
Sarrah mendengar semua percakapan antara Kimora dan Suster Diana, ternyata Kimora lebih nyaman dan percaya dengan Dokter Rian. Niat nya untuk menjaga jarak pun jadi terbatalkan.
"Aku tidak boleh egois hanya untuk ingin mempersatukan kembali Genzy dan Kimora, tapi Kimora memang harus mendapatkan perawatan yang khusus dari Dokter Rian agar dia bisa segera sembuh dari despresi berat nya."
Sarrah pun langsung menghubungi Dokter Rian, dia meminta waktu luang besok untuk konsultasi dengan Kimora di percepat saja karena melihat kondisi Kimora yang sangat baik sekali.
Sarrah pun menghampiri Kimora yang sedang mengobrol dengan Suster Diana.
"Kimora sayang besok pagi kamu mulai bisa berkonsultasi kembali dengan Dokter Rian, tapi konsultasi di luar rumah sakit supaya Mama bisa melihat Dokter Alena yaa, kasihan sekali kan dia kedua orang nya di luar negeri jadi dia seperti tinggal sendiri di sini. Apalagi dia sedang sakit."
Kimora hanya tersenyum tipis kepada Mama Sarrah, yang seakan pertanda ketidaksukaan terhadap Dokter Alena. Suster Diana yang memperhatikan Kimora seakan langsung mengerti apa yang di maksud dari Kimora.
"Yasudah, sekarang lebih baik Bu Kimora langsung istrirahat saja yaa ingat besok kan mau bertemu dengan Dokter Rian. Mau berceria-cerita banyak dengan Dokter Rian."
Kimora menuruti apa yang di ucapkan oleh Suster Diana, dan memberikan Putri Kimora yang masih belum bisa tidur.
__ADS_1
Mama Sarrah dan Suster Diana pun, meninggalkan Kimora tertidur pulas.
Suster Diana langsung membawa Putri Kimora pergi ke ruangan tamu, sedangkan Mama Sarrah pergi ke kamar nya karena sangat lelah sekali.
Sebelum tidur Sarrah memandangin foto pernikahan Genzy dan Kimora.
"Aku sangat yakin sekali bahwa Kimora yang pantas menjadi pengganti Ayana, dia akan menjadi cinta sejati Genzy."
***
Ke esokan hari nya, Kimora sangat bersemangat sekali dia terbangun lebih pagi dan sudah bersiap untuk pergi bertemu dengan Dokter Rian.
Kimora memetik setangkai bunga mawar merah, dia ingin memberikan nya kepada Dokter Rian.
"Ini untuk siapa sayang, setangkai mawar merah ini,?" tanya Mama Sarrah kepada Kimora dengan tersenyum.
__ADS_1
"Ini untuk Dokter Rian yang bisa menenangkan perasaan dan hati aku."
Suster Diana langsung tersenyum mendengar perkataan manis Kimora, dia merasa Kimora seperti sedang kasmaran kembali.
"Oke kalau begitu, ini ada pertanda terimakasih untuk Dokter Rian."
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil, dan di pertengahan jalan Mama Sarrah menghentikan mobil di depan toko bunga, dia membelikan bucket bunga mawar putih dan merah untuk Dokter Alena.
Seketika Kimora pun terdiam dan mata pun berkaca-kaca melihat, ini seperti sebuah pertanda jika Mama Sarrah akan menyetujui hubungan terlarang Genzy dan Dokter Alena jika sudah terbongkar.
Raut wajah Kimora seketika berubah menjadi diam dan datar, dia sangat Sedih sekali melihat Mama Sarrah berperhatian lebih kepada Alena.
Mama Sarrah pun langsung melihat berubah wajah Kimora.
"Kimora kamu kenapa ko kamu jadi sedih begini sih sayang, bukankah tadi kamu sangat bersemangat sekali yaa."
__ADS_1
Kimora terdiam dan menundukan kepalanya, dia seperti malas untuk berkata-kata.
Sesampainya di Rumah Sakit, Kimora pun di bawa terlebih dahulu ke ruangan Alena sungguh itu luar dugaan Kimora sebelumnya. Karena Dokter Rian masih di perjalanan belum sampai di Rumah Sakit.