
Karena merasa sangat penasaran sekali, Suster Diana memilih untuk bertanya kepada salah satu pengunjung.
"Mbak, maaf yah kenapa sangat ramai sekali yah di taman ini padahal ini kan bukan hari libur tapi begitu sangat ramai sekali apa akan ada sebuah acara besar."
Putri Kimora mulai merasa sangat senang sekali dengan suasana di taman bermain tersebut.
"Oh, tidak Buu ini tidak ada acara apapun tapi memang setiap bulan setiap tanggal kelahiran anak nya dia selalu membuat seperti ini untuk menyenangkan hati anak-anak karena dia sudah lama tidak bisa bertemu dengan anak perempuan nya."
Mendengar perkataan salah satu pengunjung, Pikiran Suster Diana merasa tidak nyaman sekali dia berniat untuk membawa pulang Putri Kimora.
"Putri Kimora sayaaaaang, lebih baik kita pergi ke tempat lain saja yah. Suster Diana takut banget sama badut kita pergi ke tempat lain saja yuu."
Suster Diana merayu Putri Kimora agar mau pergi dari tempat itu tapi Putri Kimora tidak mau karena dia sangat menyukai tempat tersebut.
Perasaan Suster Diana semakin hawatir ketika melihat banyak anak-anak yang memegang satu tangkai mawar putih dengan pita merah di tangkainya seperti mengingatkan nya pada sesuatu hal.
Putri Kimora di berikan satu tangkai mawar putih tersebut tapi pita nya berwarna pink, Putri Kimora terlihat sangat bergembira sekali sedangkan Suster Diana merasa ingin keluar dari tempat tersebut.
"Sayaaaaang, kamu kan sudah mendapatkan satu tangkai mawar putih. Ayoo kita pergi dari sini yah, kita cari tempat yang bagus dari ini."
Putri Kimora menggeleng kepala nya, pandangan tertuju kepada anak-anak yang sedang mengantri untuk mendapatkan balon.
Putri Kimora melepaskan paksa genggam tangan Suster Diana dan berlari menuju ke tempat pemberian balon tersebut.
Suster Diana di buat sangat terkejut sekali ketika Putri Kimora berlari dia pun ikut berlari menyusul ke sana.
Karena Putri Kimora yang terlalu cepat berlari nya, Suster Diana pun kehilangan jejak karena begitu banyak sekali anak-anak yang berdatangan.
"Astaga, Putri Kimora kamu di mana sayaaaaang."
Suster Diana terlihat sangat hawatir sekali, dia terus mencari Putri Kimora.
Putri Kimora pun akhirnya mendapatkan balon tersebut, balon merah berbentuk hati dengan tulisan love.
__ADS_1
"Terimakasih banyak yah Om, ini balon nya sangat lucu sekali dan aku suka."
Seketika hati nya pun bergetar ketika mendengar ucapan tersebut.
"Kamu baru datang ke sini yah,? Om baru lihat wajah cantik kamu."
Putri Kimora pun langsung tersenyum ketika dirinya di sebut cantik.
"Aku jarang keluar rumah Om, aku lebih banyak menghabiskan waktu ku di dalam rumah. Aku mulai bisa merasakan kebebasan setelah aku mulai sekolah."
Suster Diana langsung terkejut ketika melihat Pria yang ada di hadapan Putri Kimora adalah Genzy, dia hampir saja berteriak tapi Suster Diana tetap tenang.
"Yasudah Om kasih kamu coklat yah, karena kamu baru pertama kali ke sini. Dan jangan lupa setiap tanggal 5 bulan depan sini lagi yah."
Putri Kimora mengambil coklat tersebut dengan wajah yang sangat ceria.
"Terimakasih banyak yah Om, tapi bulan depan tanggal 5 itu adalah hari ulang tahun aku. Jadi seperti nya aku tidak bisa datang ke sini."
Putri Kimora pun langsung pergi ketika sudah berkata seperti itu, Genzy pun langsung terkejut mendengar ucapan itu.
Genzy berniat ingin mengejar anak tersebut tapi terhalang oleh banyak nya anak-anak yang datang untuk menghampiri nya.
Suster Diana mengawasi Putri Kimora dari kejauhan, dia menghela nafas panjang nya ketika melihat Putri Kimora kembali dan mencari dirinya.
Suster Diana langsung memeluk erat tubuh Putri Kimora dan mengendong masuk ke dalam mobil, Suster Diana tidak mengerti apa yang akan terjadi jika Kimora melihat anak nya sedang bertatapan wajah dengan Ayah kandung nya sendiri.
"Putri Kimora, kamu tidak apa-apa kan. Lelaki tadi tidak menyakiti muu kan, dia bilang apa saja sama kamu."
Suara Suster Diana terdengar sangat panik sekali dan membuat Putri Kimora menjadi bertanya-tanya.
"Apakah Suster kenal dengan Om yang tadi, lihat aku di berikan balon merah dan coklat juga dia baik banget sama aku. Dan dia juga menyuruh aku untuk kembali ke taman itu bulan depan tanggal 5, tapi aku bilang aku nggak bisa karena bulan depan tanggal 5 itu adalah hari ulang tahun aku."
Suster Diana semakin ketakutan sekali ketika Putri Kimora memberitahu hari ulang tahun nya kepada Genzy, hal itu bisa membuat Genzy curiga dan mencari keberadaan Putri Kimora.
__ADS_1
"Sayaaaaang, kamu jangan seperti itu lagi yah. Kamu kan nggak kenal sama Om itu. Suster takut dia orang jahat lain kali jangan berbicara dengan sembarang orang yah."
Putri Kimora pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Suster Diana, raut wajah nya pun langsung berubah total.
Suster Diana memperhatikan wajah Putri Kimora yang masih saja cemberut di sepanjang perjalanan menuju ke Rumah Sakit.
Suster Diana pun memilih untuk merahasiakan hal ini dari Kimora karena takut menggangu kesehatan mental nya.
Turun dari mobil nya Putri Kimora membawa setangkai mawar putih, balon dan coklat pemberian dari Genzy.
"Putri Kimora, untuk apa itu semua kamu bawa kamu simpan di dalam mobil saja yah sayang."
Suster Diana mencoba mengambil barang-barang tersebut tapi Putri Kimora menepis tangan Suster Diana.
"Jangan, aku akan memberikan ini semua nya untuk Ibu. Ibu pasti sangat senang sekali karena Ibu itu sangat suka sekali dengan coklat."
Seperti sudah di rencanakan sebelumnya, Kimora yang sangat suka sekali dengan coklat dan balon merah yang pernah di berikan oleh Genzy di awal kehamilan Kimora.
Putri Kimora berlari menghampiri Kimora yang ternyata sedang bersama dengan Dokter Rian, di taman dekat kantin Rumah Sakit.
Putri Kimora berteriak kencang sekali memanggil Ibu nya.
"Ibuuuuuuu, aku datang bawa hadiah untuk Ibuuuuuuuu."
Mendengar suara tersebut Kimora langsung membalikkan badannya dan tersenyum menyambut kedatangan putri nya itu.
"Putri kesayangan ibu, kamu bawa hadiah apa untuk Ibu."
Putri Kimora memberikan coklat dan setangkai mawar putih dan balon merah bertuliskan love, Kimora sangat terkejut sekali dengan hadiah yang di berikan oleh Putri nya tersebut.
Dokter Rian memperhatikan Suster Diana yang terlihat tidak mau diam mengerakan tangan nya seperti ada sesuatu di balik semua ini.
Dokter Rian pun langsung menghampiri Kimora dan bertanya kepada nya.
__ADS_1
"Putri Kimora sayaaaaang, kamu dapat hadiah ini semua dari siapa sayaaaaang."
Putri Kimora pun langsung bercerita kepada Dokter Rian.