
Melihat Dokter Rian pergi Sarrah yang sangat hawatir sekali dengan keadaan Kimora lebih memilih untuk menghampiri Dokter Rian dan membiarkan Genzy duduk di ruangan tunggu.
Genzy yang sebelumnya ingin pergi terpaksa kembali duduk karena melihat Mama menghampiri Dokter Rian.
"Mama ingin bicara dengan Dokter Rian, karena Kimora itu anak Mama. Mama lebih jauh hawatir dengan keadaan Kimora."
Dokter Rian dan Mama Sarrah memilih tempat untuk mereka mengobrol dengan nyaman tampa ada yang menggangu.
Mereka pun lebih memilih untuk mengobrol di depan Rumah Sakit, Mama Sarrah begitu sangat panik sekali dengan keadaan Kimora.
"Bu Sarrah kenapa bisa ada di sini bersama dengan anak Bu Sarrah dan Dokter Alena,? apa yang sebenarnya terjadi."
Dokter Rian mulai mencari tau informasi dari Bu Sarrah.
"Ohhh, jadi begini ceritanya Genzy tiba-tiba menelephone Tante dia bilang Dokter Alena mengalami kecelakaan ada seseorang yang melemparkan sesuatu sampai melukai kepalanya, di saat itu Genzy sangat panik dan meminta Tante untuk menemani nya."
__ADS_1
Dokter Rian melihat jika Bu Sarrah bersikap biasa ketika melihat apa yang terjadi dengan Dokter Alena, tapi Dokter Rian berjanji tidak akan memberitahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu.
"Dokter Rian, bisakah saya bertemu dengan Kimora malam ini. Saya sangat hawatir sekali dengan keadaan nya sekarang.".
Sarrah terus memohon kepada Dokter Rian, dia ingin bertemu dengan Kimora, dan akhirnya bisa membuat Dokter Rian luluh.
"Baiklah Bu Sarrah, tapi sebaliknya Bu Sarrah meminta ijin dulu dengan anak ibu karena dia juga mungkin tidak mau di tinggalkan sendiri menunggu."
Sarrah pun langsung menghampiri Genzy yang masih menunggu Dokter Alena yang masih saja belum sadar.
Mendengar Kimora berada di rumah Dokter Rian, Genzy langsung terbawa emosi.
"Kenapa Kimora bisa ada di rumah Dokter itu Mam,? Mama kenapa mengijinkan mereka untuk berdua seperti itu Mam."
Dokter Rian yang mengikuti Bu Sarrah pun, mendengar perkataan Genzy dia tidak habis pikir orang yang berselingkuh bisa punya perasaan cemburu terhadap istrinya.
__ADS_1
Dokter Rian pun memilih untuk menghampiri Genzy dan menjelaskan nya.
"Maaf yaa Pak Genzy, jadi begini ceritanya saya dan Kimora memilih untuk berkonsultasi di luar agar Kimora lebih bisa segar dengan pemandangan di sekitarnya dan mulai untuk berkonsultasi tapi ternyata sesuatu terjadi Kimora dia langsung despresi berat dan sampai membuang semua obat-obatan nya."
Genzy merasa tidak percaya dengan semua ucapan Dokter Rian, Genzy merasa itu hanya alasan Dokter Rian agar ingin bisa bersama dengan Kimora.
"Ingat Kimora itu sedang despresi, jangan sampai kamu memfaatkan kesempatan dalam kesempitan."
Mama Sarrah langsung memilih untuk segera pergi dari tempat tersebut karena melihat Genzy mulai emosional sekali.
"Sudah yaa Genzy, Mama pergi dahulu kasihan Kimora. Dan jika Dokter Alena sudah sadar beritahu langsung Mama yaa."
Sarrah langsung menarik tangan Dokter Rian, agar mereka segera pergi. Genzy terus memandangi Dokter Rian dia seketika langsung tidak suka dengan Dokter Rian.
"Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi dengan Kimora, tidak akan aku biarkan dia memanfaatkan Kimora hanya berputar-putar sebagai Dokter."
__ADS_1
Genzy kembali duduk untuk menunggu Alena sadar.