
Seketika Mama Sarrah pun terlihat sangat bahagia sekali wajah nya langsung ceria ketika melihat keindahan bunga-bunga yang ada di dalam vas bunga.
Kimora pun langsung tersenyum ketika melihat Mama Sarrah tersenyum manis bahagia.
"Indah sekali bunga-bunga yang indah."
Mama Sarrah pun langsung menuju ke tempat yang bisa dia menghabiskan waktu nya bersama dengan tanaman bunga-bunga nya.
Kimora mengikuti langkah kaki Mama Sarrah dia berada di samping Mama Sarrah.
"Indah dan sangat cantik sekali kan Mam bunga yang ada di sini, dulu Mama sering sekali menghabiskan waktu bersama dengan aku di sini Mama kadang merangkai bunga-bunga yang ada di sini seperti mahkota lalu Mama pakai kan kepada aku."
Melihat kedekatan Kimora dan Mama nya Genzy sangat yakin sekali jika Kimora yang akan bisa menyembuhkan kembali kondisi Mama seperti dulu kembali.
Kimora terus menceritakan apa yang dia lakukan bersama dengan Mama Sarrah selama mereka bersama di Apartemen ini.
"Mam, dulu aku yang Sakit seperti Mama. Dan sekarang Mama yang Sakit seperti aku. Dulu Mama yang membuat aku sembuh seperti sekarang dan sekarang aku juga harus bisa menyembuhkan Mama seperti dulu."
Kimora meneteskan air mata nya dia sangat senang sekali ketika melihat Mama Sarrah yang mulai tersenyum kembali.
Putri Kimora terus saja memandangi Apartemen tersebut sebelum dia masuk ke dalam mobil nya.
Sister Diana memperhatikan Putri Kimora dia pun langsung menghampiri nya.
"Ayooo sayaaaaang masuk ke dalam mobil ini sangat panas sekali nak."
Putri Kimora pun mengikuti apa yang diperintahkan oleh suster diana. Dia membuka pintu mobil dan duduk di depan.
Tapi pandangan mata nya pun tetap menuju ke Apartemen tersebut.
"Sayaaaaang, kenapa sih pandangan mata nya ke Apartemen itu terus sayaaaaang. Memang apa yang Putri Kimora lihat di Apartemen itu."
Suster Diana memilih untuk menjalankan mesin mobil nya, agar Putri Kimora tidak melihat terus Apartemen tersebut.
"Tidak ada apa-apa Suster, tapi aku jadi teringat dengan Tante Cantik yang membawa boneka itu. Aku sangat ingin sekali bertemu dengan dia."
Suster Diana seketika terkejut mendengar ucapan Putri Kimora yang ingin bertemu dengan Alena.
"Untuk apa ingin bertemu dengan Tante Cantik itu,? Putri Kimora kan tidak mengenal dia."
__ADS_1
Putri Kimora hanya terdiam saja dia tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan dari Suster Diana.
"Sayaaaaang, jangan seperti itu ya bahaya karena kita kan nggak tahu seseorang yang baru kita kenal itu baik atau jahat sama kita."
Putri Kimora pun mengagukukan kepalanya.
"Iya deh iya Suster Diana, aku minta maaf."
Suster Diana pun langsung tersenyum dan mengelus rambut panjang Putri Kimora.
"Anak yang pintar harus selalu nurut yaa sama Ibu dan Suster Diana ya sayang ya."
Mereka pun sampai di depan Apartemen nya, Suster Diana mengandeng tangan Putri Kimora.
Mereka pun berjalan menuju ke Apartemen nya, ketika membuka pintu masuk Putri Kimora tidak melihat keberadaan Ibu nya di dalam.
"Ibu mana ya, ko ibu belum pulang sih."
Putri Kimora langsung berlari ke kamar Ibu nya, tidak biasanya dia pulang sekolah mencari keberadaan Ibu nya.
Suster Diana pun langsung menghampiri Putri Kimora yang berlari menuju ke kamar Ibu nya.
"Mungkin Ibu belum pulang sayaaaaang, pasien ibu sangat banyak jadi Ibu telat pulang nya."
Suster Diana pun tidak mengerti apa yang harus di lakukan kepada Putri Kimora.
"Yasudah bagaimana kalau kita telephone Ibu Kimora nya yah, semoga saja Ibu tidak sedang sibuk dan bisa menerima panggilan telephone dari kita."
Suster Diana pun mencoba untuk menelephone Kimora.
Kimora yang masih berada di Apartemen Mama Sarrah pun langsung mengambil handphone nya yang berdering sangat kencang sekali.
Kimora langsung terdiam ketika melihat panggilan telephone dari Suster Diana, Dokter Rian menghampiri Kimora dan melihat siapa yang menelephone nya.
"Biar aku saja yang menjawab nya, kamu fokus saja dengan Bu Sarrah."
*Hallo, Suster Diana ada apa ya.*
Suster Diana langsung memberikan handphone nya kepada Putri Kimora.
__ADS_1
*Hallo Ibuuuuuuu, Ibuuu di mana kenapa Ibuuu tidak ada di rumah. Aku kangen ibu.*
Suster Diana merasa sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan Putri Kimora yang merindukan Ibu nya.
*Hallo sayaaaaang, ini sama Om Dokter. Ibu sedang sibuk nak pasien ibu hari ini sangat banyak sekali nanti juga Ibu pulang ya sayang.*
Genzy langsung terdiam ketika dirinya melihat Putri kandung nya bersama dengan lelaki lain bukan dengan dirinya.
Rasa penyesalan pun hadir kembali pada diri Genzy yang pernah tidak peduli dengan Putri Kimora.
*Ibu sibuk terus ya Om, yasudah aku mau tidur saja biar nanti kalau aku bangun tidur ibu sudah pulang.*
*Oke sayaaaaang, tidur yang lelap ya sayaaaaang. I love you.*
*I love you too Om Dokter.*
Putri Kimora langsung memberikan kembali handphone nya kepada Suster Diana.
"Aku mau tidur saja yaa Suster Diana."
Putri Kimora berjalan menuju ke kamar nya dia memilih untuk langsung tidur.
"Kasihan sekali kamu sayang, semoga saja kamu akan selalu bahagia."
Suster Diana pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.
Dokter Rian memberikan handphone Kimora, tatapan mata Genzy begitu sangat tajam sekali memperhatikan Kimora dia sangat berharap Kimora mau menceritakan tentang Putri nya kepada dia.
Kimora mengerti maksud dari tatapan Genzy tersebut dia pasti bertanya-tanya dengan suara anak kecil tersebut.
Kimora tersenyum manis kepada Mama Sarrah yang sedang memegang setangkai bunga mawar merah.
Kimora memperlihatkan sesuatu kepada Mama Sarrah, Mama Sarrah pun langsung melihat nya dan seketika tersenyum.
"Cantik anak yang sangat cantik."
Mama Sarrah terus memandangi foto Putri Kimora yang ada di handphone Kimora
"Hmmmmmm, dia adalah Putri Kimora Mam. Dia adalah Putri Kimora Letica, bayi yang terlahir prematur karena tensi darah Ibu nya sangat tinggi dan menyebabkan dia harus segera di tindak untuk operasi Caesar."
__ADS_1
Kimora langsung menangis dia mengingat kembali kejadian tersebut, Genzy hanya bisa menundukan kepalanya karena dia memang merasa sangat bersalah sekali.
"Dia lahir harus berpisah dengan Ibu nya dan di rawat oleh orang lain, yang aku pikir orang tersebut adalah sahabat baik kuu maka dia akan mencintai aku dengan tulus tapi ternyata semuanya tidak tulus dia menghianati ku di belakang kuu di saat kondisi ku sedang sakit dan mungkin mereka berdua berharap sakit ku ini tidak akan pernah sembuh agar mereka berdua bisa hidup bahagia."