
Suster Diana pun merasa sangat lemas sekali. dan dia pun menyenderkan tubuhnya ke kursi di mobil nya.
Ketika Suster Diana mencoba untuk menenangkan pikiran dan memejamkan mata nya tiba-tiba dia pun teringat Putri Kimora.
Seketika Suster Diana langsung terbangun dan keluar dari mobil berlari menuju ke sekolah Putri Kimora.
Sekolah tersebut sudah sangat sepi sekali sudah tidak ada satu orang pun di sana dan gerbang sekolah pun sudah tertutup rapat.
"Yaa Tuhan, di mana Putri Kimora berada dia tidak ada di sini."
Suster Diana terlihat sangat panik sekali dia menangis kencang sambil memanggil nama Putri Kimora.
"Putri Kimoraaaaaaaaa, kamu di mana sayaaaaang."
Suster Diana terus menangis sambil mencari keberadaan Putri Kimora.
Putri Kimora yang di sedang di kurung di kamar Alena pun langsung menghampiri Jendela yang ada di kamar itu dia membuka nya dan terlihat sangat jelas sekali sekolah nya.
Putri Kimora melihat wanita yang memakai baju putih.
__ADS_1
"Itu seperti Suster Diana, Suster Dianaaaaaaa tolong akuuuuuuuuuu aku ingin pulang sekarang juga."
Putri Kimora berteriak kencang sekali di jendela tersebut tapi hal itu tidak mungkin bisa terdengar oleh Suster Diana.
"Suster Diana, pasti dia sedang mencari aku dia pasti sangat menghawatirkan sekali aku."
Suasana pun langsung berubah awan yang mendung seperti akan turun hujan.
"Di mana kamu naaakk, sekarang sudah mendung dan seperti akan turun hujan."
Hujan pun turun sangat deras sekali membuat Suster Diana pun harus pergi untuk mencari tempat.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku sangat takut sekali terjadi sesuatu dengan Putri Kimora. Jika aku menghubungi Bu Kimora dia pasti sangat hawatir sekali."
Dia pun terlihat sangat ketakutan sekali memikirkan kondisi Putri Kimora.
Ketika Suster Diana mencoba untuk menenangkan pikiran nya, tiba-tiba dia melihat Dokter Rian turun dari mobil nya.
Suster Diana merasa sangat beruntung sekali ketika dia bisa bertemu dengan orang yang tepat.
__ADS_1
"Suster Diana tapi sendiri di mana Putri Kimora."
Genzy pun langsung menghampiri Suster Diana dan melihat wajah Suster Diana yang sangat sedih sekali seperti habis menangis.
Ketika Dokter Rian menghampiri nya seketika Suster Diana langsung memeluk erat Dokter Rian dengan histeris.
Dokter Rian pun merasa sangat kebingungan sekali dan banyak juga orang yang memperhatikan mereka berdua.
Dokter Rian mencoba untuk menenangkan perasaan Suster Diana.
"Tenang lah dan cerita kan apa yang telah terjadi, pelan-pelan saja yaa."
Suster Diana masih saja menangis di pelukan Dokter Rian dia seperti tidak bisa untuk berkata-kata.
Dokter Rian semakin curiga jika terjadi sesuatu dengan Putri Kimora, karena Suster Diana tidak pernah seperti ini sebelumnya.
"Apa yang terjadi dengan Putri Kimora,?"
Tanya Dokter Rian kepada Suster Diana dengan nada yang pelan sekali.
__ADS_1
Suster Diana pun mulai melepaskan pelukan erat nya dan memandangi wajah Dokter Rian.
"Putri Kimora hilang, ketika mobil kuu di sebut kemalingan. Di saat itu aku sedang menunggu Putri Kimora pulang dari sekolah, dan karena aku sangat panik sekali aku pun langsung berlari ke tempat kejadian dan ternyata kaca mobil seperti ada yang melemparkan batu tapi aneh nya tidak ada satu barang yang menghilang."