Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 93


__ADS_3

Sarrah langsung menghampiri keluarga Kimora, dia langsung meminta maaf kepada orang tua Kimora. Suster Diana yang sudah merasa sangat benci dengan keluarga Genzy lebih memilih untuk pergi ketika Sarrah datang.


"Ibu Rossa dan Bapak Dimas, saya meminta maaf atas semua yang sudah di lakukan oleh Putra saya Genzy, tapi saya akan bertanggung jawab atas perlakuan nya, saya akan membiayai pengobatan Kimora dan kebutuhan keseharian bayinya."


Ibu Kimora tidak kuasa menahan rasa sakit hati nya dengan apa yang sudah di lakukan oleh Genzy.


"Sebenarnya apa tujuan dari putra ibu menikahi putri sayaa, kenapa di saat putri saya sudah melahirkan anak nya dia tidak mau bertanggung jawab. Bukan kah dia dulu terlihat sangat mencintai Kimora?."


Sarrah hanya terdiam dia pun tidak tahu harus menjawab apa, karena Genzy tidak mengatakan apapun dia hanya terdiam saja.


"Saya tidak tahu harus menjawab apa, yang pasti saya meminta maaf kepada keluarga besar Kimora dan di mana Kimora, bagaimana dengan kondisi nya sekarang, dia baik-baik saja kan."


Alena langsung menghampiri Sarrah dan menarik tangan untuk bisa melihat keadaan Kimora.

__ADS_1


"Ayoo ikut saya Tante jika ingin bertemu dengan Kimora."


Sarrah mengikuti langkah Alena sampai di depan ruangan Kimora, terlihat Kimora sedang tertidur pulas.


"Tante bisa lihat dia seperti sedang tertidur pulas, padahal dia sedang di beri obat. Kimora tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri dia terus berteriak ketakutan sekali, sampai luka bekas operasi pun bermasalah. Bisakah tante mengatakan ini semua kepada Genzy, oh iyaa Tante tidak usah hawatir bayi Kimora akan saya urus bersama dengan Suster Diana di Apartemen pribadi saya dan saya sudah memberikan nama untuk putri cantik Kimora. Mutiara Letica karena anak itu sangat luar biasa berharga nya."


Sarrah mencoba mendekati Kimora, dia membelai rambut panjang Kimora dan berbisik di telinganya.


"Cepet sembuh sayaaaaang, cepat sehat kembali. Putri cantik kamu menunggu kamu dia ingin melihat wajah cantik ibunya."


"Ijinkan saya bisa bertemu dengan Kimora setiap hari. Karena bagaimanapun Kimora yang membuat saya sembuh dari despresi saya rasakan ketika kehilangan suami dan menantu saya Ayana."


Alena pun menganggukan kepalanya dan langsung berbicara.

__ADS_1


"Baiklah, semoga Tante juga bisa membantu proses kesembuhan Kimora agar dia cepat pulih dan bisa segera bercerai dengan Genzy, karena saya rasa sudah tidak ada yang harus di teruskan kembali dalam hubungan Kimora dan Genzy."


Sarrah hanya bisa pasrah mendengar perkataan dari Dokter Alena tersebut.


"Iyaa dengan berat hati mungkin memang jalan terbaik mereka berpisah walaupun saya sebenarnya tidak rela jika mereka harus berpisah."


Alena memilih untuk keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Sarrah bersama Kimora.


Sarrah menghampiri kembali Kimora dia memegang erat tangan Kimora, terlihat begitu sangat tulus perhatian yang Sarrah berikan kepada Kimora.


Dia terus memandangi wajah Kimora yang terlihat putih pucat


"Kamu harus kembali sehat Kimora, aku nggak mau harus kehilangan perempuan yang sangat aku sayangi, Mama sudah menganggap kamu itu seperti anak perempuan Mama. Mama sangat sayang sekali sama kamu Kimora Letica."

__ADS_1


Sarrah dengan berat hati harus meninggalkan Kimora, dia harus kembali ke Rumah nya.


Walaupun Sarrah sudah merasa tidak nyaman dengan Rumah tersebut.


__ADS_2