
"Kenapa Mama pergi dari rumah tampa memberitahu dulu aku, aku sangat hawatir sekali Mam, sebelumnya Mama tidak pernah seperti ini tidak berani untuk pergi ke luar rumah."
Sarrah menghela nafas panjang nya dan menatap wajah Genzy.
"Mama sudah merasa tidak nyaman untuk tinggal di rumah itu, semenjak Kimora pergi rumah itu menjadi sangat sunyi sekali dan kamu Genzy,? apa yang sudah kamu lakukan memasang kembali foto-foto pernikahan mu dengan Ayana. Dan itu sangat membuat Mama ketakutan sekali Genzy Mama merasa bayang-bayang Ayana seperti ada di dalam rumah kita."
Sarrah langsung merasa sangat gelisah, dia melihat wajah Genzy yang sangat tenang.
"Genzy, apa yang rasakan sekarang hah,? kamu tidak merasa banyak ke anehan di Rumah kita, apa kamu tidak merasakan jika Arwah Ayana seperti menghantui kita,?"
Genzy langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Ayana itu perempuan yang sangat baik, dia tidak akan menyakiti kita jika memang kehadiran ada di rumah kita karena dia itu masih keluarga kita."
Sarrah sangat tidak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran putra nya itu.
"Genzy ini bukan masalah dia orang baik, tapi mungkin saja itu ada gambar jika merasa tidak tenang mungkin dia tidak tenang di alam sana, karena kamu selalu berpikir jika dia masih hidup seperti kita."
__ADS_1
Genzy memilih untuk pergi dari Apartemen Mama nya.
"Ayana memang masih ada di masih bersama dengan aku Mam, dan tidak ada yang boleh memisahkan antara aku dan Ayana."
Sarrah di buat sangat tidak mengerti dengan ucapan putranya tersebut.
"Ayana masih ada bersama dengan dia, apa maksud perkataan kamu itu Genzy. Mama pusing dengan apa yang kamu lakukan."
Ayana memilih untuk pergi ke luar dari kamar nya, tapi ternyata dia bertemu dengan Alena yang baru saja pulang praktek.
"Dokter Alena, sedang apa di sini,?"
"Tante Sarrah sendiri ada apa yaa di sini."
Sarrah langsung tersenyum kepada Alena.
"Saya sedang menginap di Apartemen saya di sini, dan sekarang saya mau keluar mau cari suasana segar di luar."
__ADS_1
Alena langsung terkejut ternyata Apartemen mereka sangat berdekatan sekali, Alena memilih untuk menunggu Tante Sarrah pergi agar dia bisa langsung masuk ke dalam Apartemen tampa sepengetahuan Tante Sarrah.
Sarrah merasa sangat aneh dengan tingkah laku Dokter Alena yang mendadak hanya terdiam saja.
"Yasudah saya pergi dulu yaa."
Melihat Tante Sarrah yang sudah masuk ke dalam lift, Alena pun langsung masuk terburu-buru ke dalam Apartemen nya.
Suster Diana langsung terkejut melihat Dokter Alena.
"Suster Diana, ini gawat sekali ternyata Mama nya Genzy, dia menginap di sebelah Apartemen kita, aku takut dia punya rencana mengambil Tiara dan membawa ke rumah itu, kita harus hati-hati yaa."
Alena langsung mengendong Tiara, dan memeluk nya.
"Mommy nggak mau kehilangan kamu sayang, apalagi sampai kamu masuk ke dalam rumah itu. Lebih baik kamu di sini bersama Mommy."
Alena terlihat sangat sayang sekali kepada Tiara, dia benar-benar memperlakukan Tiara seperti anak kandung nya sendiri.
__ADS_1
"Sungguh luar biasa kebaikan hati Dokter Alena kepada Tiara, seperti anak kandungnya.