Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *340*


__ADS_3

"Apa kamu yakin akan hidup bersama dengan perlakuan tidak normal Genzy, kamu sudah tahu kan jika Genzy yang mengawetkan jasad Ayana Larasati istri nya yang dahulu. Kamu dan Kimora seketika langsung despresi berat, Kimora harus mengalami kelahiran anak pertama dengan prematur sedangkan kamu sendiri harus mengalami keguguran kehilangan anak kamu."


Alena terdiam ketika Dokter Rian membahas tentang Ayana, karena sejujurnya Alena pun tidak mau jika harus tinggal bersama dengan jasad Ayana.


"Berpikir lah yang jernih Alena cari Lelaki yang normal dalam kehidupan sehari-hari nya. Karena psikopat seperti itu tidak akan mungkin membuat kamu nyaman dalam menjalani hubungan."


Dokter Rian hanya tersenyum ketika dia sudah mengatakan semuanya kepada Alena.


Dokter Rian tidak ingin Alena menjadi semakin despresi karena selalu mengharapkan cinta dari Genzy.


"Aku yakin jika aku bersama dengan Genzy, aku akan membuat nya tidak lagi melakukan hal-hal yang tidak normal seperti itu. Aku akan menyuruh Genzy untuk mengkremasi jasad Ayana agar dia melupakan nya."


Dokter Rian terkejut sekali dengan sikap Alena yang masih bisa mau bersama dengan Genzy.


"Kamu akan menyuruh Genzy untuk mengkremasi jasad Ayana,? jika kamu bisa melakukan nya kamu sangat hebat sekali Alena. Jika hal itu terjadi Genzy benar-benar kehilangan sosok Ayana selama nya."


Alena pun langsung tersenyum kepada Dokter Rian.


"Jika Genzy tidak mau melakukan nya, maka aku sendiri yang akan membakar nya."


Tatapan keyakinan terlihat jelas sekali di mata Alena.


Dokter Rian sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari Alena.


"Kamu berani melakukan hal tersebut,? aku bertepuk tangan jika hal tersebut terjadi."


Dokter Rian seakan mendukung apa yang di rencanakan oleh Alena, karena hanya dengan itu Genzy akan melupakan Ayana selama nya.


"Yasudah sekarang kita nikmati makanan ini semua nya, karena besok kita akan bertemu dengan Genzy."


Alena pun mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter Rian, Alena melahap dengan penuh emosional.


Selesai makan Dokter Rian memilih untuk mengantarkan Alena untuk segera pulang.


Dokter Rian merasa sangat bahagia sekali, ketika Alena sedang emosi dia tidak histeris berteriak-teriak apalagi sampai menyakiti fisik nya sendiri.

__ADS_1


"Alena, kita pasti akan melewati taman bermain tempat acara ulang tahun Putri Kimora dan pasti Genzy berada di sana. Apakah kamu ingin bertemu dengan Genzy."


Dokter Rian ingin melihat Alena ketika dia melihat Genzy kembali, apakah dia akan kembali histeris atau tenang seperti di saat mereka membicarakan di tempat makan.


"Yaa, aku ingin bertemu dengan Genzy. Aku sangat ingin sekali bertemu dengan Genzy."


Di perjalanan menuju ke tempat tersebut, Dokter Rian melihat wajah Alena yang terlihat sangat tegang sekali.


"Kamu harus bisa mengendalikan emosi kamu ketika kamu bertemu dengan Genzy, jangan sampai Genzy melihat kondisi kamu seperti yang sebelum nya. Bagaimana kamu bisa mengambil hati Genzy jika seperti itu hanya membuat Genzy semakin menghindari dari kamu."


Alena mengerti apa yang di maksud dengan ucapan Dokter Rian, secara tidak langsung Dokter Rian ingin membantu nya agar bisa bersama dengan Genzy.


Sesampainya di tempat tersebut Alena langsung bisa melihat Genzy yang sedang sibuk sekali.


Dokter Rian pun tidak membuka pintu untuk Alena turun.


"Diam di dalam mobil yaa, jangan dulu turun lihat kondisi terlihat dahulu."


Alena mengikuti apa yang di perintahkan oleh Dokter Rian, karena dia yakin Dokter Rian sedang membantu nya.


Genzy mempersiapkan semuanya dengan sangat sempurna sekali.


"Wahhhhh, luar biasa sekali yaa seperti nya acara ulang tahun besok sangat meriah sekali yaa."


Genzy kembalikan badan dia seperti mengenal suara tersebut.


Genzy pun terkejut ketika melihat Dokter Rian datang ke tempat ini.


"Yaa, acara besok pasti sangat meriah sekali dan aku mengucapkan banyak terimakasih sekali di tempat ini juga kamu mempertemukan aku dengan Putri Kimora. Anak kandung kuu."


Dokter Rian tersenyum manis ketika mendengar perkataan dari Genzy.


Tapi tiba-tiba Alena menghampiri Dokter Rian karena dia yang sudah tidak sabar sekali ingin bertemu dengan Genzy.


"Yaa, mungkin memang itu adalah jalan nya untuk bisa mempertemukan antara Orang tua dan anak kandung nya."

__ADS_1


Ketika melihat wajah Alena, Genzy memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


"Genzyyyy, berhenti jangan tinggalkan aku. Jangan bersikap seperti itu kepada kuu."


Alena menarik tangan Genzy sehingga membuatnya saling bertatapan wajah.


"Bisakah kamu menghargai kuu sedikit saja Genzy,? bersikap baik menghargai perasaan kuu. Kenapa kamu seperti tidak mengenal kuu padahal kita berdua pernah memadu cinta bersama walaupun itu hanya sesaat tapi kita melakukan nya dengan cinta bukan sebuah paksaan."


Alena mulai tidak bisa menahan emosi nya dia langsung pergi berlari menuju ke mobil Dokter Rian.


Dokter Rian memilih untuk menghampiri Genzy karena dia mendengar perkataan Alena semua nya.


"Alena mungkin hanya ingin di hargai harga diri nya sebagai seorang wanita, karena bagaimana pun juga mahkota Alena di hilangkan oleh kamu dan itu yang membuat Alena merasa sangat despresi berat sekali karena belum tentu ada seseorang yang mau menerima masalalu kelam nya."


Dokter Rian berlari untuk menghampiri Alena yang pasti sedang menangis histeris di dalam mobil nya.


"Sampai kapan kamu akan seperti ini Alena,? kamu mengharapkan lelaki yang sama sekali tidak mencintai kamu. Lihat dia begitu sangat mengabaikan kamu seperti itu tidak menghargai sama sekali."


Ucapan Dokter Rian hanya membuat Alena semakin sedih dia terus saja berteriak-teriak kencang.


"Tapi akuuuu sangat mencintai nya dan dia harus menjadi milik kuuuu, walaupun harus berakhir dengan kematian."


Dokter Rian memilih untuk mengantarkan kembali Alena ke Apartemen nya karena dia sudah tidak mau berdebat dengan Alena.


Kimora memutuskan untuk keluar dari kamar nya, dia ingin bertemu dengan Genzy.


Suster Diana yang melihat Kimora keluar dari kamar nya langsung menghampiri Kimora.


"Aku ingin keluar, aku akan pergi ke taman bermain yang akan di jadikan tempat untuk acara ulang tahun Putri Kimora."


Suster Diana membiarkan Kimora pergi pergi tanpa harus banyak pertanyaan.


"Seperti nya ada sesuatu yang sangat penting sekali karena tidak pernah Bu Kimora pergi sengaja untuk menemui Pak Genzy."


Suster Diana kembali masuk ke dalam kamar Putri Kimora.

__ADS_1


Kimora masuk ke dalam mobil nya dia menuju ke tempat tersebut, lokasi yang tidak jauh dari rumah misterius Genzy yang dulu.


"Aku harus bertemu dengan Mas Genzy sekarang juga, aku ingin menanyakan semuanya yang di sembunyikan oleh Mas Genzy selama ini kepada kuu."


__ADS_2