Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *307*


__ADS_3

Keesokan hari nya, Putri Kimora ingin pergi ke sekolah tapi Suster Diana melarang nya. Agar Putri Kimora bisa beristirahat sehari di rumah.


"Pokoknya aku ingin sekolah sekarang dan bertemu dengan Omah."


Pada akhirnya Suster Diana pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Putri Kimora.


Putri Kimora berlari menuju ke kamar Ibu nya tapi ternyata Ibu nya tidak ada di dalam kamar nya.


"Ibu kenapa nggak pulang sih, ibu terlalu sibuk banget. Aku benci ibuu huh."


Putri Kimora kembali ke kamar nya dia memakai baju seragam nya sendiri dan langsung meminta kepada Suster Diana agar langsung mengajak nya pergi ke sekolah.


"Ayoo Suster Diana kita pergi ke sekolah sekarang."


Suster Diana pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Putri Kimora, dia pun sangat menghawatirkan sekali dengan Kimora.


"Semoga saja Ibu Kimora baik-baik saja, aku begitu sangat hawatir sekali dengan nya."


Suster Diana pun langsung bersiap untuk pergi ke sekolah bersama dengan Putri Kimora.


Di perjalanan Putri Kimora hanya terdiam saja wajah yang cemberut pertanda dia sedang marah besar dengan Ibu nya


"Putri Kimora, jangan seperti itu yaa jangan marah dengan Ibu. Ibu yang berkerja keras untuk Putri Kimora kasihan Ibu, tugas ibu itu adalah menolong semua orang."


Putri Kimora pun langsung menundukan kepalanya dia langsung menatap wajah Suster Diana.


"Iyaa Suster Diana, aku minta maaf. Aku tidak akan lagi marah-marah sama Ibu yang sedang berjuang untuk membantu orang-orang yang membutuhkan."


Suster Diana langsung tersenyum bahagia ketika Putri Kimora bisa mengerti dengan pekerjaan Ibu nya.


Part 3.


Suster Diana terlihat sangat tenang sekali karena dia mengetahui Alena masih ada di Rumah Sakit.


"Setidaknya jika aku membawa Putri Kimora bertemu dengan Bu Sarrah tidak yang harus aku takut kan, karena Alena masih di Rumah Sakit."


Alena menunggu Putri Kimora pulang dari sekolah, tapi dia seperti melihat mobil Kimora yang menuju ke arah sekolah Putri Kimora.


Suster Diana langsung berdiri ketika mobil tersebut berhenti di depan gerbang sekolah.


"Bu Kimora, aku harus cepat menghampiri nya."

__ADS_1


Kimora turun dari mobil nya dan masih terlihat sedikit bengkak di pipi nya, Kimora mencoba untuk menutupi nya dengan menggunakan masker.


Suster Diana langsung tersenyum ketika melihat Kimora datang ke sekolah Putri nya.


"Seperti nya aku tidak terlambat datang, Putri Kimora belum pulang dari sekolah nya."


Kimora pun duduk berdampingan dengan Suster Diana, Suster Diana tidak berani bertanya apapun kepada Kimora dia hanya terdiam saja.


Mereka hanya sibuk dengan handphone mereka sampai akhirnya bell pulang pun berbunyi.


Putri Kimora langsung berlari ketika dia melihat Ibu nya yang datang menjemput nya.


Putri Kimora melihat seperti ada yang aneh dengan Ibu nya tersebut dan Putri Kimora langsung membuka masker yang menutupi luka di pipi Ibu nya.


Putri Kimora langsung terkejut ketika melihat seperti ada luka di pinggir bibir Ibu nya.


"Ibu terluka yaa pipi ibuu kenapa seperti ini."


Suster Diana pun langsung melihat wajah Kimora yang sedikit bengkak.


"Ibu tidak apa-apa sayaaaaang, Ibu hanya terluka sedikit saja."


"Apakah luka itu karena Alena seperti luka bekas tamparan yang sangat keras sekali."


Suster Diana hanya bisa berbicara dalam hati nya saja.


"Buuu, aku ingin bertemu dengan Omah. Aku sangat merindukan sekali Omah."


Kimora pun langsung melirikan mata nya kepada Suster Diana.


"Ibu dan Putri silahkan pergi saja, saya tidak akan ikut. Saya ada urusan penting dengan teman Saya."


Kimora mengetahui jika Suster Diana akan pergi ke Rumah Sakit untuk melihat Alena.


"Okeh baiklah, kamu hati-hati yaa pergi ke Rumah Sakit nya."


Suster Diana pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Kimora yang ternyata mengetahui jika dirinya akan pergi ke Rumah Sakit.


Kimora memilih untuk pergi menuju ke Apartemen Mama Sarrah.


"Buu kita nggak bawa hadiah untuk Omah, semoga Omah tidak marah yaa Buu."

__ADS_1


Mereka pun sampai di depan Apartemen dan langsung di persilahkan masuk oleh Perawat yang khusus merawat Bu Sarrah.


"Omaahhhhhhh, aku datang omaahhhh."


Teriakan Putri Kimora langsung membuat Sarrah tersenyum bahagia.


"Omaaahhhh, apa kabar nya omahhhh. Aku rindu sekali omahhh."


Putri Kimora memeluk erat omah nya tersebut, dan Sarrah pun memberikan setangkai bunga mawar putih kepada Putri Kimora.


"Wahhhh, terimakasih banyak Omah. Bunga nya cantik sekali."


Melihat Putri Kimora yang sedang bersama dengan Mama Sarrah, Kimora pun menyatakan kondisi perkembangan Mama Sarrah dengan perawat nya.


"Bagaimana sekarang kondisi Mama, dan apakah Dokter Rian selalu datang ke sini."


Kimora pun memilih untuk duduk sambil mengobrol bersama dengan Perawat tersebut.


"Semenjak Pak Genzy memberikan bunga-bunga tersebut, Bu Sarrah menjadi tidak sering melamun dan dia lebih memilih untuk menghabiskan waktu nya bersama dengan bunga-bunga tersebut. Masalah Dokter Rian, Pak Genzy tidak memilih Dokter Rian dia memilih Dokter yang lain."


Kimora sudah menduga sebelum nya jika Genzy tidak akan mau memakai Dokter Rian.


Putri Kimora terlihat sangat bahagia sekali bersama dengan Mama Sarrah.


Kimora pun menghampiri Putri nya tersebut, dia melihat pemandangan yang sangat indah sekali dan terlihat sekali begitu jelas sekolah Putri Kimora.


"Jika Alena melihat dari kaca jendela kamar nya, ada nampak jelas sekali dia melihat sekolah Putri Kimora. Tapi itu tidak mungkin terjadi karena Alena pasti di kurung di Apartemen nya."


Pandangan mata Putri Kimora tertuju pada kamar Papa nya, dia seperti ingin masuk ke dalam kamar itu.


"Buu, aku ingin ke toilet yaa buuu. Aku sudah tidak tahan sekali, aku bisa sendiri kok buu. Ibu di sini saja bersama dengan Omah yaa."


Kimora pun membiarkan Putri nya pergi sendiri, Putri Kimora pun langsung masuk ke dalam kamar Genzy yang ternyata tidak di kunci.


Putri Kimora melihat seseorang yang sedang duduk di kasur tersebut, dia seperti sosok wanita bergaun putih yang sering Putri Kimora lihat.


Putri Kimora memberanikan diri nya untuk bisa bicara dengan wanita tersebut, tapi ternyata wanita itu langsung menghilang begitu saja.


"Kenapa dia langsung pergi yaa, apakah wanita tersebut bersumber dari tempat ini. Dia wanita yang pernah di cinta oleh Papa tapi kenapa dia selalu bersama dengan Papa dan tatapan mata nya sangat sedih sekali."


Putri Kimora pun keluar dari kamar Papa nya, tapi tiba-tiba ketika dia akan keluar dari kamar Papa nya dia seperti melihat tulisan di dekat cermin. Putri Kimora pun langsung menghampiri nya.

__ADS_1


__ADS_2