
Putri Kimora yang belum pandai untuk membaca pun memilih untuk mengambil kertas putih tersebut yang akan dia berikan kepada Suster Diana.
"Nanti akan aku berikan kepada Suster Diana, aku simpan dulu."
Ketika Putri Kimora keluar dari kamar Papa nya dia pun langsung berlari untuk menghampiri Ibunya.
"Buuuu, aku sudah selesai aku anak yang pintar kan ibuuuu."
Putri Kimora tersenyum manis kepada Ibu nya.
"Sayaaaaang, apa kamu ingin pulang sekarang juga. Atau masih ingin di sini bersama dengan Omah,?"
Kimora terlihat sangat tidak nyaman sekali dia takut Genzy segera pulang dan bertemu kembali dengan Putri Kimora.
"Aku masih ingin di sini bersama dengan Omah Buu, coba lihat Omah juga seperti nya sangat senang sekali aku berada di sini."
Kimora hanya terdiam karena dia pun melihat jika Putri Kimora bisa membuat kondisi Mama Sarrah cepat pulih kembali.
Kimora pun kembali melihat pemandangan indah dari jendela kaca, angin yang berhembus kencang sekali.
Membuat Kimora seperti melihat seorang yang terbang melayang di hadapan.
Kimora memejamkan mata nya, dia seperti melihat seseorang yang sedang terbang tapi ketika dia membuka mata apa yang dia lihat seketika langsung menghilang.
"Astaga, itu ternyata hanya halusinasi kuu saja. Seperti nya tadi aku melihat burung berwarna putih yang terbang di hadapan kuu."
Kimora pun merasa sangat mengantuk sekali dan tidak seperti biasa nya.
Putri Kimora yang melihat Ibu nya seperti akan terjatuh pun langsung berlari menghampiri Ibu nya.
"Ibu apakah kamu baik-baik saja,?"
Putri Kimora terlihat sangat hawatir sekali melihat kondisi Ibunya.
"Ibu baik-baik saja sayaaaaang tapi kenapa yaa ibu seperti sangat mengantuk sekali, Ibu seperti mendadak menjadi sangat lemah sekali."
Kimora pun memilih untuk duduk di sofa bersama dengan Putri Kimora, tapi ternyata Kimora seketika langsung tertidur pulas di sofa tersebut.
"Ibu, seperti nya ibu sangat lelah sekali. Hmmmmm kasihan sekali Ibu, maafkan aku yaa buuuu aku sayaaaaang ibu."
Putri Kimora langsung mencium kening Kimora dengan penuh perasaan.
Kimora sedang berjalan di sebuah lorong yang sangat gelap sekali dia melihat sedikit cahaya ada di hadapannya mata nya.
__ADS_1
Kimora seperti memakai gaun putih pengantin dia melihat ada sosok wanita yang sedang menunggu nya.
"Siapa wanita tersebut kenapa dia tersenyum manis kepada kuu,?"
Wanita tersebut memegang tangan Kimora dia pun kembali tersenyum manis kepada Kimora.
Dia menarik tangan Kimora dan tiba-tiba Kimora mengetahui tempat tersebut.
"Astaga, ini kan rumah Mas Genzy yang dulu. Aku mau di bawa ke mana dengan wanita ini."
Kimora seperti tidak bisa melepaskan genggaman tangan wanita tersebut dia begitu sangat kuat sekali.
Hingga akhirnya dia berada di depan gudang belakang rumah tersebut.
Kimora langsung menyadari jika wanita yang memegang tangan nya tersebut adalah Ayana.
Kimora pun seketika menangis dia tidak mau masuk ke dalam bersama dengan Ayana.
Tapi lagi-lagi genggaman tangan Ayana yang begitu sangat kuat sekali sehingga tidak bisa melepaskan nya.
"Tolong lepaskan tangan kuu ini aku mohon, lepaskan."
Tampa harus di sentuh tangan pintu tersebut langsung terbuka dengan sendirinya.
Ayana pun membalikkan badannya dan tersenyum manis kepada Kimora.
"Kamu harus ikut bersama dengan kuuu, karena kamu juga harus merasakan apa yang aku rasakan selama ini."
Kimora menggelengkan kepalanya berkali-kali dia tidak mau mengikuti apa yang di katakan oleh Ayana.
"Tidak, aku tidak mau Ayana. Aku tidak mau merasakan apa yang sudah kamu rasakan selama ini."
Tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang.
"Ibuuuuuuu, di mana aku mencari Ibuuuuuu."
Kimora mendengar suara Putri Kimora yang sedang mencari nya.
"Naaak, tolong Ibuuuuuu sayaaaaang tolong Ibu kemari lah."
Putri Kimora langsung mencari sumber suara tersebut dia berlari mencari Ibu nya.
Dan ternyata Ibu nya sedang bersama dengan wanita yang sering dia jumpai.
__ADS_1
Putri Kimora menarik tangan Ibu nya, dia langsung melihat dua peti mati di hadapan nya.
"Kamu jangan ambil Ibu kuuuu, dia masih harus hidup bahagia bersama dengan akuuuuuuuu. Pergi saja kamu ke sanaaaaa pergi."
Putri Kimora langsung berteriak kencang sekali dan membuat Kimora yang berada di samping terkejut dan langsung bangun dari tidur nya.
"Astaga Nak, kamu pun ketiduran bersama dengan Ibu di sofa ini. Ayooo bangun sayaaaaang seperti nya kamu sedang bermimpi."
Putri Kimora langsung terbangun dari tidur nya dia pun langsung memeluk erat tubuh Ibu nya.
"Buuuu, aku sayaaaaang ibu aku akan selalu menjaga ibu. Ibu jangan pernah pergi untuk meninggalkan aku yaa buuu."
Putri Kimora tidak berani menceritakan tentang apa yang dia lihat di mimpi nya itu.
Dia begitu sangat takut sekali kehilangan Ibu nya.
***
Suster Diana menuju ke Rumah Sakit, dia melihat Riana yang terus menerus menangis di samping Alena.
Suster Diana pun langsung masuk menghampiri Riana dia begitu sangat hawatir sekali.
"Maaf Buu, kenapa Ibu menangis seperti itu ? apa yang sudah terjadi dengan Alena."
Suster Diana melihat kondisi Alena yang baik-baik saja dia sedang memakan buah-buahan dengan sangat lahap sekali tidak seperti biasa.
Alena yang tidak mau makan sama sekali sekarang tampak berbeda.
"Alena telah melukai Dokter Kimora, dia menampar Dokter Kimora dengan sangat kencang sekali. Saya sangat malu dengan apa yang sudah di lakukan oleh Alena."
Suster Diana langsung terkejut mendengar nya, pantes saja Kimora memakai masker pada saat bertemu dengan Putri Kimora.
Suster Diana pun langsung menghampiri Alena dia duduk di samping Alena.
"Kenapa kamu menyakiti Dokter Kimora, kamu tak ingat jika kalian berdua itu adalah sahabat sejati. Dokter Kimora sangat merindukan kamu dia berniat untuk menghapus semua luka yang membuat persahabatan kalian menjadi retak. Tapi kenapa kamu begitu sangat membenci Dokter Kimora sedangkan Dokter Kimora yang menjadi korban dari perbuatan antara kamu dan Genzy."
Alena langsung melemparkan semua buah-buahan yang ada di hadapan nya dia memandangi wajah Suster Diana dengan sangat sinis sekali.
"Kimora harus tiada dia harus aku musnahkan, dia yang membuat pernikahan kuu gagal dan karena dia juga aku kehilangan anak kuuu jadi aku pasti membuat Kimora tiada di dunia ini."
Suster Diana begitu sangat terkejut sekali mendengar ucapan Alena.
"Alena kamu jangan mempunyai sikap seperti itu kepada Bu Kimora, kamu benar-benar sudah hilang kendali jika sikap kamu seperti ini aku sudah tidak mau bertemu dengan kamu."
__ADS_1