Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (287)


__ADS_3

Dokter Rian langsung menghampiri Kimora dia mencoba untuk menenangkan perasaan Kimora dia tidak mau Kimora kembali kambuh karena tekanan batin nya.


"Aku baik-baik saja Dokter Rian, aku bisa mengendalikan emosi aku."


Mama Sarrah melihat Kimora menangis dia pun langsung menghampiri Kimora dia mengusap air mata Kimora yang membasahi pipinya.


Kimora pun langsung tersenyum kepada Mama Sarrah.


"Aku baik-baik saja Mam, aku berusaha untuk selalu kuat dan tegar karena aku mempunyai seorang putri yang sangat cantik sekali yang bisa menguatkan kembali perasaan hati ini."


Mama Sarrah pun langsung memeluk erat Kimora, terasa sekali pelukan erat dari seorang ibu kepada anaknya.


"Kamu wanita kuat kamu wanita yang tegar."


Ucap Mama Sarrah kepada Kimora dengan suara yang bergetar.


Kimora pun menganggukkan kepalanya sambil menangis di pelukan Mama Sarrah.


Dokter Rian tidak tega melihat Kimora yang seperti ini dia pun langsung melirikan mata kepada Genzy.


"Terimakasih banyak telah menyakiti hati Kimora membuat Kimora menjadi wanita yang kuat dan tegar, tapi jangan pernah berharap bisa kembali bersama dengan Kimora karena itu tidak akan pernah terjadi."


Genzy hanya terdiam ketika mendengar perkataan itu dari Dokter Rian, dia memang sangat berharap bisa kembali bersama dengan Kimora apalagi ketika melihat Putri Kimora yang sangat cantik sekali yang bisa membuat nya tenang.


Genzy memilih untuk pergi ke luar menghindari perdebatan dengan Dokter Rian.


Dia terus saja memandangi pintu Apartemen Alena seperti ingin masuk tapi tidak bisa karena dia sudah tidak mau lagi mengenal Alena di dalam hidup nya.


Melihat Genzy keluar Dokter Rian pun mengikuti nya, dia menghampiri Genzy.


"Lihat dulu kondisi sekarang dia sangat memprihatinkan sekali, seperti nya dia sangat membutuhkan waktu bersama berdua dengan lelaki yang pernah membuat nya hamil."


Genzy tetap tidak mau menemui Alena dia pun memilih pergi mengabaikan ucapan Dokter Rian.


Melihat Genzy pergi Dokter Rian langsung menekan tombol bell dan langsung di buka kan oleh Mama nya Alena.


"Dokter Rian, silahkan masuk."


Dokter Rian pun masuk dia melihat Alena yang kembali mengendong boneka kesayangan.


Dokter Rian perlahan menghampiri Alena tapi Alena langsung melemparkan bantal ke arah Dokter Rian.

__ADS_1


"Jangan mendekat jangaaaaaaan ambil anak kuuuuuu pergiiiiiiiiiiiii."


Alena begitu sangat ketakutan sekali ketika melihat Dokter Rian dia ketakutan Dokter Rian mengambil boneka halusinasi nya.


"Alenaaa, tenang ya tenang kamu lihat aku ini adalah seorang Dokter Specialis Anak. Aku datang ke sini untuk memeriksa kondisi anak kamu yaa, ayo cepat berikan boneka nya."


Alena pun langsung terdiam ketika mendengar bahwa lelaki yang ada di hadapannya itu adalah seorang Dokter Specialis Anak.


Alena memberikan anak nya secara perlahan kepada Dokter Rian.


"Anak kuuu sakit dia terjatuh dari lantai 3 ke lantai dasar, aku takut dia pergi meninggalkan aku."


Alena menangis sambil memberikan boneka halusinasi nya, Dokter Rian merasa tersentuh sekali ketika melihat Alena menangis yang berharap anak nya masih ada.


"Anak kamu tidak apa-apa anak kamu kuat sekali, Alena coba kamu lihat dengan perlahan jika ini adalah sebuah boneka bukan bayi lihat lah."


Dokter Rian mencoba untuk melupakan bayang-bayang Alena jika boneka itu bukan anak nya.


"Ini boneka bukan anak kuuu, lalu anak kuu di manaaaaaaa. Anak di manaaaa kamu menyembunyikan anak kuu di mana."


Alena menarik baju kemeja Dokter Rian dia terlihat sangat emosional sekali.


Tapi tiba-tiba Alena melepaskan tangan nya yang menarik baju Dokter Rian.


"Anak kuu Mutiara Renita ada di sana di sekolah di sana, besok aku harus menjemput nya untuk pulang ke sini."


Alena pun tersenyum sambil memandangi sekolah tersebut.


Dokter Rian semakin hawatir sekali jika Alena sampai bertemu kembali dengan Putri Kimora.


Dokter Rian pun menghampiri Riana yang merupakan Mama Alena.


"Buuu, saya mohon jangan sampai membiarkan Alena keluar dari Apartemen ini yaa Buu ini bisa membahayakan anak-anak yang bertemu dengan Alena."


Dokter Rian pun kembali menghampiri Alena.


"Alena bagaimana jika kamu meluangkan waktu untuk untuk membuat sesuatu dengan benang ini bisa menjadi sebuah baju atau pun switer untuk Mutiara Renita."


Alena pun langsung mengambil benang dan jarum tersebut dia pun mulai di ajarkan oleh Mama nya.


"Kita buat dress cantik untuk Mutiara Renita, dress nya harus cantik sekali yaa Mam."

__ADS_1


Melihat kondisi Alena yang sudah membaik dengan mengalihkan pikiran untuk membuat baju rajutan untuk Putri Kimora.


Dokter Rian memilih untuk pergi dari Apartemen tersebut, ketika Dokter Rian keluar dari Apartemen milik Alena dia melihat Kimora pun keluar dari pintu.


"Kimora kamu pergi lalu bagaimana dengan Bu Sarrah di dalam?."


Dokter Rian segera menghampiri Kimora.


"Mama Sarrah sedang tidur dan terlihat sangat lelap sekali jadi aku memilih untuk pergi karena aku sangat kangen sekali dengan Putri Kimora."


Kimora terlihat sangat sedih sekali dia seperti benar-benar merindukan Putri Kimora.


"Yasudah kalau begitu bagaimana kalau kita pakai mobil kamu saja, biarkan mobil aku di simpan di sini amam seperti nya."


Kimora menyetujui nya karena dia pun terlihat sangat lelah sekali, Genzy semakin di buat cemburu ketika melihat kedekatan Kimora dengan Dokter Rian.


"Lihat saja Kimora pasti akan kembali bersama dengan kuu."


Genzy langsung berlari menuju ke Apartemen nya.


Kimora masuk ke dalam mobil nya, sedangkan Dokter Rian yang menjalankan mobilnya.


Kimora terlihat sangat lelah sekali dan mengantuk.


"Bagaimana ini ya nanti malam aku harus ke rumah sakit lagi mengantikan hari ini, apakah Putri Kimora tidak marah jika harus di tinggalkan lagi."


Kimora merasa sangat Sedih sekali tapi ini merupakan kewajiban nya sebagai seorang Dokter Specialis.


"Kimora pasti mengerti jika kita jelaskan secara perlahan dia itu kan anak yang pintar."


Dokter Rian merasa tidak ada sedikit pun terdengar suara Kimora dia langsung melirikan mata nya dan ternyata Kimora sudah tertidur pulas di mobil.


"Kasian sekali Kimora, dia pasti sangat cape sekali harus bertanggung jawab terhadap Buu Sarrah yang dulu mengurus nya sampai sembuh."


Dokter Rian menghentikan mobil nya dia memandangi wajah cantik Kimora yang sedang tertidur pulas.


"Kamu sangat cantik sekali Kimora, tapi hanya itu kamu juga adalah wanita yang kuat. Aku sangat yakin jika kamu adalah wanita terbaik untuk kuu."


Dokter Rian mengelus rambut panjang Kimora dan menjalankan mobilnya kembali.


***

__ADS_1


Genzy masuk ke dalam Apartemen nya, dia melihat ternyata Mama nya sudah tertidur pulas sekali.


Genzy pun menghampiri Mama nya dan mencium kening nya.


__ADS_2