
Kimora memilih untuk menghampiri Genzy dan juga Dokter Rian, dan ternyata Genzy memperingati Dokter Rian agar tidak mendekati Kimora karena mereka berdua tidak akan pernah berpisah dengan percaya diri nya Genzy percaya jika setelah hal ini Alena pasti membatalkan rencana pernikahan nya dengan nya.
"Mas Genzy, Alena sudah sadar lebih baik kamu cepat menghampiri nya tadi aku lihat dia sedang berteriak-teriak seperti ketakutan sekali."
Dokter Rian memandangin wajah Kimora dia seperti tidak ingin Kimora kembali kepada Genzy.
"Alena pasti sangat ketakutan sekali, dia sudah melihat jasad Ayana dia sendiri yang masuk ke dalam kamar itu."
Mendengar perkataan Genzy, Kimora dan Dokter Rian seperti tidak peduli mereka tidak beraksi sedikit pun. Bahkan Dokter Rian merasa sangat aneh dengan Genzy yang masih saja menyimpan jasad Ayana sedangkan sudah ada dua korban yang hampir gila karena sikap tidak normal nya itu.
__ADS_1
"Lalu sampai kapan jasad itu akan di simpan di kamar itu, sekarang seperti nya semakin banyak orang yang mengetahui semakin bersikap biasa saja. Hey Tuan Genzy apa yang kamu lakukan itu sangat tidak normal sekali itu membuat banyak orang ketakutan sekali dan bagaimana jika Bu Sarrah mengetahui nya hah apakah kau ingin tiga perempuan yang kau sayangi menjadi despresi berat semuanya. Bisakah kau berpikir ke arah sana dan sekarang ingin bisa kembali bersama dengan Kimora sedangkan jasad itu masih tersimpan di dalam kamar itu, hah ntah apa yang ada di pikiran mu itu."
Dokter Rian langsung pergi setelah berkata seperti itu kepada Genzy, Kimora merasa perkataan Dokter Rian itu benar dan Kimora pun memilih untuk pergi mengikuti Dokter Rian.
Genzy hanya terdiam mendengar perkataan Dokter Rian, tapi dia tidak bisa hidup tampa jasad Ayana.
"Aku tidak bisa merelakan Ayana untuk pergi, tapi aku juga tidak mau merelakan Kimora dengan lelaki lain karena aku yakin Kimora pasti mau menerima kehadiran Ayana di dalam rumah itu."
Mama Sarrah menangis melihat kondisi Alena, yang jauh lebih parah dari Kimora.
__ADS_1
"Genzy, apa yang sebenarnya terjadi kenapa apa yang Dokter Alena alami sekarang sama seperti yang Kimora alami. Dan bagaimana jika ini terus berlanjut Dokter Alena sedang hamil tapi dia despresi berat seperti ini lalu bagaimana nasib anak nya nanti, bagaimana jika nanti anak nya terlahir dengan ganguan mental dan itu adalah anak kandung kamu Genzy."
Genzy merasa terpojokkan sekali dia tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Mama nya.
Kimora dan Dokter Rian memilih untuk kembali menghampiri Genzy dan mendengarkan perkataan antara Genzy dan juga Mama nya.
"Sampai kapan Mas Genzy seperti ini, apakah jika aku meningal pun jasad ku akan di awetkan seperti jasad Ayana. Aku tidak mengerti apa yang ada di pikiran nya, padahal jalan satu-satunya dia istirahat Ayana dengan sempurna dan layak maka aku sangat yakin sekali rumah itu pun agar berubah menjadi lebih berwarna."
Kimora memandangin wajah Dokter Rian yang ada di sebelah nya.
__ADS_1
"Aku lebih memikirkan ucapan Bu Sarrah, dengan kandungan Dokter Alena. Kasihan sekali jika bayi nanti terlahir dengan ganguan mental karena dari awal kehamilan mental Dokter Alena sudah seperti ini."