
Kimora menunup kembali gorden jendela kamar nya itu.
"Apa, yang akan di rencanakan lagi oleh mas genzy yaa.aku jadi penasaran sekali".
Kimora langsung membuka pintu kamar nya.tapi ternyata genzy sudah ada di depan pintu kamar mereka.
Kimora langsung terkejut hampir berpapasan dengan suami nya.
"Yaa tuhan,mas aku kaget banget sumpah.buka pintu kamar langsung ada kamu di depan pintu kamar".
Kimora langsung memegang dada nya yang berdebar sangat kencang itu.
"Kamu,memang mau kemana sih kimora.tunggu saja di kamar nanti juga aku datang lagi kan".
Genzy langsung membawa istrinya untuk masuk kembali ke dalam rumah.
"Ayoo, masuk nggak usah tengok kanan kiri lagi yaa".
Kimora mengikuti ke mau an suami nya itu.
"Ayoo,naik lagi ke tempat tidur yaa.kamu harus istrirahat yaa.kasian dede bayi nya juga pasti perlu istrirahat".
Kimora langsung tertidur dan genzy menyelimuti kimora
Kimora langsung memegang tangan genzy.
__ADS_1
"Kamu, jangan pergi yaa mas.temani juga aku tidur di sini yaa".
Genzy melepaskan tangan kimora dan dia langsung beranjak naik ke tempat tidur nya.
"Iyaa,aku di sini aku tidak akan pernah ke mana-mana.sekarang kamu tidur yaa".
Kimora langsung tertidur di pelukan suami nya itu.
Di saat Kimora mulai menutup mata nya.genzy terus mengelus rambut Kimora dan mencium nya.
Melihat istri nya sudah tertidur pulas.genzy mulai melepaskan pelukan nya dari istri nya itu.dengan sangat pelan-pelan sekali.
Genzy meninggalkan Kimora tidur sendirian di kamar nya itu.
Ketika genzy membuka pintu kamar nya.ternyata suster diana memperhatika nya.
"Pa genzy,mau kemana yaa.kenapa sikap nya seperti itu.mencurigakan sekali.seperti nya aku harus tetap memantau nya di sini".
Suster diana terus terdiam untuk menunggu apa yang akan di lakukan oleh suami kimora tersebut.
Hampir satu jam, suster diana menunggu di tempat itu.tapi genzy tidak juga datang.
"Sudah hampir,satu jam aku di sini.tapi ko belum juga ada tanda-tanda mencurigakan sama sekali".
Ketika suster diana berniat untuk pergi dia melihat kehadiran genzy.
__ADS_1
"Itu pa genzy,membawa apa seperti nya besar sekali box nya itu"
Suster diana mulai merasakan tidak nyaman dia langsung merinding dan jantung nya berdegup sangat kencang.
"Tenang diana, kamu harus kuat apapun yang kamu lihat itu.jangan sampai kamu teriak apalagi pingsan".
Genzy terlihat sangat teliti sekali pandang bersudut ke mana-mana.
Genzy menyimpan box besar itu di depan pintu kamar yang ada di sebelah kamar nya dengan kimora.
Genzy langsung masuk ke dalam kamar nya dan kembali lagi ke luar kamar nya.
Ternyata genzy mengambil kunci kamar nya dan mengunci pintu kamar nya dari luar.
Suster diana yang memperlihatkan genzy dari jarak kejauhan pun langsung terkejut sekali dan menutup mulut nya sendiri.
Genzy langsung membiarkan kunci kamar nya bergantung begitu saja.
Genzy langsung membuka pintu kamar yang di sebelah kamar nya dan memasukkan box besar itu ke dalam kamar tersebut.
Suster diana langsung ingin menghampiri genzy dengan jarak yang lebih dekat lagi.
"Apa,aku pergi saja yaa ke sana.tapi jika sampai aku ketahuan habis lah aku.tidak bisa lagi membantu bu kimora di sini".
Suster diana memutuskan untuk hanya terdiam menunggu genzy keluar dari kamar yang sering di gembok itu.
__ADS_1