Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 196


__ADS_3

Kimora pun menghampiri satpam baru tersebut dan melihat apakah masih ada tumpukan bangkai bunga-bunga yang sudah layu di masukkan ke dalam karung-karung.


Kimora terus memandangi sudut-sudut di sekitar pos satpam tersebut.


"Pak, pernah lihat suami saya bawa karung-karung untuk di buang di simpan di di pinggir pos satpam ini untuk di buang,?"


Kimora masih penasaran dengan suaminya tersebut, jika Genzy masih suka membuang bangkai bunga-bunga tersebut itu tandanya Ayana masih ada di dalam rumah ini.


"Saya belum pernah melihat nya Buu, lagi pula saya baru kan di sini."


Kimora pun langsung memilih untuk pergi dari pos satpam tersebut karena dia hawatir ada yang memperhatikan nya.


"Baiklah, terimakasih sudah mau menjawab pertanyaan saya."


Kimora terus menunggu kedatangan Dokter Rian untuk menjemput nya, tapi Dokter Rian tidak juga datang menjemput nya.


Sampai akhirnya dia melihat ada mobil Genzy, dan Taxi yang menuju ke arah rumah nya.

__ADS_1


Kimora pun langsung mundur dan menjauhi gerbang karena mobil Genzy akan masuk ke garasi.


Mata Kimora tertuju pada pada taksi yang ada di belakang mobil Genzy dan menunggu siapa yang keluar dari pintu taksi tersebut.


Kimora langsung terkejut ternyata Alena yang turun dari taksi tersebut dengan perban yang masih tertempel di kepalanya Alena seperti memaksakan diri untuk datang ke rumah ini.


"Ternyata si pelakor itu, ada apa dia datang ke sini seperti dia ketakutan dengan kehadiran aku di rumah ini."


Kimora pun langsung menghampiri kedatangan Alena dia memaksa untuk tersenyum kepada Alena.


"Ternyata kamu masih panjang umur yaa, dan memaksa kan untuk datang ke sini dari ke Apartemen nya sendiri."


"Kamu akan menggendong nya dan membawa nya ke dalam kamar itu, oh oh oh bukan kah kamu bilang kamu ada sesuatu di kantor sampai tidak sarapan dan ternyata hanya untuk mengantarkan dia untuk ke sini kalian berdua luar biasa."


Mama Sarrah pun langsung menghampiri Kimora, Ayana dan Genzy. Melihat Mama Sarrah Genzy langsung tertunduk dan langsung pergi ke menuju ke mobil nya.


"Aku pamit pergi ke kantor kembali."

__ADS_1


Kimora pun langsung memegang tangan Genzy.


"Antarkan aku bertemu dengannya Dokter Rian di rumah sakit aku ingin bertemu dengan dia."


Genzy langsung emosi mendengar perkataan dari Kimora.


"Untuk apa kamu selalu ingin bertemu dengan Dokter Rian sedangkan kamu sendiri masih saja lemah dan selalu despresi tidak sadarkan diri. Akan aku carikan Dokter yang lebih hebat."


Kimora langsung tersenyum dan melepaskan tangan Genzy.


"Kenapa kamu marah,? aku hanya ingin bertemu dengan nya saja bukan untuk berkencan dengan nya. Dia dokter yang membuat aku sangat nyaman sekali dan kamu jangan gantikan Dokter Rian dengan yang lain."


Alena melihat perdebatan antara Kimora dan Genzy seakan membuatnya punya kesempatan untuk bisa bersama dengan Genzy jika Kimora bisa bersama dengan Dokter Rian.


Mama Sarrah langsung menghampiri Kimora dan Genzy.


"Sudah kalian jangan bertengkar di sini, lebih baik bicarakan saja di dalam rumah."

__ADS_1


Kimora pergi dengan penuh emosi dia mendorong Alena yang masih berdiri lemas sampai terjatuh ke lantai.


Genzy dan Mama Sarrah langsung terkejut melihat perlakuan kasar Kimora terhadap Dokter Alena.


__ADS_2