
Kimora memberanikan membuka kelambu dengan tangan yang bergetar, nafasnya mulai tidak beraturan karena menahan rasa takut nya.
Dan tiba-tiba dia melihat seperti sosok wanita yang di dandani seperti pengantin, ini seperti mayat yang sudah suntikan oleh bahan pengawet sehingga tidak berbau sama sekali.
"Yaa Tuhan, ini gaun putih yang pernah aku pakai, yang ternyata punya Ayana."
Perut kimora langsung terasa keram sekali, nafasnya terasa sangat sesak kepalanya nya pun pusing, penglihatan menjadi kunang-kunang.
"Ahhhhhh seperti nya ini adalah Ayana, istri dari Mas Genzy, sudah ku duga ini yang di sembunyikan oleh Mas Genzy."
Kimora yang mencoba untuk menutupi kelambu tersebut tidak kuasa menahan rasa pusing nya dan langsung tidak sadar kan diri.
Suster Diana yang sangat panik pun melihat keadaan Kimora, tapi ketika dia mau melangkah kaki nya terlihat Genzy berlari dan masuk ke dalam kamar tersebut.
Genzy langsung terkejut ketika melihat kimora tak sadar kan diri.
"Yaa Tuhan, Kimora sudah mengetahui nya apa yang harus aku lakukan sekarang,."
Genzy langsung mengangkat kimora ke luar kamar nya, dia masih sempat untuk menari istri nya tersebut dan mengunci kembali pintu kamar tersebut.
__ADS_1
Melihat kimora suster diana langsung menghampiri genzy.
"Langsung bawa ke rumah sakit cepat jangan menunggu lama, ini nyawa loh taruhan nya."
Terlihat sekali Suster Diana sangat emosional dengan genzy.
Kimora langsung di bawa ke rumah sakit, suster diana tak kuasa menahan air mata nya.
"Kuat yaa buu, kuat demi keluarga ibu."
Kimora langsung di bawa ke untuk di periksa, tekanan darah sangat tinggi sekali.
"Ada apa ini dengan Kimora, kenapa dia bisa seperti ini."
Kimora langsung di masukkan ke ruangan, Dokter Alena langsung berjalan menghampiri genzy.
"Jika ada sesuatu dengan Kimora, kamu harus bertanggung jawab, dan jika sampai harus memilih antara Kimora dengan anaknya, kamu harus memilih Kimora."
Ucap Dokter Alena dengan sangat emosional sekali melihat wajah Genzy.
__ADS_1
Suster diana terus menangis, genzy hanya tertunduk lemas dan tidak berdaya.
Suster diana memberanikan diri untuk menghampiri Genzy.
"Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan di dalam kamar itu, sampai membuat istri sendiri yang menjadi korban dan anak yang ada di kandungan nya, ingat yaa dari awal pun Dokter Alena sudah bilang jika kandungan istri kamu itu lemah, dan sekarang usia kandungan baru menginjak 8 bulan, dia seperti ini dia bisa melahirkan secara prematur lewat proses operasi Caesar dan tadi tekanan darah nya sangat tinggi sekali, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan istri mu hah."
Suster diana langsung menangis histeris di depan Genzy, tapi genzy hanya bisa terdiam dia hanya menundukkan kepalanya tidak berani menjawab ucapan dari suster diana.
Tiba-tiba Dokter Alena keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Kita harus melakukan tindakan operasi Caesar, semoga kimora dan anak nya bisa terselamatkan."
Suster diana langsung merasa sangat lemas sekali mendengar perkataan dari mulut Dokter Alena.
Dia sangat menyesal kenapa dia juga tidak ikut masuk ke dalam kamar itu, ketika kimora masuk.
Genzy langsung meninggalkan tempat tersebut, dia seperti sedang menelephone seseorang.
"Sedang menelephone siapa dia, apa dia mau meninggalkan bukti."
__ADS_1
Suster diana terus memantau nya dari jarak jauh.