
Alena sangat ketakutan sekali jika Kimora sampai mengatakan semuanya kepada Tante Sarrah, tapi Alena pun berpikir kembali dari mana Kimora bisa tahu sedangkan di rumah itu hanya ada mereka dan pegawai nya yang mungkin tidak memperdulikan mereka berdua.
Alena merasa sangat berat hati untuk pulang ke Apartemen nya, tapi pasti Kimora lebih memilih untuk diam di Apartemen Tante Sarrah.
Alena pun melanjutkan perjalanan nya dia untuk pulang ke rumah nya.
Kimora kembali ke Apartemen Alena dia menyiapkan makanan untuk Alena.
Suster Diana terkejut melihat Kimora yang pergi ke dapur untuk memasak, Suster Diana terus memantau Kimora dari jarak jauh.
Terlihat Kimora begitu sangat serius memasak, dia pun yang menghidangkan makanan di meja makan.
Suster Diana dan Kimora duduk menunggu kedatangan Alena dengan masakan nya.
Alena yang terlihat sangat lesu sekali pun terkejut dengan apa yang di lihat di meja makan, Kimora memandang tajam wajah Alena yang membuat Alena lebih memilih untuk menundukkan kepalanya.
"Dokter Alena ayoo kita segera makan ini semua Kimora yang menyiapkan nya loh."
__ADS_1
Alena terlihat sangat malu langsung duduk berhadapan dengan Kimora, Kimora memberikan banyak makanan di piring Alena.
"Kau harus makan banyak karena kamu sangat luar biasa sekali,"
Ucap Kimora dengan nada suara yang tegas.
Alena hanya tertunduk dan menikmati makanan yang di sediakan oleh Kimora.
Suster Diana merasa aneh dengan sikap mereka berdua yang terlihat menjadi sangat canggung sekali.
Kimora terus memandangi wajah Alena yang terlihat sangat pucat sekali, dia terus memperhatikan nya sampai akhirnya mereka menyelesaikan makan malam nya.
"Aku ingin bertemu dengan Mama Sarrah sekarang, tolong temani aku."
Suster Diana melihat wajah Alena yang terlihat sangat pucat sekali, mungkin maksud dari ajakan Kimora agar Alena bisa beristirahat dengan tenang di kamar nya.
"Baiklah, Dok kami pergi dulu yaa dan Dokter silahkan beristirahat karena Dokter terlihat sangat cape sekali."
__ADS_1
Suster Diana, Kimora dan Tiara pun langsung meninggalkan Alena sendiri di Apartemen nya.
Kimora tiba-tiba membalikkan badannya dan memandangi kembali wajah Alena dengan tatapan tajam seakan penuh dengan dendam.
Alena tidak memperdulikan Kimora dia memegang begitu sangat lelah sekali. Alena membuka pintu kamar nya dan tidak ada yang membuat terkejut dia pun langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan badan nya.
Selesai dari kamar mandi, Alena langsung berjalan menuju ke tempat tidur nya dia mulai membaringkan badannya secara perlahan.
Tatapan Alena seakan tertuju pada foto nya yang dia simpan di meja dekat tempat tidur nya.
"Foto kuu, kenapa seperti jadi berubah seperti itu seperti bukan foto aku,"
Alena yang sangat penasaran pun langsung mengambil foto tersebut dan melihat nya. Tangan Alena langsung bergetar dan melempar foto tersebut dan berteriak-teriak kencang sekali.
Alena langsung menarik selimutnya dengan badan yang bergetar dia sangat ketakutan sekali ketika foto nya di ganti menjadi foto Ayana istri almarhum Genzy.
__ADS_1
"Tidaaaaaak, Tidaaaaaak, kenapa foto itu harus ada di dalam kamar ku, siapa yang membawa foto tersebut ke dalam kamar ku."
Alena hanya bisa meratapi ketakutan nya sendiri, karena dia hanya berada sendirian di Apartemen nya.