
Alena terus menangis di ruangan praktek nya, dia terus mengingat apa yang di lakukan oleh Kimora kepada nya, padahal Kimora tidak mungkin tahu apa yang sudah dia lakukan bersama dengan suaminya.
Alena tidak tahu harus bagaimana, dia hanya menyesali perbuatannya tapi di samping itu pun dia tidak bisa membohongi perasaannya cinta nya kepada Genzy dari sejak pertama di kenalkan oleh Kimora.
Dokter Rian mengetuk pintu ruangan praktek Dokter Alena, dia pun langsung masuk ke dalam dan membuat Dokter Alena terkejut.
Alena langsung menghapus air mata nya, dia langsung duduk tegak di kursi nya.
"Ada apa Dokter Rian, tumben sekali kamu datang ke ruangan praktek saya,?"
Dokter Rian langsung tersenyum dan duduk berhadapan dengan Dokter Alena.
"Tadi saya melihat kejadian yang terjadi di kantin, kenapa tiba-tiba perempuan itu langsung menampar kamu Dokter Alena,? dan kamu hanya terdiam saja tidak melawan sedikit pun padahal itu secara tiba-tiba sekali."
Alena menarik nafas panjang nya dan langsung tersenyum kepada Dokter Rian.
"Dia seorang pasien yang despresi, apa yang dia lakukan mungkin itu luar kendali dia dan tidak mungkin juga kan saya membalas nya karena saya adalah seorang yang normal."
__ADS_1
Dokter Rian hanya tersenyum mendengar penjelasan dari Dokter Alena.
Dokter Alena pun langsung berdiri dari tempat duduk nya, seakan tidak langsung ingin meminta Dokter Rian pergi dari ruangan praktek nya.
"Maaf yaa Dokter Rian, jadwal praktek saya sudah selesai dan ingin cepat pulang jadi permisi saya pergi dulu."
Dokter Alena meninggalkan Dokter Rian di ruangan praktek nya, sikap Dokter Alena membuat Dokter Rian semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa yang di sembunyikan oleh mereka, aku tidak mungkin bisa mengajak Kimora untuk mengobrol langsung harus dengan pelan-pelan sekali, aku harus bisa membuat Kimora merasa nyaman bersama dengan aku karena trauma dia sangat berat sekali."
Alena membuka pintu mobil nya, mobil itu sangat bau busuk sekali karena bunga-bunga mawar putih yang sudah layu dan membusuk.
Dan lagi-lagi Dokter Rian melihat nya, dia melihat Dokter Alena sedang membersihkan mobil nya banyak mengeluarkan bunga-bunga yang sudah layu dan membusuk.
"Apa yang di lakukan oleh Dokter Alena, kenapa dia memasukkan banyak bunga di dalam mobil nya, sampai bunga tersebut layu dan membusuk."
Dokter Rian menghampiri Dokter Alena, tapi Dokter Alena seperti tidak nyaman dengan kedatangan nya tersebut.
__ADS_1
Dokter Alena memilih untuk masuk ke dalam mobilnya yang banyak tersisa bunga-bunga yang membusuk.
Dokter Alena menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat kencang sekali.
"Astaga, ada apa dengan perempuan itu yaa sangat aneh sekali perlakuan seperti ketakutan sekali."
Dokter Alena yang sangat tidak tahan dengan bau busuk yang ada di dalam mobil nya.
Dia pun memilih untuk memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan membersihkan kembali mobil nya.
"Yaa Tuhan, siapa yang melakukan ini semua jahat sekali selalu membuat aku tersiksa begini."
Alena terduduk lemas di dalam mobil nya, dia memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing dan mual.
Alena pun masih mengingat kembali kejadian tersebut, Alena tidak tahu apa yang terjadi jika Kimora sampai mengetahui semuanya.
"Genzy harus merahasiakan semua nya, bisa hancur karier Dokter jika orang lain aku. Aku berselingkuh dengan suami teman ku sendiri."
__ADS_1