternyata cantik sekali yaa, Dokter Alena Renita tidak salah Kimora pernah cemburu dengan kamu."
Alena langsung berjalan pergi ke luar, dia merasa sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi yang di bicarakan oleh Genzy.
Alena langsung membalikkan wajahnya dia tidak mau memandangi wajah Genzy.
"Jika kamu mau tahu semuanya, datang besok malam ke sini. Maka kamu akan tahu semuanya tapi hanya untuk kita berdua."
Alena langsung terkejut tipis mendengar perkataan dari Genzy.
__ADS_1
"Apa maksudnya hanya kita berdua,? agar kamu bisa bebas menghabiskan aku tidak ada orang yang mengetahui nya. Maksud nya begitu kan."
Alena langsung melepaskan tangan Genzy yang memegang erat tangan nya, tapi Genzy langsung memeluk erat tubuh Alena. dan membelai lembut rambut panjang nya.
"Diam, bukan kah ini yang kamu inginkan. Dokter Alena."
Dokter Alena langsung melepaskan pelukan erat Genzy dan menampar pipi nya sampai dua kali.
Plaaakkkk,,,,,,, Plaaakkkk
"Istri mu sedang berjuang di Rumah Sakit, sedangkan kau mencoba untuk merayu ku. kau benar-benar tidak punya perasaan."
Alena langsung segera meninggalkan tempat tersebut.
"Dokter Alena Renita. Kamu sangat berani sekali untuk menjatuhkan diri ku ini. Aku jadi menyukai mu, dan lihat saja apa yang akan aku lakukan dengan kamu besok malam."
Alena masih saja mengingat apa yang di lakukan oleh Genzy di dalam ruangan tersebut dan membuat nya lebih memilih untuk diam di depan Suster Diana.
"Ayoo kita kembali ke Rumah Sakit, aku hawatir dengan keadaan Kimora."
__ADS_1
Suster diana langsung mengikuti apa yang Dokter Alena katakan kepada nya.
"Baik, Dokter Alena."