Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *338*


__ADS_3

Kimora terlihat sangat sedih sekali dia sangat menginginkan Dokter Rian yang dulu.


"Kimora aku menyerah untuk bisa mendapatkan muu, kamu sudah tahu sejak dulu aku sangat menginginkan muu sebagai pasangan hidup kuu tapi ternyata kamu yang masih trauma dengan kejadian masalalu muu itu. Dan sekarang langkah ku berhenti sampai di sini aku merasa Genzy yang akan melindungi kamu dan Putri Kimora karena dia adalah Papa kandung dari Putri Kimora."


Kimora terdiam ketika mendengar perkataan Dokter Rian, ternyata karena kehadiran Genzy yang membuat Dokter Rian menjadi menjauh dari nya.


"Kimora aku punya batas kesabaran, lima tahun berlalu dan ternyata semuanya sama saja. Aku hanya membuang-buang waktu ku saja, tapi aku akan datang ke acara ulang tahun Putri Kimora bersama dengan Alena Renita."


Kimora sangat terkejut sekali ketika Dokter Rian yang akan pergi bersama dengan Alena.


"Dengan Alenaaaaa,? kenapa kamu harus datang bersama dengan Alenaaaaa?. Kamu jangan pergi dengan Alenaaaaa bagaimana jika dia merusak suasana di hari ulang tahun Putri Kimora."


Dokter Rian tersenyum manis ketika melihat Kimora yang begitu emosional sekali.


"Kenapa,? apa kah setelah kamu tahu jika aku akan datang bersama dengan Alena Renita. Kamu akan langsung melaporkan nya kepada Genzy ? mantan suami muu yang mungkin sebentar lagi akan menjadi suami sah kembali."


Kimora sudah tidak bisa lagi menahan rasa kesal nya dia memilih untuk keluar dari ruangan Dokter Rian.


Dokter Rian tidak menyangka jika dia bisa bersikap seperti itu kepada Kimora.


"Semoga dia mengerti jika hati bukan untuk di permainan."


Jam praktek Dokter Rian pun di mulai dia di sibukkan dengan banyak nya pasien yang datang.


Kimora yang sudah selesai jadwal praktek nya memilih untuk pergi ke suatu tempat agar bisa memenangkan perasaan nya


Kimora terus saja memikirkan semua perkataan dari Dokter Rian.


"Kenapa hati ku ini sedih sekali ketika mendengar perkataan itu dari mulut Dokter Rian langsung, aku mengabaikan perasaan hati nya karena aku takut semua nya akan terulang kembali. Aku kembali dekat dengan Mas Genzy karena Putri Kimora bukan karena aku yang berharga ingin bisa bersama kembali dengan Mas Genzy."


Kimora memilih untuk memberhentikan mobil nya, karena dia yang merasa tidak fokus untuk mengendarai mobil nya.


"Lebih baik aku beristirahat sejenak di sini, aku juga belum mempersiapkan hadiah untuk Putri Kimora."


Kimora pun masuk ke dalam untuk duduk santai sambil melihat-lihat barang-barang yang bagus untuk Putri Kimora.

__ADS_1


***


Jadwal praktek Dokter Rian sudah selesai dia berniat untuk pergi ke Apartemen Alena, dia ingin mengajak Alena untuk pergi memilih kan hadiah yang akan di bawa ke pesta ulang tahun Putri Kimora.


Dokter Rian dengan sangat semangat sekali dia masuk ke dalam mobil nya dan menuju ke Apartemen Alena.


Ketika Dokter Rian turun dari mobil nya dia melihat sikap aneh Suster Diana.


Dokter Rian pun langsung menghampiri Suster Diana.


"Suster Diana,? kamu baik-baik saja ? kamu seperti sedang tidak stabil kesehatan nya."


Dokter Rian memegang tangan Suster Diana yang dingin dan bergetar.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan muu,? ada apa Suster Diana."


Suster Diana menunjukkan ke sebuah plastik putih.


"Aku tidak tahu apakah aku yang berhalusinasi terlalu berlebih-lebihan karena sering mendengar Putri Kimora menceritakan semuanya tentang mimpi aneh nya. Tapi aku melihat di gunting tersebut terdapat banyak darah yang menyelimuti gunting tersebut."


Dokter Rian kembali memasukkan kembali gunting tersebut ke dalam plastik.


"Apa yang sebenarnya terjadi,? Putri Kimora melihat apalagi yang tidak kasat mata."


Suster Diana mulai menceritakan semuanya kepada Dokter Rian.


"Kimora melihat gunting tersebut di belakang rumah Pak Genzy ketika Putri Kimora memegang gunting tersebut tangan tiba-tiba berubah menjadi merah padahal ketika Pak membersihkan tangan nya tidak ada luka sedikitpun di tangan nya. Dan tadi pagi ketika dia ingin memakan roti tiba-tiba dia melihat tetesan darah di lantai ketika dia mengikuti nya tetesan darah itu menghilang dan tiba-tiba saja ada gunting tersebut."


Dokter Rian merasa apa yang di alami oleh Putri Kimora ini menandakan ada perbuatan yang sangat berbahaya sekali yang berkaitan dengan gunting tersebut.


"Ini adalah sebuah pertanda jika di dalam rumah tersebut tidak hanya ada jasad Ayana yang di awetkan tapi juga ada lagi misteri yang di sembunyikan oleh Genzy."


Dokter Rian mengamankan gunting tersebut dan memasukkan nya ke dalam mobil nya.


"Dokter Rian mau pergi ke mana yaa,? apakah masih untuk menjadi psikiater Alena dan bagaimana sekarang dengan keadaan Alena sudah kah dia membaik ?"

__ADS_1


Dokter Rian menghelakan nafas panjang nya dia seperti sedang lelah.


"Kondisi Alena kemarin semakin membaik tapi semua menjadi seperti semula kembali setiap dia bertemu dengan Genzy. Dia kembali teriak-teriak menyendiri duduk di kursi atau di tempat tidur nya dengan tatapan mata yang kosong dan berkaca-kaca."


Suster Diana merasa sangat kasihan sekali walaupun dia tahu jika Alena yang pernah membuat nya panik karena hilang nya Putri Kimora karena dirinya.


Bell pulang sekolah berbunyi Dokter Rian memilih langsung pergi meninggalkan Suster Diana.


Dokter Rian terlihat sangat tergesah-gesah sekali.


"Kenapa Dokter Rian langsung pergi begitu saja, biasa nya dia menunggu Putri Kimora terlebih dahulu sekarang sikap nya berubah menjadi sangat dingin sekali."


Suster Diana pun langsung menunggu Putri Kimora keluar dari kelas nya.


Dokter Rian pergi ke Apartemen Alena dia langsung di sambut baik oleh Riana.


Dokter Rian melihat Alena yang sedang memegang boneka kesayangan.


Dokter Rian tersenyum manis sambil menghampiri Alena.


"Apakah kamu siap Alena,? hari ini kita pergi untuk mencari baju untuk kamu pergi ke acara ulang tahun Putri Kimora besok dan membantu aku untuk mencari kan hadiah untuk Putri Kimora."


Alena langsung mengambil cermin dia pun merasa jika dirinya sudah siap untuk pergi.


"Aku sudah siap pergi sekarang juga, aku sudah tidak sabar sekali ingin bertemu dengan Genzy di acara ulang tahun tersebut."


Dokter Rian merasa jika Genzy hanya memberikan efek negatif untuk Alena.


"Baiklah, ayo kita pergi sekarang juga."


Dokter Rian berpamitan kepada Riana untuk bisa membawa Alena pergi dari rumah nya.


Alena terlihat sangat bahagia sekali dan Dokter Rian berharap tidak bertemu dengan Genzy ketika mereka keluar dari Apartemen nya.


Ketika Dokter Rian keluar Suster Diana melihat dengan jelas sekali jika Dokter Rian pergi bersama dengan Alena.

__ADS_1


__ADS_2