
Dokter Rian memilih untuk bisa menemani Alena agar bisa terhindar dari Kimora.
"Yasudah, Ibu mau menyelesaikan dulu administrasi nya dan pengambil obat kamu tunggu saja bersama Suster Diana di mobil yaa."
Kimora pun langsung pergi untuk menyelesaikan administrasi nya ketika dia sedang duduk menunggu dia mendengar sesuatu dari perawat yang sedang berjalan.
"Pasien yang despresi itu kasihan sekali yaa, katanya dia itu dulu yaa seorang Dokter loh di sini. Dia seperti despresi berat sekali."
Seketika Kimora pun langsung berpikir apa maksud dari yang di bicarakan oleh mereka.
"Apa maksud mereka itu Alena dia sedang di rawat di Rumah Sakit ini, apa ini yang membuat Suster Diana dan Dokter Rian menjadi seperti itu."
Selesai membayar administrasi Kimora langsung mengambil obat-obatan untuk Putri Kimora.
"Aku harus mencari tahu sendiri saja, dan berpura-pura tidak tahu di hadapan Suster Diana."
Kimora langsung menghampiri mobil Suster Diana, karena mobil nya masih di rumah Dokter Rian.
Kimora bersikap seperti biasanya dia tidak ingin Suster Diana mencurigai nya.
"Suster Diana, lebih baik Suster Diana saja yang membawa mobil nya. Biar aku bersama dengan Putri Kimora."
__ADS_1
Kimora memilih untuk duduk di belakang agar Putri Kimora bisa tertidur.
"Buuu, sebernarnya siapa yaa Buu wanita yang sering bersama dengan Papa."
Putri Kimora mulai menceritakan semuanya kepada Ibu nya sedangkan Suster Diana hanya terdiam mendengarkan saja.
"Maksud kamu wanita yang mana sayang Ibu tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan."
Putri Kimora terbangun dari tidurnya dia menatap wajah Ibu nya.
"Wanita itu sering sekali memakai baju dress putih, wajah nya pucat sekali buuu. Dia seperti mayat hidup."
"Dia selalu datang kepada kuuu buuuu dan aku sangat ketakutan sekali, sebernarnya dia itu siapa buu."
Kimora pun langsung memeluk Putri Kimora, dia sudah membayangkan sebelum nya jika Putri Kimora pasti bisa melihat semua yang di sembunyikan oleh Papa nya.
"Hmmmmm, sayaaaaang dia adalah wanita yang sangat di cinta oleh Papa kamu sebelum Ibu. Dia bernama Ayana Larasati."
Pada akhirnya Kimora pun harus menceritakan hal tersebut kepada Putri Kimora.
"Tapi dia sudah meninggal buuu, dia Tante hantu tapi kenapa dia selalu saja ada di belakang Papa. Itu sangat menggangu sekali aku tidak suka dia aku bosan melihat wajah nya."
__ADS_1
Kimora pun terdiam seandainya Putri Kimora bisa menyadarkan Papa nya dan menguburkan jenazah Ayana sebagian mana mestinya.
"Sudah yaa sayang, kamu harus berani yaa melawan semua ini. Ibu yakin kamu pasti bisa."
Akhirnya mereka pun tiba di depan gedung Apartemen nya, Suster Diana mendorong Putri Kimora di kursi roda sampai masuk ke dalam Apartemen nya.
Kimora memperhatikan Suster Diana yang hanya diam saja di perjalanan, Kimora merasa jika Suster Diana sedang memikirkan Alena.
Kimora pun langsung membawa Putrinya ke dalam kamar nya, dan menidurkan nya.
"Suster Diana, kamu bisa beristirahat dulu. Biarkan aku saja saya yang menemani Putri Kimora sampai malam."
Suster Diana langsung berjalan menuju ke dalam kamar nya dan menutup rapat pintu kamar nya dia pun merasa sangat kelelahan sekali.
Genzy Putra.
Dokter Rian.
__ADS_1