Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (268)


__ADS_3

Putri Kimora mulai merasa kesal kembali ketika dia tidak boleh bertemu dengan Om baik.


"Tapi aku rasa Om itu baik Suster, dia tidak jahat buktinya dia memberikan coklat, balon, dan setangkai bunga mawar putih untuk banyak anak-anak yang ada di sana."


Suster Diana lebih memilih untuk diam karena dia tidak mau menyakiti hati Putri Kimora, dengan ucapan nya yang melarang dia untuk bertemu dengan Genzy atau yang di sebut Putri Kimora Om baik.


****


Di tempat yang lain Kimora dan Dokter Rian yang sedang bersama an, Dokter Rian mengajak Kimora untuk bisa menghabiskan waktu bersama an berdua.


"Kimora bagaimana kalau kita makan dulu, nanti kita baru balik lagi ke rumah sakit."


Dokter Rian mengandeng tangan Kimora dan membuat Kimora merasa sangat malu sekali.


"Apasih, jangan gini juga malu loh di lihat orang-orang ihhh."


Kimora melepaskan gandengan tangan Dokter Rian tapi Dokter Rian malah merangkul Kimora dengan mesranya dan tersenyum.


Mereka pun saling bertatapan wajah tapi Kimora memalingkan wajahnya.


Dokter Rian terlihat sangat senang sekali dia melakukan ini karena dia mempunyai perasaan yang terdalam terhadap Kimora.


Mereka berdua langsung masuk ke dalam restoran yang tidak jauh dari Rumah Sakit tersebut, mereka pun memilih untuk berjalan kaki menuju ke Restoran tersebut.


Mereka duduk berhadapan dengan senyuman manis yang di berikan Kimora untuk Dokter Rian.


"Mau sampai kapan kita seperti ini terus, Kimora aku sudah menunggu kamu lima tahun lama nya. Kamu masih saja belum bisa memberikan jawaban."


Dokter Rian yang sudah bertemu kembali dengan Genzy, merasa sangat hawatir sekali jika Kimora kembali ke dalam pelukan Genzy. Dia berharap bisa mendapatkan Kimora secepatnya.


"Dokter Rian, aku belum bisa membuka pintu hati ku ini. Karena pengalaman masa lalu itu masih membekas sekali di hati aku dan aku juga tahu, jika Dokter Rian adalah seorang lelaki yang sangat baik sekali tapi aku belum bisa melupakan semua nya."


Dokter Rian melihat Kimora yang masih di hantui oleh bayang-bayang di masalalu bersama dengan Genzy.

__ADS_1


Dokter Rian pun memegang tangan Kimora dan mengelus lembut tangan nya tersebut, dan tiba-tiba Dokter Rian mencium tangan Kimora.


Membuat Kimora terkejut sambil memandangi wajah Dokter Rian.


"Hmmmm, aku sangat sayang kamu Kimora Letica. Kamu adalah perempuan yang kuat dan tangguh tidak ada perempuan yang sama seperti kamu."


Kimora merasa sangat tidak nyaman sekali, dia memilih untuk menundukkan kepalanya.


Dokter Rian masih saja memegang tangan Kimora, dia terus menciumi tangan Kimora.


"Sudah ihhh, memalukan sekali di lihat banyak orang loh. Kita bukan anak muda kita udah jadi om-om dan tante-tante."


Dokter Rian akhirnya melepaskan tangan Kimora, Dokter Rian yang semakin berani terhadap Kimora.


Mereka pun langsung menikmati makanan yang datang.


"Ayooo Kimora makan yang banyak yah, kamu harus kuat dan sehat menghadapi semua musuh-musuh kamu di luar sana."


"Musuh-musuh ?, memang nya ada seseorang yang sedang mengincar aku sekarang hah?."


Kimora terlihat sangat panik sekali dan membuat Dokter Rian merasa salah bicara.


"Hmmmm, maksud aku gini loh Kimora. Kita harus hati-hati jangan sampai lengah apalagi kita harus melindungi Putri Kimora."


Kimora langsung mengingat kembali kejadian tadi pagi di saat Putri Kimora mengetahui foto pernikahan nya.


Kimora langsung merasa sangat hawatir sekali, jika sampai di suatu tempat Putri nya bertemu dengan Genzy.


Dokter Rian melihat Kimora langsung melamun dan berhenti untuk makan, Kimora terus melamun sambil memegang tangan nya yang mulai bergetar hebat.


Melihat tangan Kimora yang sudah bergetar, Dokter Rian memilih untuk segera pergi dari Restoran tersebut.


Dan membawa Kimora masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Putri Kimora terus saja ingin bertemu dengan Genzy kembali dan membuat Suster Diana merasa sangat pusing sekali dengan ucapan nya.


Suster Diana tidak bisa mengikuti apa yang Putri Kimora inginkan karena Kimora yang awalnya seperti mengijinkan mereka untuk bertemu tapi kenyataannya foto pernikahan Genzy pun di coret oleh Kimora.


"Sayaaaaang, sebentar lagi kita akan sampai di rumah jangan cemberut begitu sayang. Nanti di rumah kita belajar ulang yang sudah di lakukan di sekolah tadi yah."


Putri Kimora menggelengkan kepalanya sambil cemberut.


"Aku ingin pergi kembali ke taman hiburan itu Suster Diana, aku ingin bertemu dengan Om baik. Aku ingin sekali bertemu dengan dia lagi."


Suster Diana merasa harus menceritakan semuanya ini dengan Dokter Rian, karena dia tidak mau mengambil resiko sendiri an.


"Iyaa tapi kan, taman hiburan itu hanya ada di tanggal 5 sedangkan bulan depan itu tanggal 5 ada hari kelahiran kamu sayang jadi nggak mungkin bisa dong sayaaaaang."


Mereka pun akhirnya sampai di depan Apartemen mereka, Suster Diana langsung menggenggam erat tangan mungil Putri Kimora ketika mereka turun dari mobil sampai di Apartemen.


Putri Kimora masih saja cemberut dan dia terdiam sambil berlari ke dalam kamar nya.


"Yaa Tuhan, apa yang harus aku lakukan yah. Dia benar-benar ingin sekali bisa bertemu dengan Ayah kandung nya. Tapi bagaimana dengan Bu Kimora terkadang aku merasa sangat kasihan sekali dengan Putri Kimora hanya karena Ayah kandung nya memiliki sifat yang tidak normal dia jadi di jauhkan dari Ayah kandung nya sendiri."


Suster Diana hanya terdiam sambil memperhatikan Putri Kimora yang duduk di atas tempat tidur nya sambil memeluk erat boneka kesayangan nya.


Suster Diana merasa sangat khawatir sekali dengan Putri Kimora dan memilih untuk menghampiri nya di kamar.


Suster Diana pun langsung duduk di samping Putri Kimora, tapi Putri Kimora hanya terdiam saja tidak berbicara sedikit pun dengan Suster Diana.


"Sayaaaaang, Suster tahu kamu sekarang pasti sangat sedih sekali tapi coba deh di pikirkan lagi Om baik itu siapa,? kita nggak kenal loh sama dia sayaaaaang. Apalagi Ibu Kimora itu sangat sayang sekali dengan kamu jadi membuat Suster Diana harus bisa menjaga kamu dari orang-orang yang tidak kamu kenal demi ingin menjaga putri kesayangannya."


Suster Diana langsung memeluk erat Putri Kimora, dia mencium kening Putri Kimora.


"Tapi aku ingin bertemu lagi Suster sekali saja Suster, aku janji aku nggak akan minta untuk bertemu lagi dengan Om baik itu."


Suster Diana melihat tatapan mata yang penuh dengan harapan besar pada Putri Kimora, Suster Diana merasa sangat tidak tega sekali dan merasa jika memang sudah saat nya Genzy bertemu dengan Putri Kimora.

__ADS_1


__ADS_2