Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *318*


__ADS_3

Suster Diana menghapus air mata Kimora yang tiada henti nya terus saja mengalir deras di pipi nya.


"Sudahlah lebih baik kalian berdua beristirahat di bersama dengan Mama Sarrah, biar kita berdua saja yang mencari Putri Kimora."


Genzy pun langsung pergi dan Dokter Rian menyusul Genzy.


"Hati-hati kalian berdua yaa, semoga saja Putri Kimora bisa segera di temukan."


Kimora dan Suster Diana pun masuk ke dalam Apartemen itu Mama Sarrah melihat Kimora yang sedang menangis pun langsung menghampiri Kimora.


Mama Sarrah menghapus air mata Kimora dan Kimora pun langsung memeluk erat Mama Sarrah.


"Aku kehilangan anak kuu Mam, Putri Kimora menghilang aku sangat sedih sekali. Dia adalah nyawa kuu dan dia adalah penyemangat hidup kuu."


Mama Sarrah mengelus rambut panjang Kimora, seketika ingatan pun mulai kembali.


"Putri Kimora itu adalah Mutiara Letica, bayi perempuan cantik yang di rawat oleh Suster Diana dan Dokter Alena."


Kimora langsung melepaskan pelukan erat nya ketika mendengar perkataan dari Mama Sarrah.


"Mama mulai mengingat nya kembali, iya Mam Putri Kimora sekarang sudah besar dia sudah sekolah dan dia yang sering bersama dengan Mama untuk menghias bunga-bunga."


Mama Sarrah pun langsung seketika melamun sambil membayangkan wajah Putri Kimora.


"Anak itu adalah cucu perempuan kuuu, dia sudah besar tapi sekarang dia menghilang."


Suster Diana pun menghampiri Mama Sarrah.


"Iya Buu pasti ibu mengingat nya kan, ibu pasti bisa mengingat semua kenangan di masalalu."


Mama Sarrah pun memandangi wajah Suster Diana.


"Tapi Genzy kenapa dia menyimpan Ayana di gudang belakang rumah, Ayana sudah tiada tapi Ayana masih ada di sana."


Setelah mengingat kembali kejadian tersebut kejadian yang membuat dirinya despresi karena mengetahui Genzy yang masih menyimpan jasad Ayana.


Mama Sarrah pun langsung berlari ke dalam kamar dia seperti ketakutan sekali.


Perawat pun langsung berlari untuk menghampiri Mama Sarrah.


"Seperti nya Buu Sarrah sudah mulai bisa mengingat kembali kejadian masalalu nya, tapi dia begitu sangat berat sekali ketika mengingat apa yang di lakukan oleh Pak Genzy selama ini. Semoga saja Buu Sarrah bisa kembali normal seperti dulu."

__ADS_1


Suster Diana pun memilih untuk pergi ke tempat bunga-bunga Bu Sarrah.


Dia seperti mendengar tangisan anak perempuan, suara itu terdengar samar-samar tapi Suster Diana pun merasa tidak mungkin ada anak perempuan di sekitarnya.


"Aku seperti mendengar suara tangisan anak perempuan tapi di mana yaa, apa ini hanya halusinasi kuu saja karena terlalu banyak memikirkan Putri Kimora."


Suster Diana pun mencoba untuk menenangkan perasaanya dan selalu berpikir positif terhadap Putri Kimora.


"Kamu pasti baik-baik saja Nak, kamu pasti secepatnya kembali di keluarga ini. Pulang lah sayaaaaang di sini banyak sekali yang merindukan muuu."


Suster Diana memetik salah satu bunga yang sering sekali di mainkan oleh Putri Kimora.


Dia merangkai bunga-bunga tersebut seperti mahkota.


Dia pun membayangkan jika mahkota bunga-bunga ini di pakai oleh Putri Kimora.


Putri Kimora terus saja menangis sambil memanggil Ibu nya.


"Buuu, aku takut sekali buuu aku ingin pulang. Tante itu ternyata jahat aku di kurung di dalam kamar."


Alena membuka pintu kamar nya dia membawakan makanan, minuman dan juga buah-buahan untuk Putri Kimora.


"Mutiara anak kuuu ayooo makan sayaaaaang, mommy sudah bawakan makanan, minuman dan buah-buahan untuk kamu."


Alena pun menghampiri Putri Kimora dan mengajak nya untuk segera makan karena Putri Kimora belum makan apapun semenjak pulang dari sekolah dia hanya menangis dan berteriak-teriak sambil memanggil Ibu nya.


"Ayolah kamu makan nanti kalau kamu sakit bagaimana,?"


Putri Kimora menepis tangan Alena yang memegang pundak nya.


"Aku nggak mau makan Tante, aku cuma ingin pulang bertemu dengan Ibu kuu dan Suster Diana. Tante kenapa jahat sekali sama aku sih, Tante sudah menculik akuuu."


Putri Kimora terlihat sangat kesal sekali dengan Alena dia sampai tidak mau di sentuh oleh Alena.


"Tiaraa, aku ini adalah Ibu kandung kamu bukan Kimora. Aku yang mengurus kamu dari bayi bukan Kimora."


Alena pun mulai di buat emosi oleh Putri Kimora.


"Tante jangan berbohong sama aku yaa, aku ini adalah Putri ibu Kimora jadi sekarang juga Tante antarkan aku ke rumah."


Alena yang tidak bisa mengendalikan emosi nya memilih untuk pergi dari kamar tersebut dan mengunci pintu kamar itu.

__ADS_1


Putri Kimora sangat sedih sekali dia pun berlari menuju ke pintu kamar itu.


"Buuuu tolong akuuuu buuu tolong, aku sangat ketakutan sekali."


Putri Kimora yang merasa sangat lapar pun akhirnya memakan makanan dan minuman yang sudah di sediakan oleh Alena.


Dia memakan dengan bibir yang bergetar karena terlalu lama menangis.


"Sampai kapan yaa aku di kurung di sini, besok kan aku harus sekolah. Bagaimana aku bisa sekolah kalau aku di sini."


Selesai menikmati makanan nya, Putri Kimora pun langsung naik ke kasur nya dan dia melihat banyak sekali boneka-boneka serta tempat tidur bayi.


Putri Kimora pun mengambil boneka yang dulu pernah di peluk erat oleh Alena dan dia pun langsung membelinya.


"Ini adalah boneka yang aku inginkan, kenapa aku merasa sangat nyaman sekali yaa memeluk boneka ini."


Putri Kimora yang sudah naik ke tempat tidur pun kembali turun dia menghampiri tempat tidur bayi milik nya dahulu.


"Seperti nya Tante itu kehilangan anak nya dan dia jadi sakit seperti itu dan mengira jika aku ini adalah Anak nya."


Putri Kimora terus saja berjalan mengelilingi kamar tersebut, Putri Kimora melihat foto cantik Alena di saat memakai seragam Dokter.


"Dia sangat cantik sekali tapi dia jahat dan aku benci kamu."


Putri Kimora melemparkan foto Alena dia pun merasa sangat lelah sekali, dan kembali ke tempat tidur nya.


"Lebih baik aku tidur sekarang, semoga saja aku bisa pulang besok."


Putri Kimora menarik selimut dan mematikan lampu kamar nya.


"Selamat tidur Ibu aku rindu ibu semoga besok aku bisa bertemu dengan Ibu."


Putri Kimora pun mencoba untuk memejamkan mata nya, dia pun langsung tertidur pulas karena cape terus menangis.


***


Ke esokan hari nya, Alena membuka pintu kamar Putri Kimora.


Terlihat Putri Kimora yang sedang tertidur pulas.


"Dia sangat cantik sekali dia adalah Putri kesayangan kuu, dia yang akan mempersatukan kembali aku dengan Genzy. Kita akan menjadi keluarga yang sangat bahagia sekali."

__ADS_1


Alena membereskan selimut yang terjatuh dia pun mencium kening Putri Kimora.


__ADS_2