Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 374


__ADS_3

Riana yang sedang berada di dalam kamar terpaksa keluar karena mendengar suara bell yang tidak berhenti terus.


"Sedang apa Alena suara bell pintu berkali-kali pun dia abaikan saja."


Riana pun langsung berjalan untuk membuka pintu tersebut.


Dan seketika dia pun langsung terkejut ketika melihat Genzy yang datang.


Riana langsung mundur dia masih tidak percaya dengan perkataan Alena.


"Maaf Tante saya ingin bertemu dengan Alena."


Riana pun langsung berjalan menuju ke kamar Alena, dia mengetuk kencang pintu kamar nya tersebut.


"Ada apa Mam berisik sekali sih."


Riana langsung pergi meninggalkan Alena tanpa memberitahu kepada Alena kedatangan Genzy.


Alena pun berjalan menuju ke ruangan tamu dan dia sangat terkejut sekali ketika melihat Genzy yang datang ke Apartemen nya itu.


"Kamu datang ke sini ada apa,? kamu pasti mau membahas tentang pernikahan kita yaa."


Alena langsung duduk berdampingan dengan Genzy.

__ADS_1


Dan Genzy pun langsung memberikan keras tersebut kepada Alena.


"Apa ini,? surat apa ini. Surat cinta kah."


Alena langsung membaca surat perjanjian pra nikah tersebut.


"Itu adalah persyaratan jika kita berdua menikah."


Alena pun sangat terkejut sekali ketika dia di larang untuk pergi ke belakang rumah, Alena merasa Genzy tidak mau dirinya melakukan hal tersebut kembali dengan jasad Ayana.


Alena merasa tidak keberatan sekali dengan perjanjian tersebut dia pun hanya tersenyum manis di depan Genzy.


"Kamu membuat perjanjian ini yang berujung dengan perceraian, kita belum menikah pikiran kamu sudah pisah saja."


Alena pun memberikan kembali surat perjanjian tersebut.


Genzy merasa sangat terkejut sekali mendengar perkataan tersebut dia pun hanya terdiam.


"Cukup berikan aku keturunan maka pernikahan kita berdua bisa selesai."


Alena pun langsung meninggalkan Genzy di memilih untuk pergi kembali ke dalam kamar nya.


Riana yang memperhatikan mereka berdua pun merasa sangat aneh sekali dengan perkataan Alena.

__ADS_1


"Kenapa Alena hanya menginginkan anak dari Genzy, bukan sebuah pernikahan yang langgeng."


Genzy merasa jika Alena sedang merencanakan sesuatu hal di balik pernikahan ini.


Genzy pun memilih untuk pergi dan meninggalkan surat perjanjian tersebut.


Riana pun memilih untuk masuk ke dalam kamar Alena untuk mempertahankan semua nya.


"Alena kamu menikah hanya menginginkan anak,? kalau hanya anak yang kamu inginkan kita bisa pergi ke panti asuhan untuk mengadopsi bayi yang baru lahir kamu tidak perlu harus menikah dengan lelaki psikopat itu."


Riana merasa sangat geram sekali kepada Alena.


"Tidak buuuu, aku tetap menginginkan anak dari Genzy."


Riana menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Lalu bagaimana kalau nanti anak kamu itu seperti Genzy,? bagaimana kalau dia memiliki kebiasaan yang tidak masuk akal melebihi Genzy."


Riana mulai terbawa emosional dengan sikap Alena.


"Aku tidak peduli itu Mam, pokoknya aku ingin menikah dengan Genzy dan memiliki anak dari nya. Itu pun bisa membuat aku sangat bahagia sekali."


Alena membuka pintu lemari nya dia melihat gaun pengantin putih yang sangat mewah.

__ADS_1


"Akhirnya kamu bisa aku pakai juga yaaa, dulu aku sudah menyiapkan kamu untuk bisa di pakai di hari spesial pernikahan kuu dan sekarang semua nya menjadi kenyataan."


Alena terus saja tersenyum sambil memegang gaun pengantin nya.


__ADS_2