
Kimora hanya terdiam saja karena dia sangat kesal sekali dengan apa yang sudah di lakukan oleh Alena terhadap Putri Kimora.
Kimora pun lebih memilih untuk pergi meninggalkan Apartemen Alena bersama dengan Suster Diana dan Putri Kimora.
Mereka pun berniat untuk pergi ke Apartemen Mama Sarrah, Dokter Rian memilih untuk pergi dia tidak mau menyaksikan kembali kebersamaan Kimora dengan Genzy.
Putri Kimora memeluk erat tubuh Kimora dia seperti tidak mau lepas dari pelukan Ibu nya.
Ketika Kimora masuk ke dalam Apartemen tersebut, Mama Sarrah pun langsung menghampiri Kimora dan melihat Putri Kimora.
"Kamu baik-baik saja kan Nak, kamu tidak terluka kan Naak."
Putri Kimora memandangi wajah Omah nya tersebut.
Putri Kimora menangis di depan Omah nya meluapkan semua perasaan hati nya.
"Akuuuu di kurung di dalam kamar Omah, aku tidak boleh keluar dari kamar itu. Dan Tante jahat itu bilang jika aku adalah anak nya aku bukan anak Ibu Kimora."
Kimora pun sangat terkejut sekali mendengar perkataan itu.
"Apa maksudnya Alena berbicara seperti itu kepada Putri kuu, aku tau dia sedang sakit tapi tidak harus dia berkata seperti itu."
Kimora kembali di buat emosi kembali oleh Alena.
Suster Diana mencoba untuk menenangkan perasaan Kimora.
"Sudah yaa Buu Kimora, sekarang yang lebih penting Putri Kimora sudah kembali di pelukan kita."
Kimora pun tersenyum tipis kepada Suster Diana.
"Bagaimana jika mulai sekarang kita berikan penjagaan ketat untuk Putri Kimora, setiap kalian pergi Putri Kimora di kawal oleh bodyguard."
Suster Diana tidak menyetujui keinginan Genzy.
"Seperti nya tidak harus seperti itu, karena Alena tidak mungkin melakukan nya kembali dia pasti sekarang sedang merencanakan sesuatu ntah siapa lagi yang akan menjadi korban dari kejahatan Alena."
Suster Diana sangat menghawatirkan sekali dengan Kimora, dia merasa jika Kimora lah yang menjadi target selanjutnya.
"Lebih baik bodyguard itu penjaga Bu Kimora saja, saya lebih hawatir sekali dengan Bu Kimora."
Kimora langsung mengingat kembali perkataan Alena yang akan membuat nya tidak ada.
__ADS_1
"Yaa, Alena menginginkan untuk bisa membuat aku tiada. Karena Alena berpikir bahwa aku adalah penyebab utama kegagalan pernikahan mereka berdua dan aku juga yang membuat Alena kehilangan anak nya."
Genzy pun langsung menghampiri Kimora.
"Apa benar Alena mengatakan semuanya, dia tidak bisa melakukan itu semua nya. Dia harus berhadapan dengan kuu karena itu adalah tanggung jawab kuu juga karena kamu adalah penjaga Putri Kimora."
Suster Diana melihat Genzy begitu sangat perhatian sekali dengan Kimora, dan pun baru menyadari kepergian Dokter Rian.
"Kita semua wajib untuk melindungi Bu Kimora, kita juga harus menjaga satu sama lain nya."
Suster Diana pun memeluk erat tubuh Kimora dan Putri Kimora melihat kebersamaan mereka berdua.
"Suster dan Ibu kalian berdua perempuan yang aku sayang selalu. Aku cinta Ibu dan aku sayang Suster Diana."
Putri Kimora pun langsung menghampiri mereka berdua dan berpelukan hangat bertiga.
Melihat hal tersebut membuat Genzy semakin menyesali perbuatan nya di masa lalu.
Andai saja dia tidak menghianati cinta nya kepada Kimora mungkin mereka berdua masih bisa bersama bertiga.
Putri Kimora pun memperhatikan wajah Papa nya yang terlihat sangat sedih sekali.
Genzy pun langsung mengendong Putri Kimora, dia mencium kening Putri Kimora.
"Papa kenapa Papa sedih sekali seperti ini Pap, kenapa Papa tidak memeluk Ibu juga."
Pertanyaan Kimora membuat Kimora dan Genzy pun merasa tidak tahu untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Tapi Suster Diana pun mencoba untuk menenangkan keadaan tersebut.
"Sayaaaaang, Papa Genzy lebih suka memeluk Putri Kimora. Karena Papa Genzy lebih sayang dan Cinta Putri Kimora dari pada Ibu Kimora."
Ucap Suster Diana sambil tersenyum manis kepada Putri Kimora.
Putri Kimora langsung memandangi wajah Papa nya tersebut.
"Tapi Papah juga harus sayang sama Ibu juga yaa, Papah harus menjaga Ibu juga yaa dan Papah jangan pernah menikah dengan Tante Jahat itu yaa Pap."
Lagi-lagi Putri Kimora melihat sosok Ayana berada di dalam kamar Papah nya.
Putri Kimora melihat sosok Ayana yang sedang berdiri di depan jendela kamar Papa nya.
__ADS_1
Tapi sekarang Sosok Ayana tidak menyapa Putri Kimora, dia hanya berdiri saja di depan jendela sambil menendangi ke arah luar.
Aroma parfume bunga melati pun langsung menyengat kembali dan bukan hanya Putri Kimora yang merasakan nya tapi Suster Diana dan Kimora pun merasakan nya.
"Papa turunkan aku, aku tidak kuat dengan aroma parfume Papa seperti aroma bunga melati yang sangat menyengat sekali."
Putri Kimora pun berlari menuju ke Ibu nya dan Kimora pun menutup hidung nya.
"Aku pun merasakan nya Mas, sangat menyengat sekali aroma bunga melati nya. Dan membuat aku sedikit pusing dan mual."
Suster Diana pun menutup rapat hidung nya dengan satu tangan nya.
Tapi yang aneh nya Genzy tidak merasakan apapun, dan Genzy memilih untuk pergi ke kamar nya.
Ketika Papa nya yang mencoba untuk menutupi kamar nya, Putri Kimora seperti melihat Papa nya yang sedang memegang pisau yang sudah berwarna merah.
Seketika Putri Kimora pun merasa sangat ketakutan sekali ketika melihat Papa nya memegang sebuah pisau.
Putri Kimora mencoba untuk menggeserkan mata nya dengan tangan nya dan pisau itu pun langsung menghilang seketika.
Putri Kimora merasa ini adalah sebuah petunjuk untuk nya, jika pernah terjadi sesuatu antara pisau tersebut dengan Papa nya.
Putri Kimora pun langsung meminta pulang ke Apartemen nya.
"Buuuuu, aku ingin pulang sekarang buuuuuu. Aku takut buuuu, kita langsung pulang saja tidak usah berpamitan dengan Papah yaa Buu."
Suster Diana pun langsung merasakan jika Putri Kimora sedang melihat sesuatu yang ada pada diri Genzy.
Kimora menghampiri Putri nya yang sedang asik bermain sendiri dia pun langsung tersenyum manis ketika melihat Ibu nya datang.
"Kamu sedang bermain apa sayaang,? coba Ibu lihat."
Putri Kimora sedang bermain boneka berbie sekeluarga.
"Lihat ibu ini mommy Barbie dan ini papi Barbie dan ini juga adalah anak-anak nya, mereka semua nya adalah keluarga yang sangat bahagia sekali."
Kimora pun memegang salah satu Barbie tersebut, seperti tidak langsung Putri Kimora menginginkan sebuah keluarga yang utuh seperti Barbie.
"Hmmmmm, sayaaaaang nanti sore kita pergi ke Apartemen Omah yaa. Kita bertemu dengan Papa Genzy dan membicarakan tentang rencana ulang tahun kamu yaa."
Mendengar hal tersebut Putri Kimora langsung berdiri dan berlompat-lompat kegirangan sekali dia sangat ingin sekali bisa bertemu dengan mereka berdua.
__ADS_1