
Kimora dan Dokter Rian memilih untuk pergi ke suatu tempat terlebih dahulu karena hari ini masih sangat sore mereka menghabiskan waktu bersama.
"Kimora, apakah kamu ingin kembali bersama dengan suami mu itu,?*
Kimora terkejut dengan pertanyaan Dokter Rian tersebut, dia pun langsung seketika berpikir ke arah itu.
"Aku, belum berpikir ke arah sejauh itu sekarang yang aku pikirkan adalah aku ingin keluar dari rasa ketakutan ku yang terus menghantui di hari-hari ku ini."
Dokter Rian melihat semangat tinggi Kimora yang sangat luar biasa sekali, dia pun langsung tersenyum kepada Kimora.
"Kimora bagaimana jika ada seorang yang kamu percaya tapi dia malah menghianati kamu sampai kamu sangat menderita sekali dengan sikap nya itu."
Dokter Rian mencoba untuk melihat respon Kimora bagaimana dengan pertanyaan nya itu, karena secepatnya Kimora pasti akan tahu penghianat yang di lakukan oleh Dokter Alena sahabat nya sendiri.
__ADS_1
"Aku akan sangat marah kepada nya dan tidak mau lagi untuk mengenalnya di sepanjang hidup ku."
Dokter Rian merasa sangat hawatir sekali dengan kejiwaan Kimora jika hal itu terjadi kepada nya, Dokter Rian harus bisa memberitahu Kimora secara perlahan tentang apa yang di lakukan Dokter Alena di belakang nya.
"Oke kita jangan bahas lagi itu yaa, Kimora apakah sebelumya Genzy pernah menghianati pernikahan kalian di saat kalian masih bersama,?"
"Dia tidak pernah menghianati selama menjalani pernikahan yang kita jalankan, tapi dia tidak pernah lupa dengan Almarhumah Isterinya Ayana Larasati, walaupun dia sudah menikah dengan aku tapi dia tetap memasang foto-foto pernikahan nya bersama dengan Ayana, bahkan katanya wajah ku ini sekilas mirip dengan Ayana."
Kimora mengajak Dokter Rian untuk pergi ke rumah Genzy. Kimora mengetikkan alamat di handphone nya dan memberikan nya kepada Dokter Rian.
Kimora mulai berpikir dengan apa yang akan dia lakukan di rumah Genzy.
"Sebaiknya kita ke sana dulu terlebih dahulu agar kamu bisa melihat rumah itu, dan nanti malam kita kembali ke sana."
__ADS_1
Kimora ingin mengetahui apa yang di rasakan oleh Dokter Rian ketika dia melihat rumah tersebut, apakah sama seperti dirinya yang merasa jika rumah itu seperti kosong tidak berpenghuni dan merasakan hal-hal yang lain nya.
"Oke, baiklah aku juga kenapa jadi penasaran dengan rumah itu seperti apa,"
Dokter Rian mengikuti arahan alamat yang di ketikan oleh Kimora, sampai akhirnya mereka pun sampai di depan pintu gerbang tersebut.
"Silahkan Dokter Rian, kamu keluar dari mobil agar lebih fokus dan jelas untuk bisa melihat rumah megah bernuansa putih tersebut."
Dokter Rian mengikuti apa yang Kimora katakan dia tidak mengerti kenapa Kimora menyuruh nya untuk melihat rumah tersebut terlebih dahulu.
Dokter Rian memandangi rumah megah tersebut, dan sesuatu terjadi kepada nya dia seperti melihat rumah yang sangat sunyi senyap sekali dan seperti tidak berpenghuni.
"Apa Kimora tidak berhalusinasi dengan rumah ini, aku rasa dia salah memberikan alamat rumah suaminya, ini seperti rumah kosong."
__ADS_1
Dokter Rian melangkah kan kaki agar lebih dekat lagi dengan rumah tersebut dan melihat juga dua satpam yang menjaga di dekat pintu gerbang yang menggambarkan jika rumah ini memang ada penghuninya.