Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *359*


__ADS_3

Alena akhirnya berhasil menemukan kunci tersebut di pun langsung mengambil nya walaupun kaki nya terluka dan terus saja mengeluarkan darah.


Tangan Alena bergetar hebat ketika hendak membuka kunci tersebut dan akhirnya pintu tersebut terbuka juga.


"Wahhhhh, akhirnya terbuka juga aku bisa masuk ke dalam ruangan ini."


Alena masuk ke dalam ruangan tersebut dia merasa kan dingin yang luar biasa sekali.


"Genzy melakukan ini semua hanya untuk Ayana yang sudah tidak bernafas, dia membuat ruangan yang begitu sangat indah sekali seperti ini."


Alena merasa heran sekali kenapa Genzy bisa melakukan ini semua nya, dia melihat bunga-bunga yang indah yang di masukkan dalam vas yang masih sangat segar sekali.


"Bunga-bunga ini masih sangat segar dan harum sekali, ini adalah bunga hidup dan pasti ada waktu nya dia layu dan membusuk dan seperti nya Genzy mengganti bunga-bunga tersebut."


Alena melihat ada ruangan yang seperti kamar yang di tutupi tirei putih berenda yang sangat indah sekali.


Warna cet dinding yang berwarna putih bersih dan sangat indah sekali.


"Apakah di ruangan ini Genzy menyimpan jasad Ayana di ruangan ini."


Alena merasakan sensasi yang luar biasa dia seketika langsung merinding dan memegang pundak nya sambil memejamkan mata nya.


Alena terus saja menahan rasa ketakutan nya sampai akhirnya dia masuk ke dalam ruangan tersebut.


Alena lagi-lagi di buat terkejut ketika melihat banyak nya foto-foto pernikahan Genzy dan Ayana.


Bunga-bunga mawar putih menghiasi ruangan tersebut dan terdapat peti mati berwarna putih serta foto pernikahan Genzy dan Ayana yang luar biasa besar nya.


"Ternyata ini peti mati nya, hmmmm akhirnya Ayana aku bisa melihat kamu kembali untuk ke dua kali nya. Dan sekarang aku pasti akan kuat untuk melihat kamu."


Alena menyeret kaki nya yang masih saja mengeluarkan darah dia tidak mengerti padahal dia hanya luka kecil tapi kenapa darah masih saja terus mengalir dan membuat lantai menjadi kotor.

__ADS_1


Alena memberanikan diri untuk membuka peti mati tersebut, Alena menyiapkan mental nya dan akhirnya peti mati tersebut pun terbuka.


"Ayana Larasati, akhirnya kita bertemu kembali. Kamu tahu kamu sudah membuat dua wanita despresi hanya karena melihat jasad muu ini. Aku tidak mengerti ketika aku harus bisa mendapatkan cinta Genzy aku harus menyingkirkan jasad seperti ini."


Alena memperhatikan gaun yang di pakai oleh Ayana dia pun teringat dengan gaun yang di pakai oleh Putri Kimora di pesta ulang tahun nya.


"Genzy menginginkan Putri Kimora seperti Ayana, dari mulai make up hingga dress putih yang di pakai nya."


Alena tersenyum manis memandangi wajah pucat pasih Ayana dia pun mengambil sesuatu dari tas nya.


Alena menyala api di hadapan peti jenazah Ayana dan tiba-tiba saja foto terbesar Ayana dan Genzy terjatuh begitu saja hampir saja menjatuhi Alena.


Tapi Alena masih bisa menghindari nya dan dia pun menghela nafas panjang nya.


"Kenapa kamu melakukan ini kepada kuu Ayana,? kamu ingin aku pergi dari ruangan ini hah. Aku datang ke sini untuk menyelamatkan kamu aku akan membakar jasad muu agar bisa tenang walaupun dengan cara di kremasi."


Alena mencoba untuk menyalakan kembali api tersebut tapi tiba-tiba api tersebut mati karena adanya angin kencang yang tiba-tiba saja masuk.


Alena menggelengkan kepalanya berkali-kali dengan apa yang sudah terjadi di dalam ruangan tersebut.


Alena hanya bisa tersenyum manis dia tahu itu adalah kedatangan Genzy, Genzy merasa sangat terkejut sekali ketika melihat lantai yang di penuhi oleh darah.


Dan asap yang keluar dari ruangan penyimpanan Jasad Ayana, Genzy langsung masuk dan melihat Ayana yang sedang memegang korek api di tangan nya.


Genzy langsung mencoba untuk memadamkan api tersebut yang hampir saja membakar jasad Ayana.


Alena hanya tersenyum manis kepada melihat Genzy yang kebingungan sekali, Alena pun menghampiri genzy dan mengeluarkan botol minuman di dalam tas nya dan membuat api itu seketika padam.


Kaki Ayana terlihat seperti daging yang sudah matang karena api tersebut.


Genzy pun langsung seketika menangis di depan jasad Ayana, dia tidak menyangka Alena bisa melakukan hal tersebut kepada Ayana.

__ADS_1


"Sebegitu cinta nya kamu dengan dia,? dia yang sudah tidak bernyawa dia sudah tidak kaku seperti itu. Heh Genzy keluar dari halusinasi muu kembali ke dunia nyata muuu apa yang kamu harapkan dengan jasad tersebut itu, apakah kamu mempunyai kepercayaan jika suatu saat nanti dia akan bernafas dan hidup kembali."


Alena menghampiri Genzy yang masih menundukkan kepalanya sambil menangis.


"Bangkit kembali Genzy jalani hidup mu seperti manusia normal jangan seperti ini, kamu lelaki yang sangat sukses sekali tapi kamu seorang Psikopat."


Genzy mulai bisa memandangi wajah Alena dia terlihat sangat emosional sekali dengan Alena, dan dia tidak menyangka jika Alena memiliki keberanian yang luar biasa sekali.


"Apa yang kamu inginkan Alena dari kuu,? aku meminta maaf atas perilaku kuu kepada kamu."


Genzy seketika luluh di hadapan Alena dan perkataan itu yang sangat di tunggu-tunggu oleh Alena.


Alena mengeluarkan kemeja putih dengan banyak nya bercak darah di kemeja tersebut.


Seketika Genzy pun langsung terkejut ketika melihat kemeja putih tersebut.


Alena pun tersenyum manis kepada Genzy dan membuat Genzy semakin lemah di hadapan Alena.


"Apa yang kamu inginkan dari kuu Alena apa yang kamu inginkan dari kuu, jawaaaaaabbb."


Genzy mulai emosional sekali dengan Alena.


"Jangan emosional seperti itu sayaaaaang dan kamu tidak harus banyak menanyakan hal tersebut, aku ingin kita menikah dengan konsep yang sangat luar biasa sekali megah nya. Dan aku ingin memiliki anak dari kamu."


Genzy pun langsung terdiam ketika mendengar keinginan dari Alena yang sangat di takutkan oleh Genzy selama ini.


Genzy memegang kepalanya dia seperti berada di posisi yang serba salah sekali jika Genzy tidak mengikuti apa yang di inginkan oleh Alena dia akan di penjara dan akan kehilangan semua orang yang di cintai nya.


Alena hanya bisa tersenyum puas melihat Genzy yang seperti sangat kebingungan sekali dia terus memandangi wajah Alena.


Genzy begitu sangat emosional sekali kepada Alena.

__ADS_1


"Genzy kamu pasti sangat terkejut sekali yaa dengan apa yang bisa aku lakukan sekarang, dan ternyata aku bisa lebih-lebih dari kamu yaa."


Alena terus memandangi wajah Genzy sambil memegang kemeja putih tersebut.


__ADS_2