
Setelah kejadian itu Kimora mulai berhati-hati dia menjadi sedikit ketakutan dengan seseorang yang akan mengincar nya.
Setelah selesai jadwal praktek nya, Kimora berniat untuk pergi ke Rumah Dokter Rian. Dia ingin membicarakan tentang kejadian tadi, Kimora langsung beranjak pergi dari ruangan praktek nya.
Ketika Kimora sedang berjalan dia seperti di ikuti oleh seorang di belakang nya, tapi Kimora masih bisa tenang dia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri agar tidak ketahuan.
Kimora merasa sudah tidak di ikuti lagi ketika dia ada di depan mobil nya, tapi Kimora tetap harus waspada dia pun langsung masuk ke dalam mobil nya.
Semenjak 5 taun yang lalu Kimora sudah tidak lagi bertemu dengan Genzy, tapi dia tetap pergi untuk menengok Mama Sarrah di rumah sakit kejiwaan. Putri Kimora tidak mengetahui sosok Genzy dia hanya tau Dokter Rian seseorang yang sangat baik sekali kepada nya.
Kimora menjalani hubungan baik dengan Dokter Rian, tapi dia belum bisa untuk membuka kan pintu hati nya kepada Dokter Rian karena dia masih sangat trauma sekali ketika di selingkuh oleh suami dan sahabat nya sendiri.
Kimora memilih untuk fokus terhadap karir ke dokteran nya, hingga sekarang dia bisa memiliki fasilitas yang luar biasa karena kerja keras nya.
Kimora sampai di depan gerbang rumah Dokter Rian, dia pun langsung memasukkan mobil nya ke dalam garasi mobil nya.
Melihat mobil merah mengkilap dari jendela kamar nya, Dokter Rian pun langsung menghampiri Kimora.
"Hey Dokter Kimora," ucap Dokter Rian sambil tersenyum manis kepada Kimora.
Kimora pun membalas senyuman tersebut dan menghampiri Dokter Rian yang berada di depan pintu masuk ke rumah nya.
"Apa kedatangan ku menggangu waktu istirahat mu, aku ingin sedikit cerita tentang hari ini."
Dokter Rian langsung membuka lebar pintu rumah nya, dan Kimora langsung masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
"Ada apa,? apa terjadi sesuatu dengan mental Putri mu."
Kimora menggelengkan kepalanya, dia hanya berniat menceritakan hal yang terjadi di kantin rumah sakit. Dia tidak mau menceritakan tentang Putri nya.
"Putri baik-baik saja dia sudah memulai sekolah nya di dampingi oleh Suster Diana, aku datang ke sini ingin bercerita ketika aku sedang makan di kantin tiba-tiba ada ibu-ibu yang sudah berumur menumpahkan Coffe panas ke bahu ku dan menurut perawatan yang melihatnya itu seperti sangat sengaja gitu."
Wajah Kimora mulai pucat dan panik ketika menceritakan hal tersebut kepada Dokter Rian, Dokter Rian pun langsung memegang tangan Kimora dengan erat sekali.
"Kamu harus tenang yaa tenang jangan emosi seperti itu, kendalikan emosi kamu oke tenang tenang dan tarik nafas panjang dan buang pelan-pelan."
Kimora mengikuti apa yang di perintahkan oleh Dokter Rian, dan Dokter Rian pun ngambil minum untuk Kimora agar perasaan nya tetap tenang.
"Kimora kamu jangan pernah berpikir negatif yah, mungkin saja ibu itu memang nggak sengaja menumpahkan Coffe panas ke bahu kamu. Semenjak kamu tinggal bersama dengan Putri kamu dan Suster Diana kamu sudah tidak pernah despresi lagi kamu sembuh. Jadi aku mohon sekarang kamu tenang jika hal tersebut terjadi berulang-ulang lagi kita langsung selidiki penyebab nya, sekarang kamu tenang yaa Kimora."
Dokter Rian mencoba untuk menenangkan perasaan Kimora, dia langsung memberikan obat penenang untuk Kimora.
Kimora pun langsung memasukkan obat tersebut ke dalam tas nya, Kimora pun langsung berdiri berpamitan pulang kepada Dokter Rian.
"Yasudah kalau begitu, terimakasih banyak Dokter Rian atas obat nya. Aku pamit pulang dulu yaa karena Putri pasti sudah pulang dari sekolah nya."
Dokter Rian pun mengantarkan Kimora sampai dia masuk ke dalam mobil nya, Dokter Rian melambaikan tangan nya sambil tersenyum kepada kimora.
"Hmmmmmm, siapa yang melakukan itu semua kepada Kimora yaa. Selama ini Kimora hanya bertemu dengan Bu Sarrah saja, dan sepengetahuan saya dia belum pernah bertemu kembali dengan Genzy dan Alena. Dan apa kabar dengan kabar mereka berdua yaa."
Dokter Rian duduk dan menyandarkan tubuhnya ke tembok, dia berniat ingin mencari tahu keberadaan Alena dan Genzy.
__ADS_1
Dokter Rian memilih untuk pergi ke rumah Genzy yang dulu, dia ingin tahu bagaimana dengan kondisi rumah itu setelah 5 taun berlalu apakah masih berdiri kokoh atau sudah tidak terawat.
Dokter Rian langsung membawa kunci mobil nya, dia dengan cepat langsung ingin pergi ke rumah itu kembali.
"Saya nggak menunda-nunda lagi rasa penasaran ini, semoga saja rumah itu sudah jual atau sudah tidak di huni lagi."
Dokter Rian mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi, dia pun akhirnya sampai di depan gerbang rumah tersebut dengan cepat.
Dokter Rian hanya terdiam di dalam mobil itu, dia melihat masih ada satpam di depan gerbang. Dokter Rian melihat tidak ada perbedaan antara rumah itu yang dulu dengan sekarang semuanya sama saja.
"Kalau begini apakah Genzy masih tinggal di dalam rumah ini bersama dengan jasad Ayana, apa lebih baik aku turun saja yaa menanyakan pada satpam itu."
Dokter Rian langsung turun dari mobil nya, langkah kaki nya begitu sangat berat sekali untuk melangkah kakinya menuju ke satpam tersebut.
Tapi Dokter Rian melawan rasa tersebut dia langsung berlari menghampiri satpam tersebut, kehadiran Dokter Rian membuat terkejut satpam tersebut.
"Selamat siang pak, saya Rian. Saya adalah Dokter yang pernah menangani Mama nya Bapak Genzy, kalau boleh tau apakah ada Pak Genzy nya di dalam rumah?."
Satpam tersebut menatap tajam wajah Dokter Rian, dia hanya terdiam tampa sedikit pun menjawab pertanyaan Dokter Rian.
Dokter Rian pun langsung tersenyum, tapi satpam tersebut hanya diam seperti patung. Dokter Rian pun memilih untuk pergi dari rumah tersebut dia tidak mau membuang-buang waktu sia-sia di sana.
Satpam tersebut masih memperhatikan Dokter Rian, bahkan dia seperti menulis plat nomor kendaraan Dokter Rian.
"Kalau dia sampai menulis nomber plat mobil ini, itu tandanya dia akan melaporkan kedatangan tadi dan itu tandanya Genzy masih ada di sini. Dan itu akan dia laporkan ke Genzy."
__ADS_1
Dokter Rian tidak langsung menjalankan mobilnya, dia menunggu agar satpam itu bisa menulis dengan benar plat nomor mobil dan setelah itu Genzy pasti akan mencari nya dan mereka pun akan bisa bertemu kembali dengan mudah.