
Genzy kembali ke rumah nya, di melihat 3 orang asisten rumah tangga nya menghampiri nya. Mereka menundukkan kepalanya saat berhadapan dengan Genzy.
"Ada apa ini,? kenapa kalian menghadap aku seperti ini. Ada apa ini?."
Asisten rumah tangga itu, tidak berani berbicara langsung kepada Genzy tapi mereka pun langsung memberanikan diri.
"Begini pak genzy, kami ingin mengundurkan diri untuk berkerja di sini. Kami ingin berhenti kerja di sini."
Genzy pun langsung mengambil uang untuk di berikan kepada ke tiga asisten rumah tangga tersebut.
"Silahkan ambil uang ini, terimakasih sudah mau berkerja di rumah ini."
Genzy memilih untuk pergi kembali, asisten rumah tangga tersebut langsung keluar dari rumah itu dengan terburu-buru.
Genzy memilih untuk pergi ke gudang belakang rumah nya, dia membuka pintu ruangan tersebut dan menghampiri jasad istrinya yang sudah kaku tak bernyawa.
Genzy memandangi wajah cantik jasad istrinya yang sudah di awetkan tersebut di dalam peti mati berwarna putih. Air mata pun tak terbendung lagi, Genzy meneteskan air mata nya.
__ADS_1
"Mama pergi, kenapa mereka banyak yang pergi. Aku sendiri sekarang aku tidak akan membiarkan siapapun yang mengambil mu dari aku kita tidak boleh terpisah sampai nafas terakhir ku pun aku ingin bersama dengan kamu."
Genzy memilih untuk diam di gudang belakang rumah tersebut, tidak ada sedikit pun rasa takut di pikiran dia tetap ingin menatap jasad istrinya yang sudah tidak bernyawa itu.
****
Kimora mulai bisa sedikit tenang, dia pun sudah mulai bisa mengendalikan emosi nya. Dia memegang perut nya yang luka habis operasi.
"Kenapa perut aku luka yaa,? aku kenapa yaa apa aku habis operasi usus buntu yaa."
Kimora merasa sangat nyaman sekali dengan penampilan kamar nya yang full colour, sangat terkesan ceria sekali.
"Aku adalah seorang Dokter, hmmmmm manis sekali aku yaa."
Kimora terus memandangi foto-foto nya, dia pun langsung pergi keluar dari kamar nya, untuk pergi ke tempat yang bisa Alena datang.
Tampa sepengetahuan orang tuanya, Kimora keluar dari rumah nya dan duduk menunggu Alena.
__ADS_1
Kimora melihat ada seorang wanita hamil, dia langsung memegang perut nya.
"Hamil, aku kan sedang hamil tapi di mana sekarang anak ku, di manaaaaaaaaaaa anak manaaaaaaaaa."
Emosi Kimora mulai tidak bisa di kendalikan lagi, orang tua nya yang mendengar teriakkan Kimora langsung berlari mencari Kimora.
Kimora teriak-teriak di luar rumah yang membuat orang-orang yang di sekitar nya melihat Kimora.
Orang tua Kimora langsung membawa paksa Kimora untuk ke dalam rumah nya, dengan kondisi Kimora yang masih berteriak-teriak.
Mereka membawa Kimora ke dalam kamar nya, dan mencoba untuk menenangkan nya. Kimora terus saja bertanya anak nya di mana.
Kedua orang tua Kimora mulai kehilangan akal nya, mereka tidak mungkin memberikan Tiara kepada Kimora dengan kondisi Kimora yang seperti ini.
Mereka pun terus mencoba membuat Kimora tenang, walaupun tidak bisa membuat nya tenang. Kimora kembali mengalami despresi nya kembali.
"Di mana anak kuu buuuuuu, anak ku manaaaa,? aku kan lagi hamil buuu, tapi kenapa perut aku luka seperti ini buuu. Di mana anak akuuuuuuuuuu."
__ADS_1
Rossalinda langsung memeluk erat tubuh Kimora.