Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 131


__ADS_3

Alena semalaman tidak pulang dia bermalam di Rumah Genzy, salah pegawai Genzy memperhatikan Alena yang keluar dari kamar Genzy.


"Dasar lelaki tidak punya perasaan, orang tua nya pergi dari rumah dia malah bawa perempuan masuk ke kamar nya, Yaa Tuhan kasihan sekali Ibu Kimora."


Pegawai itu terus memperhatikan penampilan Alena, dan lagi-lagi Alena memakai baju Kimora yang belum di pakai.


"Aku harus cepat-cepat berangkat ke Rumah Sakit, jangan sampai terlambat tapi aku lupa aku nggak bawa mobil."


Alena memakai baju tersebut tapi dia seperti merasa tidak nyaman sekali, dengan baju yang dia pakai itu.


"Kata Genzy ini adalah baju yang baju dia belikan untuk aku tapi kenapa aku ngerasa nggak nyaman yaa."


Alena pergi dari rumah Genzy ketika Genzy masih tertidur pulas di kamar nya.


Alena sengaja tidak membangun Genzy, dia tidak mau Genzy sampai mengantar kan nya ke Rumah Sakit.

__ADS_1


Ketika Alena menunggu taksi online pesenan nya, Kimora di bawa oleh Sarrah ke psikiater di Rumah Sakit Sejahtera.


Sarrah sangat hawatir sekali dengan keadaan Kimora yang tiba-tiba histeris kembali padahal sebelumnya dia sangat membaik keadaan nya.


Sarrah langsung menyuruh Kimora untuk menemui Dokter Rian, dia masih muda dan mungkin masih se umuran dengan Kimora.


Kimora merasa sangat ketakutan sekali ketika dia bertemu dengan Dokter Rian.


"Kemari lah, jangan takut cerita pelan-pelan apa yang membuat kamu seperti ini, dan aku berjanji tidak akan memberitahu siapa pun."


Kimora hanya terdiam dan menundukan kepalanya, lalu Dokter Rian pun menyuruh Sarrah untuk keluar dari ruangan nya.


Sarrah pun langsung meninggalkan Kimora dan Dokter Rian.


"Kamu bisa ceritakan semuanya kepada saya sekarang."

__ADS_1


Kimora masih saja terdiam dia tidak mau menceritakan apapun dengan Dokter tersebut.


"Seperti nya kamu sangat berat sekali untuk membicarakan semuanya, kalau begitu bagaimana kalau kamu menceritakan tentang kehidupan kamu."


Kimora masih saja terdiam dia tidak mau mengucapkan sepatah kata pun, dia merasa hati sangat hancur sekali.


"Hati aku sakit sekali, mereka sangat jahat sekali mereka menghianati aku sekarang. Aku sangat benci sekali mereka."


Kimora berbicara dengan suara yang bergetar dan air mata yang mengalir di pipinya.


Dokter Rian pun langsung mencoba untuk menenangkan perasaan Kimora dan memanggil Sarrah untuk menceritakan sedikit tentang Kimora.


"Ibu Sarrah bisa menceritakan apa sebelum yang terjadi, karena saya rasa apa yang sudah di katakan oleh Ibu Kimora ini sepertinya kejadian yang baru dia rasakan sekarang."


Tangan Kimora bergetar dan sangat dingin sekali, dia memeluk erat tubuh Sarrah.

__ADS_1


"Awal mula dia despresi itu ketika Kimora sedang hamil 8 bulan, dia tiba-tiba langsung pingsan di kamar kosong tapi di awal kehamilan pun dia memang mengalami pendarahan dan selalu mengalami hipertensi di setiap kehamilan nya, ketika kejadian itu Kimora sempat tidak sadar kan diri melahirkan anak yang prematur dengan operasi Caesar, ketika dia sadar dia langsung histeris sekali sampai dia hanya mengenal orang tua nya saja, tapi sekarang dia mulai mengenal kembali orang-orang yang ada di sekitarnya dengan perlahan-lahan."


Sarrah menceritakan semuanya dengan penuh emosional dan suara yang bergetar menahan rasa kasihan kepada menantunya tersebut.


__ADS_2