
Kimora terus menangis sesenggukan seakan melampiaskan kekesalannya dan sakit hati nya yang selama ini di pendam nya.
"Suster Diana aku hanya mengatakan ini semua nya kepada Suster Diana dan Dokter Rian saja, aku mohon Mama Sarrah jangan sampai tahu tentang semua ini yaa. Aku takut sekali Mama Sarrah despresi kembali biarkan saja mereka berdua merahasiakan kebusukan nya, biar mereka yang mengakui sendiri semuanya."
Suster Diana pun tak kuasa menahan air mata nya, dia tidak menyangka sekali jika Dokter Alena menyimpan perasaan dengan Genzy padahal sebelumnya Dokter Alena seperti pahlawan untuk Kimora.
"Saya tidak tahu harus bagaimana dan berkata apa, bagaimana rasanya ada di posisi ibu Kimora sekarang. Mereka begitu sangat jahat sekali Buu jahat sekali, tapi ibu masih bisa diam di saat mengetahui semuanya."
Kimora tersenyum tipis dan mengambil Putri nya dari pangkuan Suster Diana, dia memandangi wajah cantik putri nya tersebut.
"Aku kuat karena anak kuu, aku harus kuat terus dan semangat terus."
Suster Diana melihat perkembangan yang luar biasa sekali dari Kimora sekarang Kimora hanya harus mendalilkan emosi nya saja.
"Aku percaya kalau Suster Diana pasti akan menjaga rahasia ini, aku percaya sekali."
__ADS_1
Kimora langsung membawa putrinya ke dalam kamar melampiaskan kerinduan nya.
"Apa itu yang membuat Bu Kimora despresi berat karena perselingkuhan suaminya dengan Dokter Alena, tapi kenapa Bu Kimora jaring pingsan di kamar kosong itu yaa dan apakah sudah terungkap apa yang selama ini di sembunyikan oleh suaminya itu."
Suster Diana pun berniat untuk menanyakan hal tersebut kepada Kimora.
***
Kediaman di rumah sakit Dokter Rian sudah melesaikan jadwal praktek nya, dan tiba-tiba di kantin dia melihat Dokter Alena yang sedang duduk menunggu kedatangan makanan yang dia pesan.
Dokter Rian pun langsung sengaja menghampiri Dokter Alena dan langsung duduk di hadapan nya.
"Kenapa harus duduk di hadapan aku, masih banyak kan kursi yang kosong di sini."
Wajah dan suara Dokter Alena begitu sangat jutek sekali dan membuat Dokter Rian semakin betah ada di hadapannya.
__ADS_1
"Yaa, nggak apa-apa kan lagian kita berdua itu kan sama-sama single jadi nggak akan ada yang marah."
Dokter Rian mencoba untuk memancing kekesalan Dokter Alena.
"Aku sudah mempunyai calon suami yaa, jadi aku mohon kamu pergi dari hadapan aku dan cari kursi tamu kosong. jauh-jauh yaa dari aku karena calon suami ku itu overprotektif sekali."
Dokter Rian pun langsung tersenyum lebar sambil memandangi wajah jutek Dokter Alena.
"Overprotektif sekali yaa, itu tandanya dia sayang banget yaa berarti sebentar lagi akan ada acara pertunangan atau pernikahan."
Dokter Rian benar-benar membuat kesal Dokter Alena yang sedang bermasalah dengan Genzy.
"Ya, itu pasti kita akan segera menikah dan kamu pun seperti nya juga menyimpan perasaan juga dengan pasien kamu sendiri. Kamu menyukai Kimora kan."
Dokter Alena menatap sinis wajah Dokter Rian.
__ADS_1
"Untuk sekarang aku belum bisa mencintai nya, karena dia masih punya suami. Karena tidak baik mencintai seseorang yang masih mempunyai pasangan apalagi memaksa kan ingin memiliki nya seutuhnya. Ohhhhh itu sangat jahat sekali."
Perkataan Dokter Rian seperti menusuk perasaan Dokter Alena secara tidak langsung.