
Putri Kimora sedang berjalan di melihat sebuah acara pernikahan yang sangat mewah sekali, Dia melihat Papa bersama dengan wanita lain yang bukan Ibu nya.
Semua yang menghadiri acara pernikahan itu seperti patung mereka tidak bergerak sedikit pun hanya Putri Kimora yang bisa berjalan untuk menghampiri Papa Genzy.
Tidak terlihat wajah wanita tersebut dan Putri Kimora hanya menghampiri Papa nya.
Putri Kimora memandangi wajah Papa nya yang sangat pucat sekali, dia mengangkat tangan nya ingin di peluk erat oleh Papa nya.
Tapi Genzy mengabaikan nya dia memilih untuk menarik tangan wanita yang ada di samping nya dan meninggalkan Putri Kimora begitu saja.
Putri Kimora merasa sangat sedih sekali ketika dia tidak lagi di perhatikan oleh Papa nya.
"Papaaaaa, jangan pergi dari aku Pap. Jangan tinggalkan aku sendiri Pap."
Putri Kimora melihat orang-orang yang dia lihat seperti patung pun semua pergi.
"Papa menikah dengan siapa,? dan kenapa aku tidak bisa melihat wanita yang di nikahi oleh Papa. Dan kemana Ibu dan Suster Diana kenapa dia tidak ada di sini yaaa."
Putri Kimora berjalan sendiri menuju ke sebuah lorong yang sangat gelap sekali dia merasa ada cahaya di ujung lorong tersebut.
Putri Kimora terus saja berjalan menuju cahaya terang tersebut dan ketika dia keluar dia seperti berada di sebuah rumah yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
Putri Kimora melihat sosok wanita bergaun merah yang sedang menangis tersedu-sedu di depan rumah tersebut.
Rumah tersebut terlihat sangat kumuh sekali seperti sudah tua dan tidak berpenghuni.
Putri Kimora menghampiri nya dan dia pun memandang wajah Putri Kimora.
Tangan wanita tersebut memegang tangan Putri Kimora.
"Tolong akuuuuuuuuuu, bawa aku pergi untuk bisa beristirahat dengan tenang sebelum semuanya terlambat aku tidak mau di buat seperti abu."
Dan dalam seketika wanita bergaun merah tersebut menghilang dari pandangan Putri Kimora.
Putri Kimora menutup mata nya dengan kedua tangan dia seperti melihat cahaya yang sangat terang sekali.
Tapi ternyata cahaya terang tersebut adalah cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar nya.
Suster Diana tersenyum manis kepada Putri Kimora yang baru terbangun dari tidur nya.
__ADS_1
"Selamat pagi sayang, ayoo bangun dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah."
Putri Kimora langsung beranjak dari tempat tidur nya dia berjalan menuju ke kamar mandi.
"Harus kah hari ini aku katakan semua nya kepada Putri Kimora, semoga saja Putri Kimora bisa menerima kenyataan ini."
Suster Diana mempersiapkan tas serta alat-alat sekolah milik Putri Kimora.
Suster Diana menyiapkan seragam sekolah dan menunggu Putri Kimora di meja makan bersama dengan Kimora.
Mata kimora terlihat sangat bengkak sekali serta suara yang sangat serak sekali, mungkin karena efek dari terlalu lama menangis.
"Bu Kimora apakah saya harus memberitahu kepada Putri Kimora sekarang,? hmmm maksud saya nanti ketika pulang dari sekolah."
Kimora hanya terdiam saja dia seperti sangat menghawatirkan sekali kondisi Putri Kimora.
"Semua aku serahkan kepada kamu karena aku pun harus memberitahu kepada orang tua kuu."
Putri Kimora datang dan melihat expresi wajah Suster Diana dan ibu nya begitu sangat serius sekali.
Putri Kimora pun langsung duduk dan terus memandangi wajah kedua nya.
Melihat wajah Putri Kimora yang seperti sangat kebingungan sekali, Suster Diana pun mencoba untuk mencairkan suasana di meja makan tersebut.
Putri Kimora terus saja memandangi wajah Ibu nya yang terlihat sedang melamun dengan pandangan mata nya kosong.
"Ibu kenapa,? mata ibu seperti sudah menangis ibu kenapa buu?."
Pandangan mata Putri Kimora begitu sangat menghawatirkan kondisi Ibu nya.
Kimora yang mendengar perkataan dari Putri Kimora pun langsung tersenyum kepada Putri Kimora.
"Hmmmmm, Ibu menangis ibu sangat merindukan Nenek dan Kakek sayang jadi ibu menangis seperti ini. Dan seperti nya pulang dari rumah sakit ibu akan langsung pergi ke sana tidak apa-apa kan sayaaaaang, ibu tidak akan menginap Koo."
Putri Kimora merasa jika ibu nya sedang berbohong kepada nya, tapi Putri Kimora berpura-pura percaya dengan Ibu nya.
"Iyaa buuuu, ibu hati-hati yaa aku sayang ibu dan ibu adalah wanita yang sangat kuat."
Perkataan Putri Kimora membuat Suster Diana dan Kimora sangat terkejut sekali.
__ADS_1
Suster Diana langsung mengajak Putri Kimora untuk bersiap-siap pergi ke sekolah.
"Ayooo sayaaaaang, lebih baik kita berangkat sekarang walaupun masih terlalu pagi kamu bisa lebih banyak waktu untuk bermain bersama dengan teman-teman kamu di sana."
Putri Kimora pun turun dari tempat duduk nya dan menghampiri Ibu nya memeluk erat tubuh Ibu nya.
"Aku berangkat dulu sekolah yaa buuu, Ibu hati-hati yaa jika ibu mau pergi ke rumah nenek dan Kakek yaa Buu."
Kimora merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan dari putri nya tersebut.
"Iyaa sayang ibu pasti berhati-hati dan kamu harus pintar yaa dalam belajar nya, harus jadi anak yang berprestasi yaa."
Suster Diana langsung memegang tangan Putri Kimora dan membawa nya untuk keluar dari Apartemen nya.
Wajah Putri Kimora begitu sangat bersedih sekali dan membuat Suster Diana tidak tega untuk memberitahu kan semua nya kepada Putri Kimora.
Di perjalanan menuju ke sekolah Putri Kimora hanya terdiam saja dia tidak mau berbicara sepatah kata pun.
"Putri Kimora,? kamu baik-baik saja kan. Kamu tidak sedang sakit kan sayang."
Putri Kimora hanya menggelengkan kepalanya sambil terdiam kembali.
Mereka pun sampai di depan sekolah nya walaupun datang terlalu pagi.
Ketika Suster Diana membuka pintu mobil nya dia melihat Genzy yang sudah berdiri di depan gerbang sekolah Putri Kimora.
Terlihat sekali Genzy sedang menunggu kedatangan Putri Kimora.
Suster Diana merasa jika Putri Kimora melihat Papa nya dia akan kembali ceria.
"Sayaaaaang ayo cepat turun coba lihat ada seseorang yang sudah menunggu kamu bdi di depan gerbang sekolah."
Putri Kimora menyangka jika itu pasti adalah Om Dokter, dia pun turun secara perlahan dan langsung terkejut ketika melihat Papa nya yang ada di depan gerbang sekolah nya tersebut.
"Papaaaaaaaa, Papa Genzy."
Dengan sangat bersemangat sekali Putri Kimora berlari menghampiri Papa nya, dia langsung memeluk erat Papa nya.
Suster Diana merasa sangat sedih sekali ketika melihat kebersamaan mereka berdua.
__ADS_1
"Papa sayang, jangan tinggalkan aku yaa. Dan jangan tinggalkan juga Ibu, kita harus selalu bersama-sama."
Mendengar perkataan dari Putri Kimora membuat dada Genzy merasa sesak sekali.