Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *347*


__ADS_3

Ketika Kimora ingin berlari menghindari Alena, tiba-tiba dia terjatuh dan membuat kaki nya sakit.


Alena yang melihat Kimora kesakitan semakin senang dia senang di atas penderitaan Kimora.


"Kamu mau kemana Kimora sayaaaaang, ini memang sudah waktu nya kamu meninggal kan dunia ini."


Kimora menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menangis.


Dan Kimora pun mulai berteriak-teriak kencang sekali untuk meminta pertolongan.


"Tolonglah akuuuuuuuuuu siapa pun yang mendengarkan teriakan kuuu, tolong akuuuuuuuuuu."


Alena berada di depan Kimora dan menarik rambut panjang Kimora, Alena pun langsung menggunting rambut panjang Kimora.


Kimora hanya bisa terdiam saja karena jika dia tidak diam dia takut tiba-tiba gunting tersebut menusuk nya secara tiba-tiba.


Alena melihat Kimora sangat ketakutan sekali, dan dia pun semakin tersenyum lebar di hadapan Kimora.


Alena berniat untuk menusukkan gunting tersebut kepada Kimora, tapi Kimora dengan tangan yang bergetar mencoba untuk menahan gunting tersebut.


Alena semakin kuat ingin menusukkan gunting tersebut ke arah wajah Kimora, Kimora terlihat sangat gelisah sekali sampai tangan nya pun terluka karena gunting tersebut yang sangat tajam sekali.


Kimora dengan sekuat tenaga menahan gunting tersebut sampai tetesan darah menetes ke wajah nya.


"Selamat tinggal Kimora Letica hahaha."


Dokter Rian pun datang dan mendorong tubuh Alena, gunting tersebut terlemparkan ke depan Genzy.


Dokter Rian pun langsung menghampiri Kimora yang tangan nya terluka parah.


"Alena apa maksud kamu lakukan ini semua nya kepada Kimora,???? apa salah Kimora dia tidak pernah membuat kamu terluka."


Alena pun terdiam dia seperti sangat ketakutan sekali, dia langsung merenung dan memegang kepalanya.


Genzy merasa sangat kebingungan sekali ketika melihat gunting tersebut yang berada di hadapannya.


Genzy melihat gunting tersebut yang berlumuran darah segar dari Kimora.


Genzy pun terlihat sangat emosional sekali dia langsung memegang gunting tersebut dan hendak menghampiri Alena.


Alena pun seketika langsung berteriak-teriak ketakutan sekali.


"Jangaaaannnnn Mas jangan, lebih baik kamu sekarang bawa saja dia ke Apartemen nya. Dan jangan sampai Putri Kimora tahu dengan keadaan kuu yang sekarang, biarkan Putri Kimora menikmati hari ulang tahun nya."


Genzy pun akhirnya membuang gunting tersebut dan Dokter Rian pun langsung membawa Kimora segara ke rumah sakit.

__ADS_1


"Genzy aku harus segera membawa Kimora ke rumah sakit, karena nya luka nya cukup dalam sekali."


Dokter Rian pun segera membawa Kimora ke rumah sakit.


Dokter Rian memandangi wajah Kimora yang penuh dengan darah.


Dokter Rian mengusap lembut darah yang ada di wajah Kimora.


"Kamu yang kuat yaa, balut dulu dengan perban agar tidak terus keluar."


Kimora pun mencoba untuk mengikuti apa yang di perintahkan oleh Dokter Rian.


Genzy melihat ada rambut panjang yang terjatuh di bawah.


Genzy pun mengambil rambut panjang tersebut, dia sangat marah sekali dengan apa yang sudah di lakukan oleh Alena terhadap Kimora.


"Apa maksud dari kamu mengunting rambut Kimora seperti ini ? kamu ingin aku melakukan nya kembali kepada muuu."


Alena menggelengkan kepalanya berkali-kali dia terlihat sangat ketakutan sekali.


"Jangan Genzy, jangan lakukan ini semua nya kepada kuuuu. Aku hanya ingin kamu bisa bersama dengan kuuu Genzy itu saja."


Genzy dengan sangat emosional sekali langsung menampar pipi Alena.


*Plaaaakkkkkkk*


"Alena kamu melakukan ini karena status kamu yang despresi ? sehingga tidak mungkin kamu bisa di tangkap oleh polisi karena alesan gangguan mental begitu kan."


Alena memegang pipi nya yang terasa sangat sakit sekali.


"Kenapa kamu terdiam seperti itu Alena,? kamu merasa sangat sakit. Rasa sakit kamu tidak ada apa-apa nya dengan rasa sakit yang Kimora rasakan."


Genzy melemparkan handphone nya kepada Alena.


"Aku harus bertemu dengan Putri Kimora, sekarang kamu telephone ibu muuu agar dia sekarang menjemput kamu di sini."


Genzy langsung pergi meninggalkan Alena ketika sudah memberikan handphone nya.


Genzy kembali ke acara ulang tahun Putri Kimora.


Aku harus tetap tenang dan aku harus bisa menyembunyikan semua ini dari Putri Kimora.


Genzy kembali ke panggung dan ternyata Putri Kimora sedang membagikan bingkisan untuk anak-anak yang datang ke acara nya.


Suster Diana merasa jika telah terjadi sesuatu dengan Kimora, dan Suster Diana melihat seperti ada darah di tangan Genzy.

__ADS_1


Suster Diana tiba-tiba saja memegang tangan Genzy dan terlihat sekali Suster Diana langsung bergetar ketika memegang tangan Genzy.


Genzy pun membalikkan badan nya ketika tangan nya di pegang oleh Suster Diana.


Seketika mata Suster Diana berkaca-kaca ketika melihat ada darah di tangan Genzy.


Suster Diana pun langsung melepaskan tangan Genzy dan Genzy memasukkan tangan nya ke saku celana nya.


Putri Kimora memperhatikan wajah Suster Diana yang memerah dan mata nya berkaca-kaca menahan tangisan.


"Suster Diana, kenapa seperti akan menangis saja."


Suster Diana langsung memeluk erat tubuh mungil Putri Kimora.


Dia menangis kencang di pelukan Putri Kimora.


Genzy yang melihat Suster Diana menangis di pelukan Putri Kimora merasa sangat Sedih sekali.


Walaupun sebenarnya Suster Diana tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi dia yang sangat peka sekali.


Putri Kimora merasa sangat kebingungan sekali kepada dengan Sister Diana.


Suster Diana pun melepaskan pelukan erat nya dari Putri Kimora.


"Sayaaaaang, selamat ulang tahun ke 5 tahun yaa. Putri Kimora anak kuuuu semoga kebagian selalu datang untuk keluarga kita yaa sayang."


Suster Diana kembali memeluk erat tubuh mungil Putri Kimora.


"Suster Diana, kenapa Suster seperti sedih sekali di hari ulang tahun kuu ini. Dan ibu mana ibu Kimora Pap di mana Ibhh kenapa dia tidak ada di sini."


Tiba-tiba datang Alena yang memberikan handphone milik Genzy, tatapan mata Alena begitu sangat tajam sekali.


Dia pun memperhatikan Putri Kimora yang sedang mencari keberadaan Kimora.


Genzy yang tidak mau melihat wajah Alena memilih Alena untuk segera pergi dari tempat ini.


"Aku mohon Alena Renita pergi dari hadapan kuu sekarang juga."


Alena pun memilih untuk langsung pergi ketika mendengar perintah dari Genzy.


Putri Kimora menatapi wajah Alena dan Putri Kimora pun berteriak-teiak kepada Alena yang hendak untuk pergi


"Tanteeeeeee jahat, kamu tidak melukai Ibu kannnn. Kamu tidak membuat Ibu Kimora menangis kan, aku benci kamu jangan pergi ada di sini lagi."


Genzy merasa rasa Putri Kimora begitu sangat dekat sekali sampai Putri Kimora secara tidak langsung mengetahui nya jika Alena yang sangat jagat sekali.

__ADS_1


Alena merasa sangat bersalah sekali dengan


Putri Kimora, karena dia yang sudah menyakiti fisik Kimora.


__ADS_2