Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *309*


__ADS_3

Suster Diana pun langsung memilih untuk meninggalkan tempat tersebut.


Alena hanya bisa tersenyum manis ketika Suster Diana meninggalkan nya.


"Dia pergi, aku tidak butuh dia. Aku harus bahagia bersama dengan Genzy dan anak perempuan itu."


Riana hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menangis melihat sikap Alena yang seperti itu.


Suster Diana pun menangis sambil berjalan menuju ke mobil nya tapi beruntung lah dia bertemu dengan Dokter Rian.


"Suster Diana kenapa dia menangis seperti itu apa yang sudah terjadi dengan Kimora."


Dokter Rian pun langsung berlari mengejar Suster Diana.


"Suster Diana, kenapa kamu menangis seperti ini. Apa yang sudah terjadi dengan Kimora?."


Suster Diana pun seketika memeluk erat tubuh Dokter Rian dia terus saja menangis.


"Aku takut sekali Dokter, aku tidak mau kehilangan orang-orang yang aku sayangi. Alena akan membuat Bu Kimora tiada dia begitu menyimpan rasa dendam kepada Bu Kimora."


Dokter Rian langsung melepaskan pelukan erat dari Suster Diana.


"Alena berbicara seperti itu,? kenapa dia bisa berbicara seperti itu. Apa sebelum dia bertemu dengan Kimora di Rumah Sakit."


Suster Diana menganggukan kepalanya sambil menghapus air mata nya.


"Bu Kimora datang ke ruangan Alena dan Alena pun menampar pipi Ibu Kimora dengan sangat kencang sekali. Terlihat tadi ketika bertemu di sekolah Putri Kimora dia menggunakan masker dan ketika Putri Kimora membuka nya terlihat sangat bengkak di pipi nya."


Dokter Rian terlihat sangat panik sekali dia sangat menghawatirkan sekali kondisi Kimora.


"Semua nya karena Genzy dia tidak bisa membuat hati Alena tenang dia hanya membuat Alena semakin liar. Genzy harus mengetahui semuanya dia harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya."


Suster Diana pun berpamitan untuk segera pulang.


"Dok, saya pulang dulu yaa. Saya mau menyusul Bu Kimora yang sedang berada di Apartemen Bu Sarrah, saya sangat menghawatirkan sekali Bu Kimora."


Dokter Rian pun mengelus rambut panjang Suster Diana.


"Terimakasih banyak sudah menjadi pelindung Kimora dan Putri nya, kamu begitu sangat baik sekali."


Suster Diana hanya bisa tersenyum manis kepada Dokter Rian, dia langsung masuk ke dalam mobil dan menyusul Kimora yang berada di Apartemen.


"Semoga saja mereka masih ada di sana, mereka berdua belum pulang. Aku harus segera sampai di sana."


Suster Diana akhirnya sampai di depan Apartemen Bu Sarrah, dia menekan tombol bell yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Dengan cepat perawat yang mengurus Bu Sarrah pun langsung membuka nya.


"Itu siapa yaa Buuu yang datang, mungkin saja itu adalah Papa."


Kimora pun terus memeluk erat Putri Kimora jika benar itu adalah Genzy maka Kimora memilih untuk pergi dari Apartemen nya.


Tapi ternyata dugaa mereka itu salah ternyata Suster Diana yang datang untuk menemui mereka.


"Ohhhhh Suster Diana ternyata yang datang aku pikir Papa Genzy."


Kimora pun langsung menghelakan nafas panjang dia merasa sangat lega sekali bukan Genzy yang datang.


"Iyaaa sayaaaaang, Suster Diana kangen banget sama Putri Kimora yang cantik ini."


Putri Kimora turun dari pangkuan Ibu nya dia pun langsung menghampiri Suster Diana dan memeluk nya.


Suster Diana memeluk erat Putri Kimora dia begitu sangat bahagia sekali ketika bisa bersama Putri Kimora.


"Sayaaaaang, Suster Diana janji pasti akan selalu ada bersama dengan Putri Kimora. Suster Diana sayaaaaang sekali Putri Kimora."


Kimora merasa sangat terharu sekali melihat kedekatan mereka berdua.


"Terimakasih Tuhan, engkau memberikan banyak penjaga untuk anak kuuu."


Ucap Kimora dalam hati nya.


Kimora sangat menginginkan jawaban dari Suster Diana untuk langsung pulang agar Putri Kimora tidak bertemu dengan Genzy.


"Kita pulang saja yaa Buu, saya merasa sangat lelah sekali hari ini."


Kimora pun langsung tersenyum manis kepada Suster Diana.


Jawaban yang sesuai dengan apa yang dia inginkan.


"Yasudah, kita ijin pulang dulu dengan Mama Sarrah yaa."


Kimora, Suster Diana dan Putri nya pun berjalan menuju ke tempat favorit Mama Sarrah yaitu tanaman bunga-bunga nya.


"Mam, kita pamit pulang dulu yaa. Mama sehat kembali yaa jangan lupa di minum obat nya yaa."


Mama Sarrah langsung memandangi wajah Kimora dia memegang pipi Kimora yang terluka.


Dan membuat Kimora kesakitan sekali mencoba untuk menahan nya.


"Kamu terluka, kamu harus selalu berhati-hati ada yang ingin jahat kepada muu."

__ADS_1


Perkataan Mama Sarrah pun membuat Kimora merasa sangat ketakutan sekali karena dia yang pernah di ancam oleh Alena.


"Aku akan menjaga diri aku Mam, aku akan selalu berhati-hati. Terimakasih Mama sudah mengingatkan aku."


Mereka pun langsung bergegas pergi meninggalkan Apartemen tersebut.


Terlihat Putri Kimora yang melambaikan tangan nya kepada Omah nya dengan senyuman manis nya.


Mereka berjalan menuju ke pintu keluar dari Apartemen tersebut, ketika mereka berada di lantai dasar.


Suster Diana seperti melihat Dokter Rian, dia langsung sangat terkejut.


Karena jika ada Dokter Rian di sini maka pasti akan ada Alena.


Suster Diana langsung mengendong Putri Kimora.


"Sayaaaaang peluk Suster yaa kamu pejam kan mata kamu yaa sayang."


Kimora tidak mengerti dengan apa yang di lakukan oleh Suster Diana kenapa Putri Kimora.


Dan Suster Diana pun langsung berlari menuju ke parkiran mobil nya, Kimora mengikuti Suster Diana tapi ternyata Alena yang sudah terlanjur turun dari mobil nya.


Kimora melihat Alena merasa pun saling bertatapan wajah.


Dokter Rian langsung memegang erat tangan Alena.


"Kamu sudah pulang yaa Alena, semoga kamu lekas sembuh kembali yaa."


Alena terlihat sangat emosional sekali ketika dia melihat wajah Kimora.


"Kamu harus tiada Kimoraaaa kamu harus di musnahkan. Kamu tidak akan pernah hidup tenang."


Mendengar perkataan Alena yang terus menerus mengancam nya.


Membuat Kimora merasa sangat kesal sekali dan menghampiri Alena.


"Kamu melakukan hal tersebut demi lelaki itu, demi ingin bisa bersama dengan Mas Genzy. Kamu pergi saja kepada lelaki itu karena percuma juga walaupun aku sudah tiada Mas Genzy tidak akan pernah mau menikah dengan kamu. Alena Renita."


Perkataan Kimora membuat emosi Alena semakin meningkat dia tidak bisa mengendalikan dirinya.


Alena berteriak-teriak dan membuat banyak orang yang memperhatikan nya.


Melihat hal tersebut Kimora lebih memilih untuk mengabaikan dia fokus dengan Putri Kimora yang menunggu nya di dalam mobil.


"Ayoo buuuu masuk bahaya sekali dia."

__ADS_1


Kimora langsung masuk ke dalam mobil dan memeluk erat Putri Kimora.


"Buuuu, kenapa Tante cantik itu teriak-teriak terus seperti itu kepada Ibuuu. Itu sangat menakutkan sekali buuu."


__ADS_2