
Ketika melihat Genzy dan Putri Kimora masuk ke dalam mobil nya, Alena pun mulai keluar dari persembunyian nya.
"Mereka akhirnya pergi juga sekarang aku bisa masuk ke dalam ruangan itu dan membakar jasad Ayana."
Alena begitu sangat sangat yakin sekali dengan rencana tersebut akan berhasil.
Ketika Alena mulai menjalankan rencana nya, Genzy tiba-tiba saja merasa perasaan nya tidak nyaman sekali.
Dia seperti ingin sekali kembali ke dalam rumah nya dan terus memandangi rumah nya.
Ketika Putri Kimora sudah masuk ke dalam mobil, Genzy pun langsung menghampiri Suster Diana yang berada di dalam mobil nya.
Genzy mengetuk kaca mobil nya dan menyuruh nya untuk keluar.
"Lebih baik kamu ikut saja bersama dengan kuu, aku hawatir sekali dengan keadaan kamu yang sedang sakit kepala seperti itu."
Alena pun mengikuti apa yang Genzy perintah kan dia memberikan kunci mobil nya kepada Genzy.
Alena berjalan menuju ke mobil Genzy sedangkan Genzy memasukkan mobil Alena ke dalam garasi rumah nya.
Genzy merasa sangat tidak tenang sekali tapi dia merasa sangat yakin tidak ada yang masuk ke dalam lingkungan rumah nya kecuali dirinya Putri Kimora dan Suster Diana.
Genzy keluar dari mobil nya dia harus mengantar Putri Kimora dan Suster Diana sampai ke Apartemen nya dengan selamat.
Putri Kimora hanya terdiam saja dia tidak ingin banyak bercerita kepada Genzy karena wajah Genzy yang sangat serius sekali.
Suster Diana menghawatirkan kondisi Alena dia sangat yakin sekali jika Alena sekarang berada di dalam rumah tersebut dan sedang menyiapkan rencana nya.
Terlihat sekali Genzy yang mungkin mempunyai kecurigaan dia menjalankan mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
Dan membuat Putri Kimora merasa sangat ketakutan sekali.
"Pap jangan terlalu cepat membawa mobil nya, aku takut sekali Pap."
Ucap Putri Kimora sambil memegang kencang sabuk pengaman nya.
Genzy akhirnya langsung memberhentikan mobil nya secara tiba-tiba.
"Maafkan Papa yaa sayang, Papa akan mengendarai mobil ini secara pelan-pelan."
__ADS_1
Genzy pun menepati ucapan nya dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan rendah sampai akhirnya sampai di gedung Apartemen mereka.
Suster Diana yang mengetahui keberadaan Dokter Rian sekarang sedang bersama dengan Dokter Kimora pun menyuruh Genzy untuk langsung pergi saja.
"Terimakasih banyak atas semua waktu nya, dan sudah mau mengantarkan kami pulang. Lebih baik Pak Genzy langsung pulang saja tidak usah mengantarkan sampai Apartemen semua nya pasti baik-baik saja."
Suster Diana menundukkan kepalanya ketika dia berbicara seperti itu kepada Genzy.
Suster Diana menghindari tatapan mata Genzy karena dirinya yang sedang menyembunyikan sesuatu kepada nya.
"Papa hati-hati yaa pulang nya, jangan seperti itu lagi yaa jangan kencang-kencang membawa mobil nya itu sangat bahaya sekali."
Putri Kimora memberikan perhatian kepada Genzy dan membuat Genzy sangat bahagia sekali.
"Iyaa sayang, Papa pergi dulu yaa kamu hati-hati yaa sayang."
Genzy mencium kening Putri Kimora dan langsung meninggalkan nya.
Suster Diana menghampiri Putri Kimora dan memegang tangan untuk segera pergi ke dalam.
Putri Kimora kembalikan badan nya dan melambaikan tangan nya kepada Papa nya.
Suster Diana hanya tersenyum dan langsung masuk ke dalam lift menuju ke Apartemen nya.
Suster Diana menekan tombol bell dan Dokter Rian pun langsung membukanya.
"Kalian berdua sudah pulang ternyata."
Suster Diana dan Putri Kimora pun langsung masuk ke dalam.
Putri Kimora memilih untuk berlari menuju ke dalam kamar nya dan Kimora pun langsung menyusul nya.
"Bagaimana dengan kondisi rumah tersebut,? apakah Putri Kimora menemukan sesuatu hal yang baru."
Suster Diana pun memilih untuk duduk berhadapan dengan Dokter Rian.
"Aku tidak masuk ke dalam rumah tersebut bersama dengan Putri Kimora dan Pak Genzy, karena tiba-tiba saja langkah kaki kuu terasa sangat berat sekali dan aku pun tiba-tiba sakit di bagian kepala."
Suster Diana masih merasakan pusing tersebut.
__ADS_1
"Tapi ketika kita menuju ke rumah tersebut aku sangat yakin sekali jika Alena mengikuti dengan mobil nya, ntah memakai cara seperti apa aku juga sangat yakin jika Alena bisa masuk ke dalam rumah tersebut."
Dokter Rian begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar cerita dari Suster Diana.
"Wahhhhh, hebat sekali Alena dia sungguh luar biasa berani. Tapi aku tidak tahu bagaimana jadinya jika Genzy menggagalkan rencana besar tersebut apa yang akan di lakukan Genzy terhadap nya."
Suster Diana pun terdiam dia merasa sangat ketakutan sekali.
"Aku tidak ingin lagi masuk ke dalam rumah besar itu, semua sangat menyeramkan sekali tiba-tiba saja Foto pernikahan Genzy dan Ayana terjatuh itu membuat aku sangat terkejut sekali."
Suster Diana menceritakan hal tersebut sambil memegang pundak nya yang merasa sangat merinding sekali.
Dokter Kimora menghampiri mereka berdua dan Suster Diana memutuskan untuk pergi menemani Putri Kimora sambil ingin bertanya-tanya dengan Putri Kimora.
Melihat Suster Diana pergi, Dokter Rian langsung memilih untuk pergi dari Apartemen Kimora.
"Aku pamit pulang dulu yaa Kimora kamu baik-baik di sini, jika terjadi sesuatu langsung saja hubungi aku."
Kimora hanya tersenyum dan membukakan pintu untuk Dokter Rian pergi.
"Hati-hati yaa Dokter Rian semoga selamat sampai tujuan."
Kimora menutup rapat pintu tersebut dan duduk di sofa sambil memikirkan bagaimana dirinya bersama dengan Dokter Rian ke depan nya.
Dokter Rian yang masuk ke dalam mobil nya langsung berpikir untuk tidak pulang ke rumah nya.
"Aku terus kepikiran bagaimana dengan kondisi Alena di dalam rumah Genzy, apakah dia akan baik-baik saja di sana."
Dokter Rian memilih untuk pergi ke rumah Genzy karena dia sangat ketakutan sekali Genzy melakukan sesuatu kepada Alena.
"Apa yang akan di lakukan oleh Alena yaa di dalam sana, apakah dia mengikuti saran kuu untuk menyingkirkan jasad Ayana dari rumah tersebut."
Dokter Rian pun akhirnya menemukan mobil Alena yang terpakir jauh dari rumah tersebut.
"Ini mobil Alena masih ada di sini ini tanda nya, Alena masih berada di dalam rumah itu."
Dokter Rian hanya memandangi dari jarak jauh dia tidak Genzy sampai tahu keberadaan nya. Ini bisa membuat rencana Alena menjadi gagal total.
"Aku harus tetap berada di sini semua demi keselamatan Alena, aku mendukung nya jika dia mempunyai rencana untuk mengeluarkan Jasad Ayana keluar dari rumah tersebut maka Genzy pun akan menjadi normal dalam kehidupan nya."
__ADS_1
Dokter Rian mematikan mesin mobil nya dia terus saja memandangi dari jarak jauh