
Melihat kondisi Genzy yang terus menerus menangis membuat Dokter Rian merasa sangat kebingungan sekali untuk menghadapi nya.
"Bangun lah jangan seperti ini, jangan menangis orang yang sudah tiada. Mungkin memang sudah jalan kamu bersama dengan Alena."
Genzy seakan tidak mempedulikan kata-kata Dokter Rian dan Dokter Rian pun mutuskan untuk pergi.
Ketika Dokter Rian pergi Genzy mulai mau berbicara kembali kepada nya.
"Bagaimana tidak aku menangis aku menikah dengan wanita yang hampir saja membuat nyawa mantan istri kuu hilang di tangan nya dan juga wanita yang pernah menculik Putri Kimora."
Genzy memegang kepalanya dengan kedua tangan nya.
"Putri Kimora pasti sangat membenci sekali Alena, dan di harus melihat Papa menikah dengan wanita yang dia pikirkan jahat sekali."
Dokter Rian kembali menghampiri Genzy dia terlihat begitu sangat terpukul sekali.
"Dan juga bagaimana perasaan Bu Sarrah ketika mengetahui ini semua semoga saja dia tidak semakin despresi."
Genzy melupakan perasaan Mama nya dia semakin tidak tahu harus bagaimana lagi.
"Genzy sebernarnya apa ancaman dari Alena,? apa kah dia hanya mengancam membakar jasad Ayana jika iya mungkin sudah waktu nya kamu melerakan kepergian Ayana untuk selamanya."
Genzy tidak mau mengatakan hal yang sebenarnya terjadi, Alena menemukan kemeja putih nya yang di penuhi oleh darah.
Jika Genzy mengatakan semuanya kepada Dokter Rian, maka dengan mudah nya dia membawa dirinya ke dalam penjara.
Jika Genzy di penjara dia akan kehilangan semua nya, dia tidak bisa melihat orang-orang yang di sayang.
"Aku masih belum bisa berpisah dengan Ayana, aku masih ingin bersama nya."
Dokter Rian yang merasa sangat percuma saja dia mencoba untuk memberikan pilihan kepada Genzy seperti nya hanya sia-sia saja.
"Aku permisi pulang dulu dan aku akan pergi ke Apartemen Kimora untuk menjelaskan semua nya. Agar Kimora bisa menyampaikan semuanya kepada Kimora secara perlahan karena acara pernikahan kalian berdua di laksanakan satu minggu lagi."
Genzy membiarkan Dokter Rian pergi dia hanya terdiam dan berharap Dokter Rian bisa membicarakan semua kepada Kimora.
__ADS_1
Dokter Rian keluar dari ruangan tersebut dan tiba-tiba saja ada sosok wanita yang sudah tua berada di hadapannya.
Dia membawa pisau kecil yang pernah Dokter Rian temukan di saat dirinya berjalan menuju ke gudang belakang rumah.
Dokter Rian tidak mau mengambil pisau kecil tersebut, dia memberanikan diri untuk mengabaikan sosok wanita tua tersebut.
Pandangan Dokter Rian terus saja memandangi fokus ke depan dia tidak mau membalikkan badan nya dan mendengarkan suara-suara aneh.
Dokter Rian akhirnya sampai di depan mobil nya dia pun langsung masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan rumah tersebut.
"Ahhhhhh, menyeramkan sekali ntah apa saja yang di lakukan Genzy di dalam rumah tersebut. Aku rasa semua mulai bangkit untuk meminta pertanggung jawaban dari Genzy."
Dokter Rian terlihat sangat bergetar sekali dia terus saja memegang pundak nya.
"Aku harus segera pergi Apartemen Kimora, aku akan mengajak Kimora untuk keluar dari Apartemen nya karena sangat bahaya sekali jika Putri Kimora mendengar perkataan ini."
Dokter Rian mulai merasa kondisi nya sudah sangat membaik karena dia yang sudah sangat jauh sekali dari rumah tersebut.
"Aku sudah tidak lagi merinding karena aku sudah menjauhkan diri kuu dari rumah tersebut."
Dokter Rian menuju ke Apartemen Kimora dia memilih untuk menyuruh Kimora keluar dari Apartemen nya.
Kimora yang sedang berada di dalam kamar nya melihat ada nya pesan masuk di handphone nya.
*Kimora, bisakah kamu keluar dari Apartemen mu sekarang juga. Ada hal yang sangat penting yang harus aku bicarakan cepat datang lah aku menunggu muu Kimora.*
Membaca pesan singkat dari Dokter Rian, Kimora pun langsung bersiap untuk pergi.
Dan Suster Diana mendengar suara Kimora membuka pintu kamar nya.
"Dokter Kimora,? kamu mau pergi ke mana ? ini sudah sangat larut malam sekali."
Suster Diana merasa sangat hawatir sekali ketika Kimora berniat untuk pergi.
"Aku harus bertemu dengan Dokter Rian, dia sedang menunggu di lantai dasar. Seperti nya ini sangat penting sekali."
__ADS_1
Kimora pun langsung pergi dari Apartemen nya dan Suster Diana hanya bisa memandangi kepergian Kimora.
"Semoga semua nya baik-baik saja, semoga ini tidak ada hubungan nya dengan Alena."
Suster Diana kembali masuk ke kamar Putri Kimora, dia ingin menemani Putri Kimora tidur.
Kimora begitu sangat tergesah-gesah sekali untuk menemui Dokter Rian.
Melihat Kimora datang Dokter Rian pun langsung membuka kan pintu mobil agar Kimora bisa langsung masuk ke dalam mobil nya.
Dokter Rian tidak mengerti harus memulai pembicaraan dari mana kenapa Kimora.
"Apa yang akan kamu bicarakan dengan kuu, aku sangat yakin sekali ini pasti pembicaraan yang sangat penting sekali."
Kimora menatap tajam ke arah Dokter Rian dia seperti sudah tidak sabar ingin mengetahui nya.
"Kimora, Minggu depan Genzy akan menikah dengan Alena Renita."
Mendengar perkataan Dokter Rian, membuat Kimora merasa tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar.
"Kamu bercanda kan, kamu hanya ingin membohongi aku saja kan. Tidak mungkin Mss Genzy mau menikah dengan Alena Renita dia merupakan musuh terbesar Mas Genzy."
Wajah Kimora terlihat seperti sangat kebingungan sekali dia masih tidak percaya dengan perkataan Dokter Rian.
"Alena datang ke rumah itu dia ternyata mengikuti Genzy ketika Putri Kimora dan Suster Diana datang ke rumah itu dan mengatakan kepada salah satu pegawai yang ada di sana jika dia adalah kamu Kimora dia mengatakan semuanya agar bisa masuk ke dalam rumah tersebut."
Dokter Rian memegang tangan Kimora yang terasa sangat dingin sekali.
"Aku merasa sedih bukan karena aku tidak mau melerakan mereka berdua bersama, aku memikirkan bagaimana dengan perasaan Putri Kimora jika. dia mengetahui semuanya ini. Alena di sebut sebagai Tante Jahat dan Putri Kimora pasti sangat benci sekali."
Kimora memikirkan bagaimana cara nya dia memberitahu kan semua nya kepada Kimora.
"Alena dengan sangat berani dia masuk ke dalam gudang belakang rumah tersebut, dia membuka kunci nya dan masuk ke ruangan tersebut. Dan kamu tahu Kimora apa yang di lakukan oleh Alena dia berniat untuk membakar jasad Ayana dan itu alasan Genzy mau menikah dengan Alena Renita."
Mendengar cerita dari Dalam Rian dia merasa tidak percaya hanya karena permasalahan seperti itu.
__ADS_1
"Aku tidak percaya jika hanya itu alesan dari Mas Genzy, jika Alena berniat untuk membakar jasad Ayana maka Mas Genzy tidak mungkin diam dia pasti akan menyakiti Alena".
Dan ternyata apa yang di pikiran kan oleh Dokter Rian satu pemikiran dengan Kimora Letica.