
Air mata Kimora terus mengalir di pipi nya di saat Sarrah menceritakan semuanya kembali.
"Dan semalam Dokter, dia histeris kembali foto pernikahan nya tiba-tiba terjatuh dan hancur Tampa sebab sebelumnya suaminya datang ke Apartemen saya."
Dokter Rian langsung terdiam mendengar cerita dari Sarrah, dia seperti langsung menyimpulkan bahwa apa yang terjadi dengan Kimora ada hubungannya dengan suaminya.
"Lalu bagaimana sekarang hubungan antara Kimora dengan suaminya sekarang,?"
Tanya Dokter Rian kepada Sarrah.
"Anak saya Genzy semenjak Kimora di larikan ke Rumah Sakit dia tidak peduli sama sekali. Padahal sebelumnya dia sangat overprotektif sekali dengan Kimora dari awal kehamilan nya saya juga binggung apa yang terjadi dengan anak saya dia tidak peduli kepada anak dan istrinya sekarang."
Dokter Rian memperhatikan Kimora, wajah yang sangat pucat sekali dan tatapan mata yang kosong.
Dokter Rian langsung mempunyai pikiran jika Kimora sudah melihat sesuatu hal yang tidak bisa dia lupakan.
"Seperti nya, Kimor harus berkonsultasi dengan saya di waktu luang saya saja bu Sarrah dengan keadaan alam supaya Kimora lebih rileks dan mudah untuk menceritakan semuanya."
Dokter Rian tersenyum manis melihat Kimora.
__ADS_1
"Ya, benar sekali Dokter saya memang sering membawa Kimora luar rumah untuk menghibur nya dan itu membuat dia lebih fresh dan lebih banyak tersenyum."
Dokter Rian hanya menulis resep untuk Kimora.
"Nanti kita bertemu lagi yaa Kimora, kita bertemu dan mengobrol di taman bunga atau di Apartemen Bu Sarrah juga tidak apa-apa."
Kimora dan Sarrah langsung meninggalkan ruangan tersebut, ketika membuka pintu Kimora terus memandangi wajah Dokter Rian dengan tatapan mata yang kosong.
Dokter Rian hanya tersenyum kepada Kimora yang memperhatikan nya itu.
Kimora duduk untuk menggu Sarrah yang sedang menebus obat nya di Apoteker.
Kimora memperhatikan kantin yang ada di Rumah Sakit, dia seperti pernah berada di tempat tersebut.
Dokter Rian memperhatikan Kimora dari jarak jauh, dan tiba-tiba Kimora pun bertemu dengan Alena yang memakai baju pemberian dari Suami nya.
Alena di buat terkejut sekali ketika melihat Kimora ada di rumah sakit.
"Kimora, kenapa kamu ada di sini kamu dengan siapa ada di sini,"
__ADS_1
Alena memegang tangan Kimora tapi Kimora langsung menepis nya, dan secara tiba-tiba Kimora langsung menampar pipi Alena.
Plaaaakkkkkkk,,,,
Semua orang langsung tertuju kepada suara tamparan keras tersebut, Alena langsung memegang pipi nya.
Alena tidak melawan atau pun berbicara sedikit pun kepada Kimora yang menamparnya di banyak orang tersebut.
Setelah menampar Alena, Kimora langsung berjalan kembali dan duduk di tempat nya tadi.
Beruntung lah Mama Sarrah tidak mengetahui apa yang di lakukan oleh Kimora.
"Ayooo sayaaaaang kita pulang,"
Kimora langsung tersenyum puas sambil melirikan pandangan tajam kearah Alena.
Alena langsung memilih untuk pergi dari Kantin tersebut dan memilih untuk kembali ke ruangan nya.
Mata Alena pun langsung berkaca-kaca seketika dia langsung menagis histeris di ruangan nya.
__ADS_1
Dokter Rian yang memperhatikan Kimora pun langsung berpikir.
"Ada hubungan apa Kimora dengan Dokter Alena, Kimora seperti melampiaskan kekesalannya terhadap Dokter Alena. Seperti nya memang mereka punya masalah pribadi yang hanya mereka berdua yang tau."