
Genzy pulang ke rumah nya dengan hati yang bersalah, dia seperti merenungi keadaan Kimora sekarang yang sampai menjadi despresi karena dia.
Sarrah memperhatikan sikap dan wajah Genzy yang tidak seperti biasa, dia langsung pergi ke dalam kamar nya.
"Kenapa dia tidak biasa nya seperti itu, lebih baik aku tidak menghampiri nya. Nanti dia malah emosional."
Sarrah pergi ke luar rumah nya, pandangan seperti ingin pergi ke ruangan belakang rumah nya itu. Dulu belakang rumah itu adalah tempat favoritnya keluarga nya untuk menikmati akhir pekan.
"Kenapa pandangan ku tertuju kepada ruangan itu terus tapi aku rasa ruangan itu masih saja rapih dan tidak kusam, apa Genzy yang merawat ruangan itu."
Sarrah berjalan menuju ke tempat biasa dia menghabiskan waktu luang nya, dia pergi ke taman bunga yang di berikan oleh Genzy.
Tatapan mata Sarrah tertuju kembali kepada gudang yang selalu di gembok oleh Genzy.
"Aku sekarang kenapa menjadi sering memperhatikan hal-hal yang biasa aku abaikan, apa isi dari gudang tersebut yaa, kenapa Genzy belum membuka nya yaa."
__ADS_1
Sarrah yang penasaran langsung menghampiri gudang tersebut dan berusaha untuk membuka nya.
Ketika Sarrah hendak membuka pintu tersebut, tiba-tiba tangan Sarrah di tarik oleh seseorang. Seketika Sarrah langsung terkejut dan membalikkan badannya.
Tapi ternyata tangan itu adalah tangan Genzy.
"Mama untuk apa Mama ingin membuka pintu gudang tersebut, itu barang-barang peninggalan Papa yang sangat berharga Mam jadi sengaja aku kunci dan gembok supaya aman."
Genzy langsung menuntun tangan Mama nya, untuk duduk di kursi depan taman bunga itu.
Genzy tersenyum mendengar perkataan Mama nya.
"Itu hanya perasaan Mama saja, bukanlah baik jika memang mereka masih ada di sekitar kita Mam walaupun mereka sudah tidak ada tapi kita masih bisa merasakan kehadiran mereka di Rumah ini."
Sarrah terdiam mendengar perkataan putra tersebut.
__ADS_1
"Sudahlah Mam, nanti malam aku ingin tidur di ruangan belakang rumah kita. Ruangan yang sering di pakai bersama dengan Ayana dan Papa."
Genzy langsung pergi meninggalkan Mama nya di teman bunga tersebut.
"Genzy kenapa tadi wajah kamu sangat murung ketika masuk ke dalam rumah, dan sekarang kamu Ceria kembali setelah keluar dari kamar itu."
Sarrah terbangun dari tempat duduk nya dan menghampiri Genzy yang berdiri.
"Tadi aku melihat Kimora dan aku merasa sangat bersalah dan sedih tapi rasa itu seketika menghilang begitu saja ketika aku masuk ke dalam kamar dan memandangi wajah cantik foto-foto Ayana."
Sarrah tidak habis pikir dengan apa yang dia dengar dari mulut putra tersebut.
"Tapi Genzy Ayana sudah tidak ada dia tidak nyata itu adalah foto saja, kamu memiliki perempuan yang sangat nyata yang butuh dukungan kamu agar bisa secepat nya sembuh kembali dia Kimora Letica istri nyata kamu sekarang, jangan seperti ini lagi kamu harus bisa melupakan Ayana sesungguhnya."
Genzy memilih untuk pergi dari pada mendengar perkataan Mama nya.
__ADS_1
"Yaa Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang kenapa dia menjadi seperti dulu lagi membayang-bayangi selalu Ayana."