
Setelah membaca pesan singkat dari Alena, Genzy pun langsung membanting kan handphone nya ke meja. Seketika Kimora langsung terbangun dari tidurnya.
Kimora pun langsung merasa tidak nyaman untuk bisa satu kamar kembali dengan suaminya, apalagi di kamar ini adalah saksi bisu penghianat cinta nya.
Genzy pun memilih untuk keluar dari kamar nya, tapi handphone tidak dia bawa. Kimora pun langsung berpikiran negatif jika Genzy akan menemui Alena.
Ketika Genzy keluar dan menutup rapat pintu kamar nya, Kimora beranjak dari tempat tidur nya. Dia membuka pintu kamar nya dan memperhatikan suaminya yang ternyata masuk ke kamar sebelah nya yaitu kamar yang pertama kali nya Kimora melihat Ayana.
Kimora pun memilih untuk mengikuti Genzy dan datang ke depan kamar tersebut, Kimora membuka pintu kamar tersebut.
Dan Genzy mengetahui kedatangan Kimora ke kamar nya, Kimora memperhatikan semua sudut ruangan tersebut.
Genzy pun menghampiri Kimora dan memegang ke dua tangan nya.
__ADS_1
"Maafkan aku yang belum bisa melepaskan Ayana, maafkan aku Kimora yang tidak memberitahu semua ini kepada Mama."
Genzy berlutut di hadapan Kimora sambil memegang tangan nya, Kimora pun tidak mengerti apa yang harus dia lakukan.
"Hmmmmm, Mas kamu terlalu jahat sekali terhadap akuuu, kenapa kamu tinggal kan aku di saat aku despresi berat karena kamu, karena kamu Mas yang menyimpan jasad Ayana di dalam kamar ini. Sejak awal aku masuk ke rumah ini aku sangat ketakutan sekali Mas kamu membuat aku jadi seperti ini."
Kimora melepaskan genggaman tangan Genzy, tapi Genzy masih tetap berlutut di hadapan Kimora. Genzy tidak berani menatap wajah Kimora.
"Mas, sampai kapan kamu mau terus seperti ini Mas?. Kamu membenci aku hanya karena aku membongkar rahasia besar kamu dan sampai kamu tidak mau mengakui putri kamu sendiri, jika pada saat itu nyawa ku tidak tertolong apa yang akan kamu lakukan Mas,? apa kamu bahagia dengan kabar kematian ku Mas."
Genzy mentap wajah Kimora yang sudah mulai pucat pasih sekali, tangannya sangat dingin sekali. Pandangan mata Kimora pun mulai berkunang-kunang dan Kimora pun tidak sadar kan diri di pelukan Genzy.
Genzy pun mencoba untuk membangun kan Kimora yang tidak sadarkan diri, Genzy memeluk erat tubuh Kimora yang sangat lemas sekali.
__ADS_1
Genzy pun memilih untuk membawa Kimora ke dalam kamar nya, ketika Genzy mengendong Kimora Alena melihat hal tersebut dia pun langsung terbawa emosi melihat nya.
"Apa yang terjadi dengan mereka berdua,? kenapa Genzy mengendong Kimora mereka sudah berbuat apa di kamar itu."
Alena mencoba untuk bangun dari kursi roda nya, dia menghampiri Genzy yang sedang mengendong Kimora.
"Tolong buka kan pintu kamar nya," ucap Genzy kepada Kimora.
Alena pun terpaksa mengikuti apa yang di perintahkan oleh Genzy dia membuka pintu kamar tersebut.
Genzy pun membawa Kimora ke tempat tidur dan langsung menidurkan nya, Genzy sangat panik sekali tapi dia tidak mau untuk menelephone Dokter Rian.
"Kamu seorang Dokter kan, coba periksa keadaan Kimora sekarang jangan hanya melamum saja."
__ADS_1
Genzy begitu sangat emosional sekali melihat Alen a yang ternyata masih bisa berdiri tegak tampa kursi roda.