
Setelah suster diana berkata seperti itu Kimora langsung memikirkan hal yang berlebihan tentang sikap suami nya terhadap asisten rumah tangga nya itu.
Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit mereka berdua bercerita.
"Suster diana,aku pun mengalami hal yang sama ketika masuk ke dalam rumah itu".
Ucap Kimora kepada suster diana dengan suara pelan.
"Iya bu, sejak awal saya meredakan nya.memang sebernya ada apa sih bu di rumah itu ?".
Tanya suster diana dengan suara yang bergetar.
"Yang saya tahu sih sus,ayah dan istrinya mas genzy sudah meninggal tapi dengan jarak yang berdekatan dan itu juga yang membuat mama sarrah despresi".
Mendengar cerita dari Kimora suster diana langsung memegang tangan nya dia merasa sangat merinding mendengar nya.
"Jadi ibu pun sama merasakan nya juga bu?".
Tanya suster diana dengan serius.
"Aku datang ke rumah itu, di saat mama sarrah masih despresi.setelah beberapa kali bertemu dengan mama sarrah despresi mama sarrah hilang dan aku pun terpaksa menikah dengan anak nya yaitu mas genzy.karena mama sarrah melihat ada kesamaan antara aku dan ayana istrinya mas genzy yang sudah meninggal".
Suster diana yang mendengar perkataan Kimora sangat kaget ternyata Kimora menikahi suaminya karena terpaksa.
"Ibu, menikah dengan terpaksa ? kobisa Bu kenapa ?".
__ADS_1
Mata kimora pun mulai berkaca-kaca.
"Aku, dulu seorang dokter sama seperti Alena dokter spesialis kandungan.aku baru lulus kuliah dan aku baru praktek satu hari di rumah sakit sejahtera aku langsung berhenti dan memilih menikah dengan mas genzy".
Suster diana dengan kaget mendengar jika kimora sebernarnya adalah seorang dokter spesialis kandungan.
"Yaampuun bu, sayang sekali kuliah untuk menjadi seorang dokter tidak murah dan sangat mahal sekali.ibu rela meninggalkan gelar dokter ibu demi menikah dengan lelaki yang mungkin belum tentu ibu suka".
Kimora langsung menangis.
"Aku sayang ko, sama mas genzy sekarang perlahan tapi pasti.kalau nggak ada rasa sayang dan cinta nggak mungkin aku bisa mengandung anak dari mas genzy begitu cepat".
Suster diana sangat terharu dengan cerita Kimora.
"Ibu perempuan yang baik, pasti nanti ada masa nya ibu akan bahagia".
"Terimakasih kasih banyak, suster diana atas doanya".
Kimora tersenyum manis kepada suster diana.
Sesampainya di rumah sakit.
Suster diana membuka kan pintu mobil untuk kimora dan menuntun Kimora keluar.
"Terimakasih kasih,suster diana baik sekali".
__ADS_1
Kimora dan suster diana langsung menuju ke ruang praktek dokter Alena Renita.
Suster diana langsung mengetuk pintu ruangan praktek.
"Masuk".
Ucap dokter Alena Renita.
Kimora dan suster diana langsung masuk ke ruangan praktek.
"Ya ampun akhirnya kalian berdua datang juga.ayo kimora kita langsung periksa saja yah".
Kimora langsung berbaring dan siap untuk di periksa kandungan nya.
Alena mulai memeriksa kimora dan langsung tersenyum.
"Oke,Kimora semuanya bagus sekali bayinya sehat.pertahankan jangan sampai kecapean selalu berpikir positif dan selalu happy".
Kimora langsung menarik nafas panjang merasa sangat bahagia dengan hasil pemeriksaan nya.
Alena langsung memperhatika wajah suster diana.
"Bagaimana,suster diana kamu betah bertugas di rumah kimora ?".
Suster diana langsung menunduk kan kepalanya.
__ADS_1
"Kenapa suster diana ? apa kamu di perlukan tidak layak oleh keluarga genzy di sana".
Alena langsung bereaksi dia menjadi sedikit emosional.dan langsung melirik ke arah kimora.